Solusi Mobilitas Terpadu, Bluebird Perkuat Layanan Multimoda di Kota Medan
sumut24.co MedanSebagai kota yang tak pernah tidur, Medan menuntut mobilitas yang tinggi dan efisien. Menjawab tantangan lalu lintas yang
Ekbis
Baca Juga:
- Kajari Padangsidimpuan Resmi Berganti, Ini Rekam Jejak Lambok Sidabutar dalam Penanganan Korupsi
- Bobby Nasution Berhasil Perjuangkan Kenaikan Dana Pemulihan Pascabencana Sumut dari Pusat Hingga Rp23 Triliun
- Kejati Sumsel Kembali Geledah Kantor KSOP Palembang, Sita Uang dan Barang Bukti Dugaan Korupsi Pelayaran Sungai Lalan
Medan– Tabir dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalan di Desa Sipiongot, Kecamatan Dolok, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), semakin tersingkap dengan menyeruaknya peran Rasuli Efendi Siregar, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara. Ia bersama mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Ginting, menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Informasi terbaru menunjukkan bahwa Rasuli, Topan, dan bahkan Gubernur Sumut Bobby Nasution diduga kerap bertemu untuk membahas proyek jalan Sipiongot. Pertemuan-pertemuan ini kini menjadi fokus penyelidikan KPK dalam upaya mengungkap aliran dana dan jaringan korupsi.
Dalam kapasitasnya sebagai PPK, Rasuli Efendi Siregar ditugaskan oleh Topan Ginting untuk mengatur proses lelang proyek. Ia diduga kuat berperan dalam memenangkan PT Dalihan Natolu Group (DNG) milik M Akhirun Efendi Siregar atau M Ahirun Piliang, sebuah penunjukan yang disinyalir menyalahi aturan. Tidak hanya itu, Rasuli juga disebut membantu PT Dalihan Natolu Group dalam mempersiapkan berbagai dokumen untuk keperluan e-katalog.
Lebih jauh, Rasuli Efendi Siregar diduga menjadi "penampung" uang korupsi yang disetorkan oleh M Akhirun Efendi Piliang melalui transfer rekening. Uang ini, yang dicurigai mengalir ke Topan Ginting, yang disebut-sebut sebagai "anak emas" Gubernur Sumut, kini sedang ditelusuri secara mendalam oleh penyidik KPK.
Profil Singkat Rasuli Efendi Siregar
Rasuli Efendi Siregar adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut, menjabat sebagai Kepala UPTD Gunungtua Dinas PUPR Sumut. Pria kelahiran 27 Oktober 1983 ini memiliki latar belakang pendidikan yang relevan di bidang konstruksi, dengan gelar Sarjana Teknik (ST) dari Teknik Sipil Universitas Islam Sumut dan Magister Ilmu Administrasi Publik (MAP).
Kasus ini masih terus bergulir, dan publik menantikan kejelasan mengenai sejauh mana keterlibatan berbagai pihak dalam skandal korupsi yang merugikan keuangan negara ini.red2
sumut24.co MedanSebagai kota yang tak pernah tidur, Medan menuntut mobilitas yang tinggi dan efisien. Menjawab tantangan lalu lintas yang
Ekbis
&lrmBUPATI SOLOK LAKUKAN MEDICAL CHECK UP SEKALIGUS KUNJUNGAN KERJA KE RSUD AROSUKA
kota
Bupati Solok, Tegaskan Pentingnya Kekompakan dan Kepedulian Lingkungan
News
Agroforestry Gunung Anaga dan Gunung Hejo Jadi Laboratorium Media Week Pasis Seskoad
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, sebagai bentuk membangun kemitraan b
News
OTT Kadis Kominfo Tebingtinggi, Empat Orang Diamankan Ditkrimsus Polda Sumut
kota
BATU MARMAR Dipercaya Tiga Periode Pimpin PDIP Medan, Hasyim, SE Dinilai Sangat Layak Jadi Wali Kota Medan Kedepan
kota
Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam memperingati Hari Jadi ke78 Provinsi Sumatera Utara, Wakil Bupati Asahan, Rianto, menghadiri Rapat Paripurna Istim
kota
Medan, Para advokat dari Tersangka atas nama Marlina alias Afang menolak dengan tegas atas Penetapan Tersangka Klien kami, Tim Penasihat huk
Hukum