Maharawaty Manfaatkan Imlek untuk Edukasi Publik
sumut24.co MedanPerayaan Tahun Baru Imlek 2026 dimanfaatkan Direktur Yayasan Gracia Ecolab Garden, Maharawaty, untuk menggelar open house
Ekbis
Baca Juga:
JAKARTA — Seburuk apapun dampak dari kebijakan pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat menaikkan tarif, tetap ada hal yang dapat dipelajari dan dijadikan momentum untuk membangun masa depan setiap bangsa yang lebih baik, yang bebas dari ketergantungan.
Demikian pesan yang disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institute, Teguh Santosa, mengomentari salah satu perdebatan yang terjadi di Boao Forum for Asia (BFA) di Hainan, Tiongkok, tanggal 25 sampai 28 Maret yang lalu. Pesan itu dituliskan Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, di laman Facebook milik pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal.
Dino menghadiri langsung BFA 2025 itu dan membagikan potongan debat menarik antara Prof. Jeffrey Sach dari Columbia University dan Prof. Kishore Mahbubani dari NUS Singapura, serta mantan Duta Besar Tiongkok untuk AS (2013-2021) Cui Tiankai.
Awalnya, Prof. Sach mengatakan, bahwa sudah saatnya Amerika Serikat diabaikan. Dunia, katanya, membutuhkan teknologi hijau dan digital, dan Republik Rakyat Tiongkok memimpin di sektor itu.
"Gagasan bahwa AS adalah pusat dari semesta adalah delusional untuk waktu yang cukup lama," ujarnya.
Dia menambahkan, dunia mungkin tidak akan menyaksikan kehancuran AS, tetapi akan melihat AS tidak lagi menjadi kekuatan yang mengendalikan perubahan, peraturan, prinsip-prinsip, dan organisasi dunia.
Sementara Prof. Mahbubani berpendapat sebaliknya. Dunia, menurut dia, tidak mungkin mengabaikan AS mengingat negara itu sangat besar dan luar biasa serta memiliki pengaruh pada Asia.
"Kita tidak dapat mengabaikannya. Tetapi di saat yang sama saya juga mengatakan, adalah sebuah kesalahan memandang remeh perlawanan dari kawasan ini. Sangat mungkin Asia akan lebih baik daripada negara-negara lain di dunia," ujarnya.
Adapun Dubes Cui mengatakan, para diplomat sebenarnya ingn mengatakan kepada AS agar memperhatikan urusan mereka sendiri, dan tidak ikut campur dalam urusan negara lain.
"Kami tidak ingin mengabaikan AS. Kami sangat ingin AS mengabaikan kami," ujarnya.
Tetapi, sambung Dubes Cui, di saat yang sama kita harus membangun komunitas bangsa-bangsa demi masa depan bersama. Dan itu meliputi AS.
"Ini bukan komunitas minus 1. Ini komunitas plus 1," ujarnya.
Setelah potongan pernyataan Dubes Cui ini, Dino yang juga pernah menjadi Dubes Indonesia di AS (2012-2013) mengundang teman-teman Facebooknya untuk berkomentar.
Teguh Santosa yang mengenal baik Dubes Dino Patti Djalal pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pandangannya.
Teguh mengatakan, dirinya menyukai frase yang disampaikan Dubes Cui Tiankai bahwa dunia ini "bukan komunitas minus 1".
"Kita menghadapi pemerintahan Trump, dan itu mungkin akan berubah dalam beberapa tahun," ujarnya.
Dengan demikian, Teguh mengajak agar kebijakan Trump itu dijadikan momentum bagi masyarakat dunia, setiap negara, untuk memikirkan kembali masa depan yang lebih baik, untuk membuka banyak peluang, untuk menunjukkan kemampuan masing-masing negara dalam membangun jembatan hubungan tanpa bergantung pada kekuatan tertentu.
"Sejarah memperlihatkan bahwa kita telah berkali-kali belajar dari situasi buruk dan terburuk," demikian Teguh. []
sumut24.co MedanPerayaan Tahun Baru Imlek 2026 dimanfaatkan Direktur Yayasan Gracia Ecolab Garden, Maharawaty, untuk menggelar open house
Ekbis
Bangun Pagi, Toyota Innova Hilang! Tim Resmob Polres Padangsidimpuan Ungkap Modus Aksi Pencurian
kota
Belum Masuk Daftar Huntap, Empat Keluarga Korban Longsor Tapsel Harap Perhatian Pemerintah
kota
Wabup Atika Tinjau CT Scan 64 Slice dan Cath Lab RSUD Panyabungan, Layanan Kesehatan Madina Makin Modern
kota
Wabup Padang Lawas Sambut Tim Kemenkes, RSUD Sibuhuan Bersiap Hadirkan Layanan Cuci Darah
kota
SPS Prihatin Perjanjian Perdagangan RI&ndashAS Berpotensi Hilangkan Kedaulatan Digital dan Media Nasional
kota
Safari Ramadan di Halongonan Timur, Bupati Padang Lawas Utara Resmikan Jalan dan Salurkan Bantuan untuk Warga
kota
Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Disorot, Pemuda Mandailing Minta TNI&ndashPolri Bersatu Bertindak
kota
Ramadan Penuh Kebersamaan, Polres Padangsidimpuan Shalat Tarawih Berjamaah dengan Masyarakat
kota
Jelang Idul Fitri 2026, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Pasar Cek Harga Sembako
kota