H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Baca Juga:
Medan I Sumut24.co
Walikota Medan Bobby Nasution resmi diusung Partai Golkar untuk maju dalam Pilgubsu 2024. Diusungnya Bobby mendapat tanggapan serius dari Pemerhati Sosial Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar dan Managing Director Political & Economic Consulting Institute Indinesia (PECI) H Syahrir Nasution.
Pemerhati Sosial Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar mengatakan, Semua orang di Indonesia pasti sangat tahu bahwa, jika bukan karena faktor kedahsyatan dinasti politik, sebagaimana pada pilkada Kota Medan 2020, maka dipastikan Bobby Nasution tidak akan begitu mudah merebut kesempatan emas itu dari tangan Musa Rajekshah (Ijeck).
Ketua DPD Tingkat I Golkar Sumatera Utara itu kita ketahui telah berniat dan mendeklarasikan tekadnya untuk maju pada Pilgub 2024. Sebagai langkah awal untuk itu Ijeck telah melakukan konsolidasi kepengurusan partai dan menargetkan jutaan kader baru terutama dari generasi muda.
Ijeck kemudian semakin memperkuat tekad itu dengan maju sebagai calon legislatif pada pemilu 2024 dan berhasil terpilih.
Lebihlanjut Dosen Fisipol UMSU itu, Semua kader Golkar sangat faham makna dan tujuan dari langkah-langkah strategis itu. Jika akhirnya kesempatan yang dinanti dan dirancangnya itu kandas karena tak berdaya dan digilas oleh politik dinasti, maka dapat dibayangkan kekecewaan dirinya dan kader, terutama di grassroot.
Sebetulnya bukan Ijeck saja yang merasakan dampak politik dinasti ini. Partai-partai lain juga, dalam kondisi politik yang normal, diyakini memiliki obsesi dapat diidentifikasi sebagai calon potensial maju pada Pilgubsu 2024.
Saya menyarankan kepada Ijeck agar menerima kenyataan ini dengan legowo saja sebagai bagian dari trend baru politik Inmdonesia abad 21. Kepada Bobby Nasution saya harapkan berusaha memperjuangkan semacam kompensasi politik bagi sejumlah kader partai yang terpaksa mengurungkan niatnya menjadi peserta kompetisi pilgubsu 2024, dengan memanfaatkan pengaruh mertuanya, Joko Widodo.
Kompensasi poliik yang saya maksudkan ialah memperjuangkan figur-figur yang disingkirkannya menjadi menteri pada kabinet Prabowo-Gibran 2024-2029.
Apalagi, kata Shohibul Sumatera Utara sangat memerlukan "our man in the centre of power" (orang kita di pusat kekuasaan) untuk ikut memperjuangkan kepentingan Sumatera Utara ke depan. Misalnya, dalam hal revisi pola bagi hasil sumber-sumber amat strategis antara pemerintah pusat dan daerah yang hingga kini amat tidak adil dan bersifat kolonialistik.
Dilihat dari nilai-nilai adat dan jasa politik, Bobby Nasution sangat berkewajiban untuk itu. Saya sendiri menginginkan, dan saya rasa amat pantas, jika figure seperti Ijeck, Gus Irawan Pasaribu, dan beberapa figur berkapasitas nasional lainnya seperti Prof Dr H Syahrin Harahap, MA, Ivan Iskandar Batubara, Prof Dr H Hasyimsyah Nasution, MA, Dedi Iskndar Batubara, RE Nainggolan dan Nurdin Lubis (keduanya mantan Sekda Provsu) menjadi menteri kabinet.
Bobby Nsution tampaknya harus diberi stimulus wawasan politik nasional untuk memperkuat pradigma (pakem) pembangunan daerah dengan tidak berjuang hanya untuk diri sendiri. Sumatera Utara, jika diamati dengan cermat, telah mengalami degrdasi peran dalam konstelasi nsional hanya karena sistim. Bobby Nsution, dengan fasilitas kedinastiannya, saya rasa berkewajiban untuk berusaha kers untuk itu, ucap Shohibul.
Sementara itu Managing Director Political & Economic Consulting Institute Indinesia (PECI) H Syahrir Nasution Mengatakan, dengan diusungnya Bobby Nasution oleh Partai Golkar, bisa dipastikan kader-kader Partai Golkar di daerah-daerah bakal terpecah karena adanya unsur paksaan. Karena adanya dugaan dikarenakan Ketum tersandra kasus, tapi jangan lupa Ijeck pasti melawan atau menerima, tapi hanya Ijeck yang tahu. karena Ijeck sudah membesarkan Partai Golakr dengan menambah kursi dalam Pileg 2024 baik di Pusat, daerah - daerah. Kita lihat saja. Sepertinya Kalkulasi Politik Airlangga salah besar, sebab bagaimanapun tinggal bilangan bulan Jokowi akan berakhir periodeisasinya, ucapnya. "tak pernah berkeringat membesarkan Golkar, tapi mendapat restu Golkar inikan sangat aneh namanya, ucap Syahrir.red
H. Ruslan SH Didaulat Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PASEDA Sumut, Dorong Seni Budaya Bangkit dan Berkembang
News
Bela Negara di Era Digital, Bupati Saipullah Dorong Mahasiswa Lawan Hoaks dan Radikalisme
kota
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Polresta Deli Serdang Beri Surprise HUT Ke81 TNI
News
BANDA ACEH Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Aceh mulai memperkuat langkah membangun organisasi dan pembinaan sepakbola mini
Sport
VANDUNG Sebanyak 25 advokat baru resmi diangkat oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perkumpulan Advokat Indonesia (PERADI) di wilayah huk
Hukum
Gercep Tindak Aduan Narkoba, Polresta Deli Serdang Kena &ldquoPrank&rdquo di Dua Lokasi
News
Lantik 188 Pejabat, Wagub Sumut Tekankan Kolaborasi dan Sinergi dalam Bekerja
News
IMO Indonesia Sumut Ucapkan Selamat HUT ke81 TN I TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat
News
Kurir Ganja 20 Kg Dibekuk Polres Padangsidimpuan, Upah Dijanjikan Rp1,8 Juta
News
Proyek Bahu Jalan di Paya Gambar Dikeluhkan Warga, Pengaturan Lalu Lintas Dipertanyakan
News