Wakil Wali Kota melantik Hakim MTQN ke-58 Tingkat Kota Pematangsiantar Tahun 2026
Wakil Wali Kota melantik Hakim MTQN ke58 Tingkat Kota Pematangsiantar Tahun 2026
kota
Baca Juga:
Siregar menyoroti dialog antara anggota DPD RI Irman Gusman dengan Kepala BNPB Rosiana Silalahi pada 4 Desember lalu, di mana ketidakmampuan fiskal daerah diakui secara terbuka. "Kas daerah Sumbar sudah menipis untuk gaji aparatur, apalagi tangani bencana skala provinsi. Dan BNPB dengan anggaran Rp 2,01 triliun tahun ini—turun 59% dari 2024—bisa apa? Ini pengakuan kegagalan, bukan sekadar keluhan," tegas Siregar, yang juga pengamat politik dan sosial berbasis data.
Menurut Siregar, bencana yang menewaskan 961 jiwa (Aceh 389, Sumut 338, Sumbar 234), merusak 157.600 rumah, dan memaksa 835.000 orang mengungsi ini adalah dampak langsung dari "ekstraktifisme tanpa disiplin". Ia merujuk data WALHI yang mencatat deforestasi 1,4 juta hektare hutan Sumatera akibat 631 perusahaan ekstraktif, termasuk 1.907 izin usaha pertambangan (IUP) seluas 2,45 juta hektare. "Ini bukan musibah alam semata, tapi buatan manusia. UU Omnibus Law menarik otoritas sumber daya ke Jakarta, melemahkan otonomi daerah, dan memfasilitasi rakus ruang oleh oligarki. Hasilnya? Kekayaan Rp 500 triliun royalti tambang untuk elit, tapi rakyat bayar dengan nyawa," kritiknya.
Siregar menilai keengganan Pemerintah Pusat menetapkan status Bencana Nasional sebagai "dugaan kuat perlindungan oligarki". Estimasi pemulihan mencapai Rp 51,82 triliun (Aceh Rp 25,41 T, Sumut Rp 12,88 T, Sumbar Rp 13,52 T), sementara dana on-call APBN hanya Rp 4 triliun—kurang dari 8% kebutuhan. "Status nasional akan picu audit forensik dan moratorium izin, yang berpotensi eksekusi perusahaan-perusahaan itu. Tolak bantuan asing dan klaim 'masih mampu' adalah denialisme politik, langgar HAM internasional," tambahnya, merujuk UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Lebih lanjut, Siregar mengkritik pernyataan anggota DPR Endipat Wijaya yang merendahkan gerakan kemanusiaan sipil, yang berhasil kumpulkan Rp 10 miliar untuk korban. "Stigmatisasi ini puncak kemerosotan moral. Jika sipil spontan bergerak sementara pemerintah gagal, DPR malah sibuk cuci tangan. Sistem politik kita rusak total: minus kemanusiaan dan akal sehat. Ini 'serakahnomics'—gabungan imperialisme korporasi dan birokrasi korup," ujar Siregar, yang juga peneliti sosial dan penulis buku tentang politik dan lingkungan.
Siregar, yang aktif dalam penguatan kebijakan publik Muhammadiyah, menyerukan peran masyarakat sipil sebagai mitra, bukan ancaman. "Aceh-Sumatera bukan korban pasif, tapi saksi sejarah. Jika diabaikan, gejolak otonomi bisa meledak. Ini panggilan untuk akuntabilitas: reformasi atau kolaps total." Wawancara ini dilakukan di tengah sorotan ulama Aceh yang mengecam "lambatnya perhatian Pusat", sementara relawan sipil terus berjuang di lapangan.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Wakil Wali Kota melantik Hakim MTQN ke58 Tingkat Kota Pematangsiantar Tahun 2026
kota
Pemko dan Polres Pematangsiantar berkolaborasi melaksanakan Rapat Sispam Kota
kota
Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem, Bukan Hanya Bebas Visa
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si, melantik para dekan dan wakil dekan fakultas serta direktur dan wakil d
kota
Medan sumut24.co Guna menciptakan situasi aman dan kondusif dari aksi tindak kejahatan jalanan seperti Begal, Narkoba dan kejahatan lainya
Kota
Persiapan Halal Bihalal PC IKA PMII Medan, Akan Dihadiri Tokoh Nasional Gus Rifky
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan dana sebesar Rp443 miliar kepada 33 kabupaten/kota melalu
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I 2026 bersama Perusahaan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima kunjungan audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendera
kota
sumut24.co MedanGubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan dari Peme
kota