Maling Sawit di Perkebunan Sei Semayang Ditangkap Polsek Medan Sunggal
Maling Sawit di Perkebunan Sei Semayang Ditangkap Polsek Medan Sunggal
News
Jakarta I SUMUT24 Pasangan suami istri yang sama-sama jadi pejabat di Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan Tin Zuraida terus dibidik KPK. Nurhadi adalah Sekretaris MA dan Tin adalah Kapusdiklat Mempin MA.
Baca Juga:
Tin sebelumnya hanya berstatus sebagai saksi. Tapi KPK tidak menutup kemungkinan menaikkan status Tin.
“KPK terbuka mengeluarkan sprindik baru,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo menjawab pertanyaan wartawan tentang status istri Nurhadi di sela-sela rapat kerja dengan DPR di Kompleks DPR, Senayan, Selasa (14/6).
Nurhadi dan Tin dibidik KPK usai operasi tangkap tangan Panitera PN Jakpus Edy Nasution pada 20 April 2016 lalu. Tidak sampai 24 jam, penyidik KPK menggeledah rumah Nurhadi di bilangan Hang Lekir, Jakarta Selatan. Dalam penggeledahan itu, KPK menemukan uang Rp 1,7 miliar, sebagian di antaranya di toilet kamar mandi.
Dari rumah Nurhadi, penyidik KPK menggeledah kantor Nurhadi di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Setelah itu, Nurhadi harus berurusan dengan KPK untuk menjelaskan semuanya. Belakangan, Tin juga terseret dan ikut menjadi saksi. Berikut daftar nama yang diperiksa KPK terkait penggeledahan di rumah Nurhadi:
1. Tin Zuraida, istri Nurhadi. Status saksi dan usai pemeriksaan di KPK, Tin tidak memberikan keterangan kepada wartawan.
2. Royani alias Pak Roy. Royani merupakan sopir Nurhadi dan telah dipanggil dua kali sebagai saksi tapi tidak hadir. Alhasi, Roy dikenakan status pencegahan ke luar negeri.
3. Brigadir Polisi Ari Kuswanto. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
4. Brigadir Polisi Dwianto Budiawan. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
5. Brigadir Polisi Fauzi Hadi Nugroho. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
6. Ipda Andi Yulianto. Ajudan Nurhadi ini dipanggil KPK dua kali tapi tidak memenuhi panggilan.
7. Kasirun alias Jenggot, pegawai di rumah Nurhadi. 8. Sairi alias Zahir, pegawai di rumah Nurhadi.
Belum selesai permasalahan tersebut, giliran Nurhadi tidak menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR untuk membahas tambahan anggaran pengadilan di seluruh Indonesia dalam APBNP 2016. Nurhadi mewakilkan kepada Kepala Badan Urusan Administrasi (BUA) Aco Nur namun ditolak DPR karena tidak mempunyai kapabilitas. Alhasil, nasib anggaran pengadilan kini terancam lumpuh. (int)
Maling Sawit di Perkebunan Sei Semayang Ditangkap Polsek Medan Sunggal
News
Rp20 Miliar Disebut Telan Dana, Stadion Sangnaualuh Kembali Disuntik Rp7,39 Miliar Manson Purba Desak APH Usut Dugaan Korupsi
News
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News