sumut24.co -TAPANULI TENGAH, Penantian panjang masyarakat Dusun
Untemungkur, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya berbuah terang. Setelah puluhan tahun hidup dengan keterbatasan akses kelistrikan, warga kini dapat menikmati aliran listrik
PLN yang resmi menyala melalui Program
Listrik Desa atau Lisdes.
Baca Juga:
Penyalaan listrik tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Manager PT
PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga, Bachtiar, pada Kamis lalu 7 Mei 2026. Momen ini menjadi sejarah baru bagi masyarakat Dusun
Untemungkur yang selama bertahun-tahun menanti hadirnya listrik andal di wilayah mereka.Selama ini, tantangan utama untuk menjangkau Dusun
Untemungkur adalah akses menuju lokasi. Warga setempat sebelumnya hanya dapat mencapai dusun tersebut melalui jalur perahu. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk jaringan kelistrikan.
Namun, dalam beberapa bulan terakhir, akses jalan menuju Dusun
Untemungkur mulai terbuka. Terbukanya akses tersebut menjadi faktor penting yang memudahkan mobilisasi material, peralatan, dan petugas
PLN dalam membangun jaringan listrik hingga ke wilayah tersebut.Sebelum jaringan listrik permanen hadir,
PLN juga telah memberikan bantuan layanan listrik berbasis energi surya melalui program SuperSUN. Bantuan tersebut menjadi solusi awal untuk memenuhi kebutuhan penerangan dasar masyarakat, sembari menunggu kesiapan pembangunan jaringan listrik
PLN secara menyeluruh.
Bagi warga
Untemungkur, listrik bukan sekadar penerangan.
Listrik menjadi harapan baru untuk meningkatkan kualitas hidup, mendukung aktivitas belajar anak-anak, memperkuat produktivitas keluarga, serta membuka peluang ekonomi desa agar dapat tumbuh lebih baik.Suasana haru menyelimuti warga saat lampu mulai menyala di rumah-rumah mereka.
Masyarakat yang selama ini mengandalkan penerangan seadanya kini dapat merasakan manfaat listrik secara langsung.
"Selama 80 tahun kami belum pernah merasakan listrik. Baru kali ini Bupati Tapanuli Tengah datang langsung melihat kondisi kami di pelosok," ujar salah seorang tokoh masyarakat, Saroha Hutagalung, dengan penuh haru.Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta
PLN UP3 Sibolga atas dukungan dan kerja sama dalam menghadirkan listrik bagi masyarakat Dusun
Untemungkur. Menurutnya, penyalaan listrik ini menjadi awal baru bagi masyarakat untuk bergerak menuju kehidupan yang lebih baik.
"Ini menjadi awal baru bagi masyarakat
Untemungkur. Semoga listrik ini menjadi cahaya menuju kehidupan yang lebih baik, mendukung pendidikan anak-anak, dan menggerakkan ekonomi desa," ujar Masinton.Sementara itu, Manager
PLN UP3 Sibolga, Bachtiar, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut merupakan bagian dari Program Pemerintah Pusat melalui Anggaran Belanja Tambahan Tahun 2025. Di Kabupaten Tapanuli Tengah,
PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 14,14 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 11 kilometer sirkuit (kms), serta 5 unit gardu distribusi dengan total kapasitas 300 kilovolt ampere (kVA).
Bachtiar menyampaikan, keberhasilan penyalaan listrik di Dusun
Untemungkur tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh insan
PLN yang bekerja di lapangan. Terbukanya akses jalan dalam beberapa bulan terakhir turut mempercepat proses pembangunan jaringan, sehingga listrik
PLN dapat segera dinikmati masyarakat."
PLN berkomitmen menghadirkan energi listrik yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Penyalaan listrik di Dusun
Untemungkur ini bukan hanya keberhasilan pembangunan infrastruktur, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara bersama
PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bachtiar.
Program Lisdes menjadi salah satu upaya strategis pemerintah bersama
PLN untuk mempercepat pemerataan akses listrik, khususnya di wilayah yang belum menikmati layanan kelistrikan secara optimal. Melalui program ini,
PLN terus memperluas pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan agar manfaat listrik dapat dirasakan oleh masyarakat hingga ke daerah terpencil.Kini, cahaya lampu di rumah-rumah warga Dusun
Untemungkur menjadi tanda dimulainya babak baru kehidupan. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman, aktivitas keluarga menjadi lebih produktif, dan masyarakat memiliki harapan baru untuk mendorong kemajuan desa.
Setelah puluhan tahun menanti, Dusun
Untemungkur tidak lagi hidup dalam gelap. Terang listrik
PLN kini hadir membawa harapan, semangat, dan keyakinan bahwa masa depan yang lebih baik telah dimulai. (C04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News