Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani
Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani
News
Ternate – Sumut24
Baca Juga:
- Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani
- APBD Madina 2026 Disepakati, Bupati Saipullah: Kejar Manfaat Pembangunan, Bukan Cuma Serapan
- Rakor PRR di Madina, Bupati Saipullah Dorong Sinkronisasi Data untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
Kolano Moloku Kie Raha Wilayah Sanana, Taliabu Dan Mangoli menyampaikan pandangan-pandangannya dalam menyikapi berbagai isu yang terjadi khususnya dalam Wilayah Adat Hak Ulayat, Sanana, Taliabu dan Mangoli.
Menurut Kolano bahwa sudah menjadi tanggung jawab seluruh rakyat maupun elemen Pemerintah pada berbagai level di Kabupaten Kepulauan Sula, maupun Taliabu dan Mangoli untuk turut serta membangun Kebesaran Adat yang selama ini tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.
Lanjutnya bahwa sudah menjadi tradisi sosial yang terpelihara dalam kultur masyarakat Sanana, Taliabu dan Mangoli, bahwa masyarakat Sanana, Taliabu dan Mangoli merupakan komunitas masyarakat yang sudah sejak lama hidup berlandaskan pada Adat dan Budaya. Namun kondisi yang terjadi saat ini menurut pengamatan Kolano sangat miris.
Seolah-olah Sanana, Taliabu dan Mangoli dianggap Pulau kosong (negeri tak berpenghuni). Dengan demikian manyarakat pun turut serta tercabut dari akar budayanya, hilang kepercayaan dan jati dirinya terhadap keyakinan akan nilai-nilai luhur yang sudah sejak lama ada secara turun temurun.
Hal tersebut menurut Kolano sangat berpengaruh terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama mengenai tegaknya demokrasi di tengah-tengah rakyat. Namun kondisi riil yang terjadi saat ini justru terbalik khususya pada Wilayah Adat Hak Ulayat Sanana, Taliabu dan Mangoli. Hal ini pun sangat berpengaruh terhadap penyelenggaraan Pemerintah Formal yang berlandaskan Otonomi Daerah, yang dalam hal ini ruh dan jiwanya bersumber dari semangat kearifan lokal.
Kolano berujar “Indonesia yang sangat kita cintai ini sangat kaya akan sumber daya alam, baik yang ada di permukaan tanah maupun yang terkandung dalam perut buminya. Meskipun kita kaya akan sumber daya alam yang luar biasa, namun manusia tetaplah menjadi key person dalam proses mengolah, menjaga dan melestarikannya.†Manusia yang maksud Kolano dalam hal ini adalah manusia yang beradat dan berbudaya terlebih pada Wilayah Adat Hak Ulayat Sanana, Taliabu dan Mangoli. Ada sebagian menurut Kolano orang yang mengatakan bahwa Sanana, Taliabu dan Mangoli bukan Tanah Adat.
Hal tersebut justru sangat bertentangan dengan landasan dan falsafah para leluhur. Hal itupun ditegaskan oleh Kolano bahwa “Sejak saya diberi Kuasa/Mandat Nomor : 100/MKR-KT/II/2009, tertanggal 13 Februari 2009. Beliau (Almarhum) Kolano Moloku Kie Raha Kesultanan Ternate, Orang Tua Saya Drs. Hi Mudaffar Syah, M.Si. sudah mewasiatkan kepada saya untuk kembali menegakkan Adat Hak Ulayat di tiga Pulau Sanana, Taliabu dan Mangoli. Gugat siapapun yang mengatakan bahwa di Sula Besi atau Sanana, Taliabu dan Mangoli bukan Wilayah Ulayat.â€
Menyikapi hal tersebut, Kolano pun menyatakan akan tetap pegang teguh wasiat Almarhum terutama menganai penegakkan Hak Ulayat di Bumi Sula Besi, Sanana, Taliabu dan Mangoli. Disamping wasiat lainnya yang tidak diuraikan secara terperinci.
Dipenghujung pembicaraan via telepon, Kolano menegaskan akan turut mengawal jalannya penyelenggaraan Pemerintahan Daerah khususnya Wilayah Sanana, Taliabu dan Mangoli, terutama mengenai beberapa kerja sama antara Pemerintah Daerah dalam hal kerjasama sengan beberapa pihak, terutama dalam hal pemanfaatan dan pengolahan sumber daya alam di Sanana, Taliabu dan Mangoli yang merupakan Wilayah Adat Hak Ulayat sebagaimana dimaksud Kolano.
Kolano berpesan bahwa seluruh rakyat Sanana, Taliabu dan Mangoli adalah bagian dari Masyarakat Adat Moloku Kie Raha Kesultanan Ternate yang patut dihargai hak-haknya sebagaimana masyarakat di belahan daerah lain dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.(rel/w04)
Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani
News
APBD Madina 2026 Disepakati, Bupati Saipullah Kejar Manfaat Pembangunan, Bukan Cuma Serapan
News
Rakor PRR di Madina, Bupati Saipullah Dorong Sinkronisasi Data untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
News
Demi Pembangunan Palas, Bupati Putra Mahkota Alam Resmi Tandatangani Perubahan APBD 2026
News
MEDAN PT Belawan New Container Terminal (BNCT) secara konsisten terus memperkuat kapabilitas sumber daya manusia dan efisiensi operasion
Info
MEDAN PT Belawan New Container Terminal (BNCT) memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanj
Umum
SURABAYA PT Belawan New Container Terminal (BNCT) terus berupaya meningkatkan standar kualitas komunikasi publik dan pengelolaan reputasi
Ekbis
SURABAYA, PT Belawan New Container Terminal (BNCT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta peningkatan
News
MEDAN Sumut24.co PT Belawan New Container Terminal (BNCT) memperingati perjalanan operasinya yang memasuki tahun ketiga sejak resmi berdir
News
Kunjungan Kedesa Binaan,Pekerja Rentan Desa Parapat Menerima Kartu BPJS Ketenagakerjaan
News