Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026, Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja
Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026,Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja
News
Jakarta I SUMUT24
Baca Juga:
- Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026, Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja
- Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
- Siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik, Polisi Selidiki Pompa Air
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa sepanjang tahun 2016, sudah ada 57 kapal pencuri ikan yang ditangkap di perairan Natuna, Kepulauan Riau, namun hanya satu penangkapan yang menuai protes.
“Ada satu penangkapan protes, heboh, yang lainnya enggak,” kata Susi di kantor Kementerian KKP, Jakarta Pusat, Selasa (21/6). Susi melanjutkan bahwa semua kapal pencuri ikan akan berusaha memberikan perlawanan ketika akan ditangkap.
Perlawanan itu pernah dilakukan kapal asal Vietnam yang beberapa kali ditangkap saat mencuri ikan di perairan Indonesia. Sebelumnya, sekelompok kapal yang belakangan diidentifikasi sebagai kapal Cina kabur setelah dipergoki kapal TNI AL.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Edi Sucipto mengatakan kelompok kapal asal Cina itu sempat melarikan diri saat dihampiri KRI Imam Bonjol. TNI AL pun sempat melakukan tembakan peringatan, namun diabaikan.
“Setelah beberapa kali peringatan dan tembakan ke haluan kapal, satu dari 12 kapal ikan asing itu dapat dihentikan,” katanya. Kejadian ini memicu protes pemerintah Cina yang yakin kapalnya berada di perairan Perikanan Tradisional Cina.
Karena itu, menurut Pemerintah Cina, tidak sepatutnya kapal tersebut ditembak. Namun, menanggapi hal ini Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan Sjarief Widjaja mengatakan di dalam penanganan pelanggaran pencurian ikan di laut ada tahapannya.
Tahapan pertama mendeteksi bahwa kapal itu berada di wilayah teritorial Indonesia. Kedua, melakukan pengejaran dan peringatan berupa suara, dan terakhir tembakan peringatan jika kapal itu masih melanggar dan membahayakan operasi kapal Indonesia.
Sjarief menuturkan, sekarang tak perlu melihat asal kapal yang ditangkap selama dia melanggar dan mengambil sumber daya ikan dan laut maka wajib ditindak. “Karena itu (sumber daya laut dan ikan) wajib dilindungi,” ujar Sjarief. (int)
Sumut Masuk Nominasi Jamsostek Award 2026,Bobby Nasution Terus Perkuat Perlindungan Pekerja
News
Jemput Program Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran, Bupati Madina Perjuangkan Revitalisasi 10 Sekolah Tambahan
News
Siswa SD Negeri 200309 Padangsidimpuan Meninggal Diduga Tersengat Listrik, Polisi Selidiki Pompa Air
News
Atasi Krisis Air Bersih, Bupati Saipullah Resmikan Sumur Bor Bantuan SMGP di Madina
News
Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15&ndash17 Oktober 2026
News
HMI dan IPNU Madina Gelar Seminar Bahaya Narkoba, Bupati Saipullah Tekankan Peran Keluarga
News
Kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 Resmi Ditutup Oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM,
News
Silek Tuo Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau
News
Maling Sawit di Perkebunan Sei Semayang Ditangkap Polsek Medan Sunggal
News
Rp20 Miliar Disebut Telan Dana, Stadion Sangnaualuh Kembali Disuntik Rp7,39 Miliar Manson Purba Desak APH Usut Dugaan Korupsi
News