Rabu, 27 Mei 2026

Bersama Kapoldasu, Wali Kota Medan Evaluasi PPKM Darurat

Administrator - Kamis, 15 Juli 2021 06:05 WIB
Bersama Kapoldasu, Wali Kota Medan Evaluasi PPKM Darurat

Medan I Sumut24.co

Baca Juga:

Penerapan PPKM Darurat di Kota Medan sebenarnya bertujuan untuk mengurangi mobilitas masyarakat Kota Medan. Artinya kegiatan-kegiatan yang dirasa tidak perlu maka harus ditunda dulu dan masyarakat dapat melakukan aktifitas dirumah dengan memanfaatkan digitalisasi.

“Selama PPKM Darurat kita lakukan aktifitas di rumah dengan memanfaatkan dan menggunakan teknologi. Sebab Kita sudah mulai terbiasa melakukannya, contohnya dengan rapat virtual, ini tidak ada bedanya dengan kegiatan rapat tatap muka karena hasil rapat bisa disampaikan. Jadi kita minta masyarakat sudah bisa menggunakan digitalisasi teknologi untuk mempermudah kegiatannya. Jangan hanya dibilang kita ingin membatasi-membatasi,” Kata Wali Kota Medan Bobby Nasution usai melakukan evaluasi PPKM Darurat di Kota Medan bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dan Dandim 0202/BS Kol Inf Agus Setiandar serta para Kapolsek di Pos Polantas Lapangan Merdeka, Rabu (14/7).

Dijelaskan Bobby Nasution setelah diterapkan PPKM Darurat di Kota Medan sejak hari Senin kemarin dan selama tiga hari dilakukan sosialisasi, mobilitas masyarakat berangsur mulai berkurang di hari ketiga. Namun menurut Bobby Nasution selain mobilitas berkurang ada yang lebih penting yakni penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M oleh masyarakat. Selain itu penerapan 3T juga harus betul-betul dilakukan dengan baik di Kota Medan.

“Saat ini memasuki hari ketiga dan merupakan hari terakhir kita sosialisasi PPKM darurat di Kota Medan. Selama tiga hari ini sudah menunjukkan angka yang baik dalam arti mobilitas atau aktivitas masyarakat sudah berangsur-angsur berkurang dan mengikuti aturan PPKM Darurat dibandingkan dengan hari pertama yang masih padat dan ramai,”Jelas Bobby Nasution.

Ditambahkan Bobby Nasution, Dalam PPKM darurat, ada pembatasan untuk mobilitas masyarakat salah satunya dilakukan penyekatan di 18 titik jalan yakni 5 titik ada di pintu masuk Kota Medan, 10 titik itu ada di inti Kota Medan dan 3 titik fokus di Medan Belawan.

“18 titik ini permanen. Maka saya mengajak masyarajat agar bisa sama-sama menerapkan protokol kesehatan 5M ketika beraktifitas. Ayo masyarakat Kota Medan kita patuhi protokol kesehatan gunakan masker, masih banyak masyarakat kita yang belum patuh prokes. Ini tugas kita juga terus-menerus mengingatkan masyarakat,” Ujar Bobby Nasution.

Kemudian Bobby Nasution juga mengungkapkan terkait dengan kegiatan kuliner yang masih boleh dilakukan selama PPKM Darurat, namun kegiatan kuliner tersebut dapat beroperasi dengan catatan hanya boleh take away dan  tidak boleh ada meja dan kursi di lokasi jualan. Artinya bukan hanya dilipat saja namun agar meja dan kursi tidak terlihat di lokasi jualan.

“Karena kalau terlihat petugas kita akan melakukan penindakan dan penegasan bagi pelaku usaha yang melanggar aturan PPKM Darurat. Jadi tempat jualan boleh buka hanya saja take away (bawa pulang). Lalu, buat jalur antriannya yang jelas. Jangan ada penumpukan. Intinya kita bukan mau menghambat perekonomian tapi mengurangi mobilitas dan kerumunan,” Jelas Bobby Nasution.r02

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rayakan Idul Adha, Pemkab Toba Serahkan Kurban Sembelih
Gubernur Bobby Nasution Salat Iduladha Bersama Ribuan Warga Binjai, Pemprov Sumut Salurkan 167 Hewan Kurban
Dirut Perumda Tirtanadi Serahkan 13 Ekor Hewan Sapi Kurban
Wali Kota Medan Tegaskan Esensi Kurban: Kebahagiaan Itu Bukan untuk Dinikmati Sendiri
Refleksi Iduladha, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Kepedulian Sosial dan Jaga Lingkungan
JNE MEDAN HADIAHKAN HEWAN KURBAN UNTUK INSAN MEDIA,  PERERAT SILATURAHMI DAN SEMANGAT BERBAGI DI MOMEN IDULADHA
komentar
beritaTerbaru