Rabu, 30 September 2026

Pemko Medan Tegaskan Tak Ada Intimidasi dan Larangan Wartawan Wawancarai Bobby Nasution

Administrator - Kamis, 15 April 2021 21:25 WIB
Pemko Medan Tegaskan Tak Ada Intimidasi dan Larangan Wartawan Wawancarai Bobby Nasution

Medan I Sumut24.co

Baca Juga:
Aksi protes yang dilakukan puluhan wartawan di depan kantor Wali Kota Medan, Kamis (15/4), sebenarnya tidak perlu terjadi. Sebab, tidak ada intimidasi maupun pelarangan peliputan terhadap dua orang jurnalis yang dilakukan petugas Satpol PP, seorang aparat kepolisian serta petugas Paspampres seperti yang banyak diberitakan tidak benar. Peristiwa yang terjadi murni hanya kesalahpahaman saja.

“Sebenarnya, permasalahan ini hanya miskomunikasi saja. Kemarin ada dua rekan wartawan yang ingin wawancara langsung dengan Bapak Wali Kota.  Seharusnya, mereka bisa koordinasi dengan kita. Apalagi kita saat itu berada di kantor.   Kita selama ini selalu terbuka untuk rekan-rekan wartawan,” kata Kabag Humas Setdako Medan Arrahman Pane saat dikonfirmasi menanggapi aksi protes yang dilakukan puluhan wartawan.

Arrahman selanjutnya menjelaskan, kondisi saat ini sekarang, Wali Kota tidak pernah melarang untuk diliput maupun diwawancarai oleh rekan-rekan jurnalis ketika berada di lapangan. “Bapak Wali Kota selama ini cukup terbuka dan selalu mendekatkan diri dengan kawan-kawan wartawan. Bahkan, usai kegiatan di lapangan, beliau selalu bertanya apakah ada waratawan yang ingin bertanya,” ungkapnya.

Selanjutnya, mengenai masalah pengamanan, Arrahman menjelaskan, itu ada batas-batasnya dan selama inipun baik petugas Satpol PP, petugas kepolisian yang berjaga di Kantor Wali Kota serta Paspampres tidak pernah melakukan pelarangan untuk meliput kegiatan Wali Kota, termasuk wawancara.

“Selama ini mereka tidak pernah melarang wartawan untuk pergi saat melakukan peliputan. Jadi ini murni miskomunikasi saja. Yang pasti, Bapak  Wali Kota selalu terbuka dan ingin selalu mendekatkan diri dengan kawan-kawan wartawan,” jelasnya.

Paspampres dalam melakukan pengamanan, terang Arrahman, saat ini tidak ada yang berlebihan seperti main tarik maupun membatasi untuk mendekati Wali Kota ketika melakukan wawancara. Jika pun itu terjadi, imbuhnya, mungkin pada saat Wali Kota baru dilantik karena petugas Paspampres belum mengenal rekan-rekan wartawan.

“Begitu juga dengan membatasi wartawan bertanya. Kalaupun terjadi, itu karena Bapak Wali Kota ada agenda lain yang harus dikejar, sehingga harus buru-buru menuju ke lokasi. Yang pasti tidak ada upaya untuk membatasi pertanyaan wartawan,” pungkasnya.(r02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Turun ke Lahan Pertanian, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Desky Tanam Jagung Bersama KNPI dan Pemuda Tani
APBD Madina 2026 Disepakati, Bupati Saipullah: Kejar Manfaat Pembangunan, Bukan Cuma Serapan
Rakor PRR di Madina, Bupati Saipullah Dorong Sinkronisasi Data untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
Demi Pembangunan Palas, Bupati Putra Mahkota Alam Resmi Tandatangani Perubahan APBD 2026
Perkuat Budaya Continuous Improvement, BNCT Gelar Lean Training 2026 demi Wujudkan Operasional Unggul
Usung Tema "Make The Safe Choice", BNCT Gelar Global Safety Day 2026
komentar
beritaTerbaru