Gawat ! Pecatan Tentara Ditangkap Jadi Bandar Narkoba
Medan sumut24.co Seorang pria yang dikabarkan merupakan pecatan Tentara, ditangkap Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, di Jalan Pelita, K
Hukum
Baca Juga:
- LIPPSU Salurkan 300 Paket Sembako untuk Kaum Duafa di Medan dan Aceh Tamiang
- Siapa Bermain? Dugaan Jual Beli Lahan Konsesi PT Agincourt Resources Menguat, LIPPSU: Negara Diminta Tanggung Jawab Usut Aktor dan Pemberi Izin
- LIPPSU Kritik Keras Alih Fungsi Hutan Batang Toru, Sebut Ada Kolonialisme Modern
Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait transparansi, prioritas pembangunan, dan kemungkinan adanya indikasi korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN) dalam proyek tersebut.
Anggaran Fantastis: Kebutuhan atau Kepentingan?
Proyek rehabilitasi yang dimenangkan oleh CV. Anugerah Gemilang melalui tender di LPSE dengan nilai pagu Rp950 juta dan nilai HPS Rp949,9 juta, langsung memicu pertanyaan dari publik. Apakah angka hampir satu miliar rupiah untuk renovasi kantor dan ruang kerja benar-benar diperlukan?
Azhari Sinik mempertanyakan validitas perencanaan proyek ini. "Dengan angka sebesar itu, publik berhak mengetahui detail peruntukannya. Apakah benar-benar melalui kajian mendalam atau hanya mengada-ada untuk menghabiskan anggaran?" ungkapnya.
Masalah yang Mengemuka
1. Perencanaan Diduga Asal-Asalan
Proyek yang seharusnya selesai di akhir tahun ini ternyata masih jauh dari rampung. Hal ini menunjukkan lemahnya perencanaan, baik dari segi waktu maupun kualitas pengerjaan.
2. Keselamatan Kerja Terabaikan
LIPPSU menemukan indikasi bahwa pekerja proyek tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) sesuai kontrak kerja. Pembiaran ini menambah daftar kelalaian pihak terkait.
3. Pengawasan Lemah
Pengawasan yang semestinya dilakukan oleh pihak Dinas justru terkesan adanya pembiaran. Padahal, proyek ini berada langsung di dalam lingkungan kerja instansi tersebut.
4. Manipulasi Sertifikasi
Ada dugaan kuat bahwa sertifikat pelaksana pengawasan kegiatan (PPK) terkesan diperoleh secara tidak sah. Jika benar, hal ini menjadi bukti buruknya integritas dalam project ini.
Ketimpangan Prioritas Pembangunan
Direktur eksekutif Azhari Sinik juga menyoroti bahwa projeky ini mencerminkan ketimpangan prioritas pembangunan di Kota Padangsidimpuan. Saat masyarakat masih bergelut dengan jalanan rusak, akses kesehatan yang minim, dan pengentasan kemiskinan, anggaran besar justru diarahkan untuk kebutuhan ruang kerja pejabat.
"Apakah renovasi kantor lebih mendesak dibandingkan menyelesaikan persoalan yang lebih nyata di masyarakat? Ini pertanyaan yang harus dijawab pemerintah," tegas Azhari.
Desakan Transparansi dan Akuntabilitas
LIPPSU meminta pemerintah untuk bersikap transparan terkait rincian anggaran, skala pekerjaan, dan proses tender. Selain itu, mereka mendesak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut indikasi KKN yang muncul dari proyek ini.
"Kami minta audit independen segera dilakukan. Jangan sampai uang rakyat hanya menjadi bancakan segelintir pihak. Pemerintah harus bertanggung jawab menjelaskan kepada publik," tegas Azhari.
Tanggung Jawab Moral dan Politik
Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah dituntut untuk memberikan contoh baik dalam pengelolaan anggaran. LIPPSU menegaskan, legitimasi pemerintah daerah akan dipertaruhkan jika project ini tidak dikelola dengan transparan.
"Kepemimpinan bukan hanya soal menjalankan projeck, tetapi juga soal memberi teladan. Ketika anggaran sebesar ini digunakan tanpa alasan yang masuk akal, publik berhak mempertanyakan moralitas dan kapabilitas pemerintah," tutup Azhari.
LIPPSU Tetap Mengawasi
LIPPSU berkomitmen untuk terus mengawal project yang dikelola oleh anggaran APBD Padangsidimpuan tahun 2024 ini yang begitu fantastis ditingkat daerah ini,hingga seluruh permasalahan terungkap. Mereka berharap pemerintah berani mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tata kelola project publik.
"Project ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak, bahwa anggaran publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan terus mengawasi hingga project ini selesai dengan transparan," pungkas Azhari.
Refleksi bagi Pemerintah
Project ini seharusnya menjadi momen refleksi bagi pemerintah Kota Padangsidimpuan. Di tengah keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan masyarakat, pengelolaan yang bijak dan adil adalah hal mutlak. Padangsidimpuan layak mendapatkan pemimpin yang mendahulukan kepentingan rakyat di atas segalanya.
Disisi lain, awak media mencoba menghubungi Sekretaris Dinas Perkim Padangsidimpuan untuk memastikan perjalanan project rehabilitasi kantor Dinas Perkim Padangsidimpuan yang menggelontorkan anggaran hampir 1 Milyar ini,sampai saat ini belum ada tanggapan bahkan diduga telah diblokir,hingga berita ini ditayangkan.zal
Medan sumut24.co Seorang pria yang dikabarkan merupakan pecatan Tentara, ditangkap Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, di Jalan Pelita, K
Hukum
Medan sumut24.co Adanya pemberitaan dibeberapa media terkait perkara penganiayaan berujung maut hingga meninggalnya korban bernama, Munawi
Hukum
sumut24.co ASAHAN , Kejaksaan Negeri Asahan kembali menunjukkan ketegasan dalam menegakkan aturan hukum dengan melaksanakan eksekusi putusa
News
sumut24.co ASAHAN , AlunAlun Rambate Rata Rata Kisaran tampak meriah dan penuh semangat pada Rabu (13/05/2026). Pukul 10.00 Wib, Jambore G
News
Transformasi TNI AD dan AI Jadi Sorotan Seminar Strategis di Seskoad Bandung, ini harapannya
kota
Siregar Sertifikasi Guru Adalah Cara Feodal Menipu Diri Sendiri, Bukan Solusi Kualitas Pendidikan
kota
Sampah, Energi, dan Masa Depan IndonesiaKetika Gunungan Sampah Bisa Menjadi &ldquoTambang Energi&rdquo Baru Negara
kota
Warga Medan Johor Tewas Tergantung di Jembatan Sungai Babura
kota
sumut24.co BALIGE, Berbekal ilmu pariwisata, mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan hadir untuk mengabdi di tengah masyarakat Ke
News
sumut24.co ASAHAN , Guna memperkuat peran dan kinerja kader di lapangan, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupat
News