MEDAN | SUMUT24
Minimnya memahami adat dan budaya di kalangan remaja, serta pergaulan bebas anak yang tidak terkontrol orang tua, salah satu faktor terjadinya pernikahan di usia dini dari hubungan sex secara bebas.
Baca Juga:
Ungkapan itu dikatakan, Shakila Oktarika salah seorang model yang baru bergabung dikomunitas ModelMedan kepada SUMUT24, Rabu (4/10) saat ditemui di Medan Resort City, Jalan Karya Jaya, Kecamatan Medan Johor.
“Sex bebas di Sumatra Utara khusunya di Kota Medan sudah tidak rahasia umuma. Sehingga, faktor yang mengarah kepada pernikahan diusia dini yang dapat merusak masa depan para remaja, seperti sudah menjadi kebutuhan,” ujarnya.
Menurutnya lagi, sex bebas terjadi juga di karenakan oleh faktor film porno yang beredar di media sosial. Sehingga, banyak remaja yang melihat, dan ingin melakukanya, meski awalnya hanya coba-coba.
Manisnya rayuan pria hidung belang yang akan haus sex sambung Shakila, bagi kaum wanita yang minim akan iman, dan tidak memandang negatip, pasti sudah menjadi sasaran tepat pria hidung belang.
Ditambahkannya, untuk kalangan wanita model, bukanlah jaringan prostitusi online, meski banyak masyarakat yang memandang kalau model wanita adalah negatif, karena memandang dengan cara berpakainnya.
“Mskipun cara berpakain yang sexi, model tidak terpengaruh dengan sex bebas. Mereka hanya menampilkan pose yang sexi, dan memiliki gestur yang menggoda saja. Karena model mempunyai seni yang menampilkan pose lekukan postur tubuh yang hindah,” tuturnya.
Rika berharap kedepanya para remaja dapat mengetahui cara bergaul yang baik dan terarah, agar tidak merugikan diri sendiri dan dapat membanggakan orang tua.
“Insya Allah kedepannya masyarakat dapat memahami perbedaan kalangan prostitusi online dengan kalangan model. Banyak diluar sana yang menggunakan pakaian tertutup, tapi tingkah lakunya berbuat dan melakukan hal yang negatif, mungkun dengan cara seks bebas,” pungkasnta.(W02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News