Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
kota
Medan | Sumut24 Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus mengawasi pergerakan perusahaan pembiayaan khususnya yang berkaitan dengan bunga kredit yang dinilai rawan praktik kartel.
Baca Juga:
- Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
- Wabup Solok H. Candra Buka Peluang Investasi Hijau Bersama Delegasi Korea. Dorong Teknologi Lingkungan untuk Masa Depan Kabupaten Solok
- Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
Kepala Kantor KPPU Medan, Abdul Hakim Pasaribu mengungkapkan, pihaknya telah lama mengawasi setiap perusahaan pembiayaan yang ada di Indonesia, termasuk di Sumut. “Bunga kredit pada perusahaan pembiayaan rawan kartel karena tidak ada batas atas untuk suku bunga,” katanya, Senin (6/6).
Menurut dia, potensi terjadinya praktik kartel yang dilakukan oleh perusahaan pembiayaan semakin terbuka karena regulator, khususnya OJK dan BI yang bersentuhan langsung dengan sektor itu belum mengeluarkan aturan yang mengatur batas atas bunga kredit perusahaan pembiayaan.
Selain itu, hingga saat ini masih banyaknya masyarakat yang kurang bankable atau tidak memenuhi kriteria untuk mengajukan kredit di perbankan membuat masyarakat ramai-ramai meminjam uang di lembaga pembiayaan nonbank.
“Saat permintaan tinggi, bisa jadi mereka akan menaikkan bunga kredit dan kemungkinan akan bersama-sama sepakat untuk menetapkan bunga yang cukup tinggi,” jelasnya.
Kemungkinan itu juga bisa semakin berpotensi terjadi jika perusahaan pembiayaan tergabung dalam perkumpulan atau asosiasi sehingga sangat memudahkan mereka untuk berkoordinasi melakukan praktik kartel. Apalagi jika asosiasi memfasilitasi hal itu.
“Saat ini kami terus mendalami sektor ini, jangan sampai terjadi praktik-praktik yang merugikan konsumen atau masyarakat pada umumnya,” tandasnya.
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Medan Herry Hermana mengatakan, praktik kartel bunga kredit sulit terjadi karena masing-masing perusahaan terlibat dalam persaingan yang sangat ketat.
“Bahkan masing-masing perusahaan berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan menawarkan bunga rendah dan fasilitas lain,” katanya .
Herry mengungkapkan suku bunga pembiayaan terjadi atas dasar mekanisme pasar dan masing-masing perusahaan telah menghitung sesuai dengan cost of fund yang dimiliki. Dia mengungkapkan bila perusahaan pembiayaan memperoleh dana murah dari perbankan maka rate yang ditawarkan ke nasabah pembiayaan juga akan ringan.
Menurutnya, sangat sulit bagi perusahaan pembiayaan untuk melakukan kartel karena jumlah perusahaan pembiayaan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan persaingan semakin ketat dan masing-masing perusahaan berusaha mencari keuntungan sendiri dengan menawarkan fasilitas masing-masing.
“Tidak mungkin ada kartel, walaupun kami berkawan di asosiasi, tapi sesungguhnya kami bersaing ketat di luar,” tegasnya.
Lanjutnya, kegiatan usaha perusahaan pembiayaan di Medan dan sekitarnya terdiri dari investasi, modal kerja, multiguna dan pembiayaan lain yang disetujui OJK. Dari tiga segmen tersebut, katanya, 50% pembiayaan di Medan dikuasai oleh pembiayaan kendaraan bermotor, yakni mobil dan sepeda motor.
APPI Medan mencatatkan masih 32 perusahaan pembiayaan yang menjadi anggota asosiasi, dari 60 perusahaan pembiayaan beroperasi di daerah itu. Dia mengungkapkan APPI Medan pun tidak mengatur dan terlibat dalam pembentukan suku bunga pembiayaan di pasar.
“Semuanya tergantung pasar. Dan saat ini masyarakat semakin pintar sehingga mereka bisa menilai mana perusahaan yang baik dan tidak,” tandasnya.(W04)
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
kota
Wabup Solok H. Candra Buka Peluang Investasi Hijau Bersama Delegasi Korea. Dorong Teknologi Lingkungan untuk Masa Depan Kabupaten Solok
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky Cek Dapur SPPG, Pastikan Makanan Aman dan Higienis
kota
El Adrian Shah Buka Peluang Reshuffle Pengurus DPD Hanura Sumut
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai tidak melarang para pedagang berjualan di kawasan AlunAlun Sultan Abdul Jali
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan relokasi sementara Chapel USU sebagai bagian dari penataan dan renovasi fasili
kota
Dibekali Pembekalan Digital, 39 Duta Pramuka Padang Lawas Resmi Dilepas Menuju Jamnas XII Cibubur
kota
Adu Jeli dan Kekuatan, Ratusan ASN Pemkab Madina Semarakkan Lomba Tradisional HUT ke81 RI
kota
Bukan Cuma Kenyang, Pemko Padangsidimpuan Soroti Asupan Gizi Korban Bencana Lewat Bantuan Telur dan Kacang Hijau
kota