Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Minta Perangkat Daerah Terapkan ASB Secara Konsisten
sumut24.co MedanPemko Medan berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai bagian utama dari upaya me
kota
PANYABUNGAN | SUMUT24
Baca Juga:
- Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Minta Perangkat Daerah Terapkan ASB Secara Konsisten
- Pemkab Solok Teken Kerja Sama Dengan Kemenkumham dan PLN, Dorong UMKM dan Optimalisasi PAD.
- Wali Kota Medan Raih Penghargaan LPM Award 2026, Komitmen Dalam Mendukung Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Menuju Indonesia Mau
Empat hari pasca dilantik menjadi Gubernur Sumut, Ir H Tengku Erry Nuradi MSi ziarah ke Makam Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah Purba Baru, Syekh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily di Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Minggu sore (30/5).
Saat tiba, rombongan Gubernur Sumut langsung disambut pihak pengelola Ponpes Musthafawiyah Purba Baru dan sejumlah tokoh agama. Kemudian rombongan memasuki komplek pemakaman yang tepat berada di bagian depan, seberang komplek pompes. Prosesi ziarah berlangsung sederhana, namun khusuk dipimpin salah seorang guru Ponpes Musthafawiyah Purba Baru.
Usai ziarah, rombongan kemudian bersilaturahmi ke rumah H Mustfa Bakri Nasution, cucu Syekh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily, tepat di samping komplek kuburan.
Dalam kesempatan itu, Tengku Erry Nuradi mengatakan apresiasi karena Ponpes Masthafawiyah telah banyak melahirkan ulama hingga di kenal dengan julukan ‘Kota Sejuta Satri’ dan ‘Madina Serambi Mekah Sumatera Utara’.
“Ini adalah citra yang layak kita banggakan. Dari Pondok Pesantren Musthafawiyah ini telah banyak lahir dai-dai, ustadz-ustadz dan tokoh-tokoh agama yang terkenal,” sebut Erry.
Peran pesantren di masa mendatang, sebut Erry, tidak lagi sebatas melahirkan tokoh-tokoh agama, tetapi lebih dari itu, sebagai wadah menciptakan SDM handal berbagai bidang yang menguasai Iman dan Taqwa (Imtaq) dan Iman dan Teknologi (Imtek).
“Ditengah dekradasi moral generasi muda saat ini akibat peredaran narkoba dan budaya asing yang tidak baik, kita membutuhkan SDM-SDM yang mampu menularkan kesalehan sosial, tidak hanya kesalehan personal,” ujar Erry.
Kesalehan sosial, sebut Erry, akan mengajarkan budaya peduli dilingkungan masyarakat. “Budaya saling tolong menolong, peduli terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu, bagian dari kesalehan sosial yang saat ini mulai luntur dari kultur masyarakat kita,” papar Erry.
Secara terpisah, Bupati Madina H Dahlan Hasan Nasution mengatakan, Ponpes Mustafawiyah Purba Baru merupakan salah satu pondok pesanten pertama dan tertua di Indonesia yang berdiri 105 tahun lalu. Saat ini memiliki santri dan satriwati sebanyak 10.400 orang.
“Dari jumlah itu, yang bayar uang sekolah di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru hanya sebagian kecil saja. Anak yatim, anak tenaga pendidik di Pesantren Musthafawiyah dan anak dari keluarga kurang mampu, tidak dibebani uang sekolah,” jelas Dahlan.
Kendati demikian, pihak pengelola Ponpes Musthafawiyah terus melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik. “Pemkab Madina telah menyiapkan kebun untuk pesantren yang nantinya, hasil kebun akan digunakan untuk kebutuhan operasional pesantren. Tetapi kebun ini tentu tidak cukup. Masih banyak kebutuhan lain yang sangat mendesak,” tambah Dahlan.
Asrama tempat tinggal untuk santri dan satriwati misalnya. Dengan populasi yang terus bertambah tiap tahun, ketersediaan asrama Ponpes Mustafawiyah Purba Baru tidal lagi mencukupi. “Di asrama putri, saat ini kepala ketemu dengan kaki. Sangat padat. Itulah kondisinya saat ini. Pemerintah Kabupaten Madina berterima ksih karena ke Pak Gubernur karena telah menjembatani dengan menteri PU untuk pembangunan asrama putra dan puteri Pesantren Mustafawiyah Purba Baru,” papar Dahlan.
Selain itu, ketersediaan air layak konsumsi juga menjadi persoalan yang harus segera mendapat solusi. “Air yang digunakan para santri selama ini adalah air sungai yang mengalir dari Gunung Sorik Marapi. Dahulunya air panas. Setelah dialirkan ke bawah, airnya tidak panas lagi. Baik mengurangi gatal-gatal, tetapi kalau di minum rasanya anyep karena mengandung belerang tinggi,” sebut Dahlan.
Selain Ponpes Purba Baru, banyak pesantren lain yang tersebar di Kabupaten Madina membutuhkan perhatian. Ziarah tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Gubernur Sumut ke Kabupaten Madina dalam rangka membuka Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah Sumatera Utara (Pospedasu) ke VI yang terpusat di lapangan Tapian Siri-siri Syariah, kompleks perkantoran Panyaloting Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina. (W03)
sumut24.co MedanPemko Medan berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan Analisis Standar Belanja (ASB) sebagai bagian utama dari upaya me
kota
Pemkab Solok Teken Kerja Sama Dengan Kemenkumham dan PLN, Dorong UMKM dan Optimalisasi PAD.
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meraih penghargaan LPM Award 2026 atas dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat
kota
Menjaga Setiap Rupiah Dana BOS, Bank Sumut dan Disdik Dorong Tata Kelola Sekolah Berbasis Digital
kota
SERGAI Sumut24.co Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Utara menggelar kegiatan Penanaman Tanaman Pohon Pelindung d
News
JAKARTA Ketua Umum GARUDA 08, Syamsul Rizal, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik In
Politik
Medan Bagi sebagian mahasiswa, hari pertama memasuki dunia perkuliahan mungkin identik dengan duduk di ruang kelas, berkenalan dengan te
Profil
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Launching Program 1 Rumah 1 Komposter di Alahan Panjang
kota
Wabup Solok H. Candra Buka Peluang Investasi Hijau Bersama Delegasi Korea. Dorong Teknologi Lingkungan untuk Masa Depan Kabupaten Solok
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Pimpin Sertijab Kasat Samapta, AKP Yusup Resmi Gantikan AKP Irwan
kota