Sudah Lapor Mendagri Berobat Ke Luar Negeri, Rico Waas Tegaskan Tidak Gunakan Dana APBD
sumut24.co Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengaku kepergiannya berobat ke luar negeri sudah melapor ke Kementerian Dalam
kota
LABURA | SUMUT24
Baca Juga:
Sungguh luar biasa perilaku Kelompok Tani (Koptan) Kampung Berangir, Desa Sei Raja, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
Pasalnya, sang Ketua Koptan terlalu nekat, diduga jual Lembu Bantuan Pemerintah kepada salah seorang warga yang juga adik kandung Kepala Dusun Kampung Berangir.
Terbongkarnya kebobrokan di tubuh Kelompok Tani tersebut dari pengakuan salah seorang warga dusun Kampung Berangir yang juga anggota Koptan.
Pria yang minta namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan itu mengaku hanya diberi uang Rp 400 ribu, karena dianggap tidak mampu untuk mengurus Lembu bantuan Pemerintah tersebut.
“Iya pak, saya ada terima uang Rp 400 ribu. Uang saya terima karena tidak mampu mengurusnya”, katanya Jumat malam kemarin (18/10) melalui ponselnya kepada Sumut24.
Lagi, Ketua Koptan Kampung Berangir H. Rambe diam seribu bahasa, saat dikonfirmasi, Sabtu melalui pesan WhatsApp nya. Ia belum mau menjawab konfirmasi Sumut24, padahal HP miliknya dalam keadaan aktip.
Perlu diketahui, Koptan Kampung Berangir dapat bantuan Lembu dari Pemerintah Kabupaten Labura untuk di kembangbiakkan sebanyak 6 ekor. Untuk 1 ekor Lembu dibagi kepada 7 orang anggota Koptan.
Lalu, si pembeli diduga membayar kepada anggota Koptan, masing-masing Rp. 400 ribu per orang. Di lihat dari kasat mata berarti harga 1 ekor Lembu tersebut dihargai Rp. 2,8 juta.
Diberitakan, Ketua Koptan Mencak- Mencak
Ketua Kelompok Tani Kampung Berangir, Desa Sei Raja Hasanuddin Rambe Mencak- Mencak, setelah diberitakan soal dugaan penjualan Lembu bantuan dari Pemerintah Kabupaten Labura
Ia melarang wartawan untuk mengekspose berita tersebut. Parahnya lagi, dengan adanya berita tersebut, ia menyebut wartawan telah merusak nama kelompok Tani yang dipimpinnya.
“Maaf ya katua, janganlah ketua merusak Rumah Rumah Tangga Kelompok Tani Kami, kita memang orang dusun, cari dulu kebenarannya,” katanya melalui pesan WhatsApp Sumut24, Senin (21/10).
Selain itu, ia menuding wartawan kalau mau uang jangan merusak Kelompok Taninya, karena masih banyak didusun lain kegiatan diduga ilegal.
*Abng mau uang didusun Masihi itu banyak CV dan Galian c”, tambahnya.
Menanggapi itu, B. Matondang tokoh Masyarakat Desa Sei Raja, Kecamatan NA IX-X menyebutkan akan melaporkan dugaan penyelewengan tersebut. Ia berharap pihak penegak hukum untuk turun ke dusun Kampung Berangir.
” Kita harapkan pihak Kejaksaan maupun Polres Labuhanbatu untuk turun melakukan penyelidikan adanya dugaan penyelewengan bantuan dari Pemerintah berupa Lembu kepada Koptan Kampung Berangir”, pintanya, Rabu (23/10) kepada Sumut24. (Indra).
sumut24.co Medan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, mengaku kepergiannya berobat ke luar negeri sudah melapor ke Kementerian Dalam
kota
Pemerintah Kabupaten Solok Gelar Gerak Jalan Santai dan Senam Bersama di GOR Batubatupang Kotobaru
kota
"KAPAN ADA PENETAPAN TSK RS.ROYAL PRIMA?"
kota
sumut24.co ASAHAN, Demi memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta menjaga keamanan lingkungan, Polres Asahan kembali menunj
News
Polda Sumut Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Polri Bersama Presiden Prabowo, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
News
Heboh Dugaan Makanan Berulat pada Program MBG di Penggorengan Madina, Wali Murid Soroti Kualitas dan Higienitas
kota
Tak Ada Ruang untuk Mafia Solar, Polres Tapsel Intensifkan Pengawasan SPBU
kota
Berkas Sudah P21? Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Masalah Legalitas Lahan PT Barapala
kota
Heboh! 900 Liter Solar Subsidi Diamankan di Paluta, Polisi Dalami Keterlibatan SPBU
kota
Rem Diduga Blong di Jalur Menurun Sipirok, Truk Fuso Hantam Hilux hingga Masuk Parit
kota