Baca Juga:
Madina | Sumut24.co
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program nasional pemerintah pusat kembali menjadi sorotan publik. Program yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah itu kini menuai perhatian setelah muncul dugaan makanan tidak layak konsumsi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
MBG sendiri merupakan program prioritas nasional yang menyasar pelajar mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah secara bertahap. Program ini juga menjadi salah satu janji politik Presiden RI Prabowo Subianto saat masa kampanye.
Namun di lapangan, pelaksanaan program tersebut dinilai masih menghadapi berbagai persoalan. Di sejumlah daerah sebelumnya sempat muncul laporan terkait makanan yang diduga menyebabkan keracunan, kualitas makanan yang dianggap kurang layak, hingga kuota penerima yang belum sesuai harapan masyarakat.
Terbaru, dugaan persoalan muncul di Kabupaten Mandailing Natal. Informasi yang beredar menyebutkan adanya makanan MBG yang diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi karena ditemukan berulat.
Kasus tersebut disebut terjadi di wilayah Kecamatan Panyabungan. Selain itu, muncul pula sorotan terkait proses pengolahan makanan di Kecamatan Bukit Malintang yang diduga kurang higienis karena alat masak disebut dicuci di sungai.
Situasi ini memicu kekhawatiran para wali murid terkait standar kebersihan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada siswa penerima program MBG.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Penggorengan Kecamatan Panyabungan berinisial FR saat dikonfirmasi sejumlah awak media pada Selasa (12/5/2026), belum memberikan penjelasan rinci terkait dugaan makanan berulat tersebut.
Saat dimintai tanggapan mengenai kualitas makanan, sertifikasi juru masak, hingga mekanisme pengajuan sekolah penerima MBG, FR hanya menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan kepala sekolah yang mengajukan program penerima MBG.
Namun, terkait pertanyaan mengenai dugaan makanan berulat, tidak ada penjelasan lebih lanjut yang diberikan.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah media kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Mandailing Natal juga belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Masyarakat berharap program MBG benar-benar menjadi solusi peningkatan gizi anak sekolah, bukan justru menimbulkan persoalan baru di lapangan. Pasalnya, kualitas makanan dinilai sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak serta peningkatan sumber daya manusia di masa depan.
Pengawasan ketat terhadap distribusi, pengolahan makanan, hingga standar kebersihan dapur MBG kini menjadi perhatian publik agar program nasional tersebut dapat berjalan sesuai tujuan awalnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News