Sabtu, 04 Juli 2026

PJ Bupati dan Komisi III DPRD Kab. Pakpakbharat Kunjungi Model Pertanian di Tanah Karo

Administrator - Rabu, 31 Juli 2019 14:48 WIB
PJ Bupati dan Komisi III DPRD Kab. Pakpakbharat Kunjungi Model Pertanian di Tanah Karo

Pakpak Bharat | Sumut24

Baca Juga:

Suasana santai dan sesekali diselingi gurauan mengiringi Pj. Bupati Pakpak Bharat, Dr. H. Asren Nasution, MA, yang membawa Komisi III DPRD Kab. Pakpak Bharat, mengunjungi Pusdiklat Starbucks Trading Company perwakilan Indonesia, di Desa Dolat Rakyat, Kabupaten Tanah Karo, kemarin.

Ikut dalam rombongan, Juanda Banurea, Habonaran Cibro, Sabar Manik, Anthony Effendi Berutu, dan Togatorop Sinamo dan disambut baik General Manager-nya, Surip Mawardi beserta jajaran.

Berkeliling lokasi pusdiklat seluas 0,5 Ha tersebut bupati menyaksikan berbagai tanaman kopi yang dibudidayakan. Ada juga tanaman pendukungnya dan berbagai hewan yang dipelihara disana.

Pj. Bupati yang didampingi Asisten Administrasi dan Pembangunan, Supardi Padang, SP, MM dan Ka. Dinas Pertanian, Sunardi, SP merasa antusias dengan pola pertanian yang ditawarkan pusdiklat ini.

Menurut Surip, pola pertanian keluarga dengan bertanam kopi dibarengi dengan hewan ternak, khususnya kambing dan ayam, merupakan pola yang saling melengkapi.

“Ini adalah Integrated Farming System, atau sistem pertanian terpadu yang menggabungkan semua komponen pertanian dengan mengedepankan ekonomi berbasis teknologi ramah lingkungan dan optimalisasi semua sumber energi yang dihasilkan sekaligus menjadi kunci ketahanan pangan keluarga”, jelasnya.

Terlihat varietas kopi yang ditanam dan dikembangkan Starbucks untuk dikembangkan kepada para petani kecil yang membutuhkan antara lain Andungsari 1, Gayo 1 dan Sigarar Utang, yang tumbuh di bawah lindungan pohon Lamtoro Gung varietas PG79.

“Karena pada hakikatnya pohon kopi membutuhkan tanaman pelindung dan yang paling cocok adalah Lamtoro varietas PG 79 ini”, jelas Surip sembari mencontohkan pemberian pakan kambing dengan memberi daun Lamtoro.

Integrated Farming semakin terasa saat terlihat puluhan ekor ayam yang hidup dilepas bebas mengkais tanah di bawah tanaman kopi dan menjadi predator alami bagi tanaman kopi. Kotoran kambing, termasuk air seninya juga dimanfaatkan sebagai pupuk alami yang berkualitas bagi tanaman kopi. “Bagi kami daging kambing dan ayam yang sesungguhnya menjadi limbah”, jelas Surip dengan nuansa bercanda karena menurut beliau prioritas utama adalah pemanfaatan pupuk kandang dari hewan yang dipelihara.

Pj. Bupati sangat mengagumi peran Starbucks dalam dedikasinya untuk pengembangan para petani kopi kecil dan Indonesia termasuk dalam 9 negara terpilih untuk pengembangan ini, dan berkomitmen membeli kopi dari para petani kecil.

“Dengan membawa jajaran DPRD, khususnya komisi III kemari, akan membuka peluang meningkatkan kesejahteraan petani di Pakpakbharat. Apalagi iklim dan ketinggian tanahnya sangat sesuai untuk bertani kopi serta pengembangan hewan ternak seperti ini,” ujar Asren Nasution.

Selain ke lokasi Pusdiklat, rombongan juga mengunjungi kelompok tani kopi milik kelompok tani Sinergi Fajar Harapan di Kecamatan Tiga Panah dan menyaksikan langsung pola tanam yang dilakukan dengan menggunakan metode Pagar Ganda Segitiga (PGS) serta penggemukan hewan Lembu dan peternakan Kambing untuk diambil susunya.(RBM)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rokok Polosan Tanpa Cukai Kian Marak di Medan
Musa Rajekshah Ajak Kader HMI Jaga Idealisme dan Persatuan Bangsa dalam LK II Nasional HMI Korkom UNJ
Hadir Langsung di Langkat, Ketum PWI Pusat Puji Farianda Sukses Rawat Kebersamaan Wartawan Sumut
Wakil Bupati Tiorita Promosikan Potensi Langkat di PRSU ke-50, Beragam Produk Unggulan Ditampilkan
Stan UPT Taman Budaya Sumut Angkat Warisan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Gerak Cepat Rico Waas di Medan Labuhan: Dari Penanganan Banjir, Beton Jalan Utama, Perbaikan LPJU, hingga Layanan Adminduk
komentar
beritaTerbaru