Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh*
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
SERDANG BEDAGAI | SUMUT24.co
Baca Juga:
Ribuan ikan ditemukan mati mendadak di seputaran Sungai Rampah hingga Sungai Bedagai Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Kematian ribuan ikan itu diduga karena air sungai telah tercemar limbah pabrik tapioka milik PT Sari Tani Sumatera (STS) yang beralamat di Desa Cempedak Lobang Kecamatan Sei Rampah.
Salah seorang warga yang tak ingin namanya ditulis, Selasa (7/5) kepada wartawan menuturkan, peristiwa matinya ribuan ikan itu sudah terjadi sejak Jumat (3/5) lalu. Dia juga mengatakan, kematian ikan juga terjadi hampir di semua titik di Sungai Rampah maupun Sungai Bedagai.
“Diperkirakan jumlah yang mati ribuan. Disepanjang sungai, bisa dilihat banyak ikan yang mati,” tuturnya.
Dia juga menyebut, keadaan ini membuat warga yang umumnya bekerja sebagai nelayan sungai, menjadi resah karena tangkapan berkurang drastis. Bagi warga, lanjut dia, keberadaan sungai tersebut dinilai sangat penting karena mereka menggantungkan hidup dari sana.
“Kami di sini ya mengeluhkan kondisi ini. Karena penghasilan kami kan dari ikan-ikan di Sungai Rampah Hingga Sungai Bedagai,†katanya.
Dilihat dari kondisi air sungai saat ini, warga menduga ribuan ikan mati mendadak karena air sungai yang tercemar limbah tapioka milik PT STS. Dikatakan, ada kebocoran kolam limbah dari pabrik pengolahan tapioka di desa tersebut sehingga limbah mengalir ke sungai.
“Kami memang tidak tahu pasti apa penyebabnya. Kuat dugaan dari limbah pabrik atau bisa jadi juga karena yang lain. Kami hanya berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini,†katanya.
Sementara itu, guna menelusuri informasi tersebut, beberapa awak media mencoba mengonfirmasi langsung ke PT STS. Namun, saat awak media tiba di PT STS, salah seorang Security yang tak ingin namanya dikorankan mengaku kalau pemimpin perusahaan itu tengah check up ke luar negeri.
“Bapak sedang berobat. Kalau Humas perusahaan sedang keluar. Kami tak bisa berkomentar tentang hal itu (kematian ribuan ikan),”ujarnya singkat.
Ketika mencoba meminta nomor telepon dari Pemimpin Perusahaan maupun Humas agar bisa dikonfirmasi via seluler, Security itu tak memberi nomornya dengan alasan tidak mengetahui berapa nomor kontak dari pimpinannya itu.(Bdi)
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke80,Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
News
Begini Kronologis OTT KPK Libatkan Pejabat dan Mantan Pejabat
News
Cegah Banjir Sejak Dini, Dandim 0212/Tapsel Bersama Sekda Padangsidimpuan Tanam Pohon Serentak
kota
HUT Bhayangkara ke80, Wabup Atika Hadiri Doa Lintas Agama di Polres Madina, Kapolres Tegaskan Komitmen Polri Humanis
kota
13 Personel Polres Padangsidimpuan Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke80, Aksi Heroik Tambal Jalan Berlubang Jadi Sorotan
kota
Pejabat dan Mantan Pejabat Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Jubir Budi Prasetyo Masih Bungkam
News
Mantan Anggota DPRD Sumut Dikabarkan Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Pejabat Tinggi Langkat
kota
Pejabat Tinggi Langkat Dikabarkan Terkena OTT KPK, Sekda Amril Belum Beri Tanggapan
kota
sumut24.co ASAHAN, Kondisi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan Kabupaten Asahan memicu kekhawatiran
News