Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh*
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Tigapanah I SUMUT24
Baca Juga:
Menyambut bulan puasa, pengusaha kol di Desa Lambar, Kec. Tigapanah, meminta Pemkab Karo melalui Dinas Pertanian untuk peduli dan ikut mencari solusi terkait persoalan pengiriman kol ke Jakarta selain ekspor ke Taiwan.
Hal ini dikatakan Nuel Sitepu selaku pengusaha saat melepas satu armada kontainer pengiriman kol ke Jakarta oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana didampingi pejabat lainnya, Selasa (30/4).
Menurut Nuel, saat ini mereka kelimpungan untuk mendapatkan armada/truk kontainer pengangkutan untuk disewa, akibat maraknya calo “Armada” sehingga tingginya biaya persaingan usaha, mengembangkan sayur Kol dari tanah karo khususnya ke daerah Jakarta sekitarnya menuai kendala.
Bayangkan Pak Bupati, kalau kami yang mencari dan menyewa armada truk kontainer, sangat sulit mendapatkan, harus melalui pihak ke tiga, itulah “Calo” disinilah kerap kami dinaikkan ongkos kontainer ini.
“Seharusnya jika langsung kepada pemilik truk kontainer kami bisa bayar sewa satu kontainer sekali jalan 17 juta, tapi melalui Calo, kami harus bayar Rp24 juta,” keluhnya.
Untuk itu, kami minta Bupati Karo segera turun tangan bantu kami Tertibkan dan carikan solusi agar calo tidak bergentayangan lagi saat kami butuhkan, sebab berpengaruh kepada nilai jual beli kol, sebagai sasaran empuk.
“Kol miliknya saat ini harga jual satu Jaring dipasaran daerah Jakarta Rp 65.000-Rp 70.000.- harga ini masih stabil, sedangkan satu Jaring bervariasi ada isi 8-10 buah kol, dan dirinya mengakui pengiriman ke Jakarta sebanyak 3 Truk kontainer dilakukannya dalam satu Minggu,” tambahnya.
Menyahuti penyampaian keluhan pengusaha Kol adanya “Calo Armada “berkeliaran bupati Karo Terkelin Brahmana mengatakan, kita akan tindaklanjuti dan melibatkan lintas sektoral, lintas stakeholder, lintas pemangku kepentingan lainnya, begitu juga DPRD karo, serta Polisi untuk mengadakan rapat bersama segera.
“Iya, saya baru dengar ada sekarang Calo Armada, setelah kami diundang pengusaha kol tadi untuk melepas truk kontainer bermuatan kol ke Tangerang Jakarta. Jelas ini akan berdampak kepada harga jual beli kol, bagi masyarakat petani,” tegasnya.
Selanjutnya, setelah surat dari asosiasi pengusaha kol masuk ke Pemkab Karo sesuai tadi kesepakatan ,maka dalam waktu dekat ini pihak berkompeten lembaga KPPU (komisi pengawas persaingan usaha) di Medan selaku penentu kebijakan persaingan usaha, kita undang untuk hadir nantinya saat rapat diadakan di kab. Karo.
Kadis Pertanian Sarjana Purba angkat bicara kedepan kita rencanakan sesuai instruksi Bupati karo lokasi yang berada dibandar tongging kec. Merek milik Pemkab Karo akan kita jadikan STA (stasiun terminal akhir) truk truk kontainer.
“Ini salah satu untuk menangkis alasan para ekpidisi /pemilik truk yang selalu mengatakan kepada pihak pengusaha, berikan kami tempat mangkal, sebagai pool menunggu antrian,” ujarnya. (lin)
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke80,Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
News
Begini Kronologis OTT KPK Libatkan Pejabat dan Mantan Pejabat
News
Cegah Banjir Sejak Dini, Dandim 0212/Tapsel Bersama Sekda Padangsidimpuan Tanam Pohon Serentak
kota
HUT Bhayangkara ke80, Wabup Atika Hadiri Doa Lintas Agama di Polres Madina, Kapolres Tegaskan Komitmen Polri Humanis
kota
13 Personel Polres Padangsidimpuan Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke80, Aksi Heroik Tambal Jalan Berlubang Jadi Sorotan
kota
Pejabat dan Mantan Pejabat Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Jubir Budi Prasetyo Masih Bungkam
News
Mantan Anggota DPRD Sumut Dikabarkan Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Pejabat Tinggi Langkat
kota
Pejabat Tinggi Langkat Dikabarkan Terkena OTT KPK, Sekda Amril Belum Beri Tanggapan
kota
sumut24.co ASAHAN, Kondisi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan Kabupaten Asahan memicu kekhawatiran
News