Jumat, 03 Juli 2026

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ngabalin Diusir Mahasiswa UINSU

Administrator - Kamis, 21 Maret 2019 14:49 WIB
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ngabalin Diusir Mahasiswa UINSU

Medan I SUMUT24

Baca Juga:

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin diusir massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) saat memberikan kuliah kebangsaan di Aula Kampus 1 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Medan, Kamis (21/3).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat Ngabalin menjadi salah satu pemateri kuliah kebangsaan yang bertemakan industri 4.0. Tiba-tiba terdengar teriakan massa mahasiswa yang mengusirnya.

Ngabalin yang mendengar teriakan massa, langsung keluar dan mengklarifikasi kehadirannya bukan untuk tujuan politik.

Namun klarifikasinya ditolak massa mahasiswa. Terdengar para mahasiswa yang berteriak. ‘Pulang kau, pulang kau, usir, usir, usir’. Ngabalin tampak hanya tersenyum menanggapi teriakan para mahasiswa lalu meninggalkan acara.

Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa UINSU Boby Harahap mengatakan, aksi ini sengaja dilakukan untuk menjaga independensi kampus. Sebab, Ngabalin dinilai sebagai bagian dari tim sukses pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf.

“Tim siapa pun yang datang di kampus akan diusir, karena kampus adalah tempat mahasiswa untuk belajar, tidak boleh dilakukan sebagai lahan politik praktis dan kepentingan pribadi,” ujar Boby.

Boby mengatakan kehadiran Ngabalin di UINSU memiliki indikasi yang bermuatan politis yang dikemas dalam dialog wawasan kebangsaan yaitu industri 4.0 .

Reaksi massa, kata Boby, berlangsung spontanitas, berawal saat Ngabalin menyampaikan materi dengan menampilkan foto dan video Jokowi.

“Itukan enggak rasional. Foto dan video beredar dan suasana di dalam itu ricuh dan riuh, jadi kita melaksanakan aksi pada saat Ngabalin sedang presentasi, kita usir beliau kemudian pergi,” ujar Boby

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UINSU Amroeni Drajat saat dikonfirmasi membantah kalau kegiatan itu bermuatan politis.

“Pada hari ini kami mengadakan kegiatan (dari) Kominfo tentang (masalah) menghadapi revolusi industri,” ujar Drajat .

Amroeni juga mengatakan pada kegiatan itu sama sekali tidak ada kegiatan politik.

“Perlu diluruskan bahwasanya di dalam kegiatan ini tidak ada politisasi. Adapun (bila) sebagian dari mahasiswa menafsirkan sebagai kegiatan politik di kampus, itu sebuah kewajaran (melibatkan),” tambah Drajat .

Terkait aksi mahasiswa tersebut, kata Drajat pihak kampus nantinya akan memberikan pengertian agar tidak terjadi kesalahpahaman.

“Acara ini pada hakikatnya (dialog) untuk unsur kebangsaan untuk menghadapi 4.0. Kalau sanksi (tidak ) ada, kita berikan pemahaman. Kalau saya rasa idealisme yang mendorong (mahasiswa ) melakukan (aksi) itu,” ungkap Drajat. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh*
Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke-80,  Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
Begini Kronologis OTT KPK Libatkan Pejabat dan Mantan Pejabat
Cegah Banjir Sejak Dini, Dandim 0212/Tapsel Bersama Sekda Padangsidimpuan Tanam Pohon Serentak
HUT Bhayangkara ke-80, Wabup Atika Hadiri Doa Lintas Agama di Polres Madina, Kapolres Tegaskan Komitmen Polri Humanis
13 Personel Polres Padangsidimpuan Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke-80, Aksi Heroik Tambal Jalan Berlubang Jadi Sorotan
komentar
beritaTerbaru