Pemilik Klaim Tanah Gedung Koperasi Merah Putih Bukit Mesara, Lokasi Dipagari Kawat Duri
Kota Jantho Lokasi pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Gampong Bukit Mesara, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar dipagari ol
News
Pekanbaru – SUMUT24
Baca Juga:
Ipda Auzar meninggal dunia akibat serangan terduga teroris di Polda Riau. Dia ditabrak terduga teroris.
Ipda Auzar sebenarnya sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Riau, Rabu (16/5/2018). Namun nyawanya tak tertolong.
Ipda Auzar merupakan Pamin 2 SI SIM Subditregident Ditlantas Polda Riau. Dia berusia 56 tahun.
“Iya (Ipda Auzar) meninggal, ketubruk mobil Avanza yang dibawa teroris,” ujar Kasubdit Jatanras Polda Riau AKBP Asep Iskandar.
Ada dua polisi lain yang menderita luka, salah satunya anggota provos.
Total ada 8 terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau. Empat di antaranya kabur, sedangkan 4 lainnya ditembak polisi. Kabarnya, 4 orang yang ditembak polisi itu tewas. (dtc/w07)
Kota Jantho Lokasi pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Gampong Bukit Mesara, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar dipagari ol
News
MEDAN, SUMUT24.CO KONI Sumatera Utara terus mematangkan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Salah satunya dengan mela
Sport
Medan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Kamis (14/5/2026) dinihari menggerebek sarang narkoba di kampung Jalan Dena,i G
Hukum
Sehari, Polda Sumut Ungkap 23 Kasus Narkoba dan Amankan 26 Tersangka
kota
Dugaan Hilangnya Barang Bukti Mobil Pick Up dan Plang Besi Kasus Pencurian di Beringin Jadi Sorotan "
kota
MEDAN SUMUT24.CO Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto SH MH memberikan apresiasi kepada Kapolda Sumut, Irjen
News
MEDAN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai capaian dan prestasi yang diraih K
News
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kota
sumut24.co MEDAN , Kepengurusan Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Medan untuk masa bakti 20262028 resmi dilantik dalam acara khidmat ya
kota
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
kota