Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kotaBalige | SUMUT24
Baca Juga:
Lemahnya penanganan dugaaan kasus korupsi di Kabupaten Toba Samosir yang hingga kini belum dituntaskan oleh Kejaksaan Negeri Tobasa, kembali mengundang aksi oleh komunitas masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemuda Toba di depan Kantor Kejari Tobasa, Balige, Senin (26/2).
Penanganan dugaan kasus korupsi yang merajalela di kabupaten Tobasa diantaranya korupsi perjalanan PKK ke Lombok dan pengadaan bibit durian oleh Dinas Pertanian dinilai tak berujung selesai.
“Meski telah menjalani tahun kedua, penyelidikan kasus PKK tak terlihat ujungnya, tidak ada tersangka, sementara penyidik juga tidak kunjung menerbitkan Surat Pemberhentian Penyelidikan Perkara (SP3),” tegas Marlon Sihombing, seraya meminta Kejari Tobasa agar berhenti melakukan pembodohan kepada rakyat dengan membual kinerja namun menutupi berbagai kesalahan.
Teriakan anti korupsi yang disampaikan bermula dari penanganan kasus penebangan pohon oleh op saulina dkk yang dapat segera dituntaskan, hingga mengalami nasib yang memprihatinkan dengan putusan pengadilan, sementara penanganan terhadap persoalan hukum lainnya yang sudah ditangani Kejari Tobasa dinilai mengendap.
Kasi Intel Kejari Tobasa Frenky Pasaribu didampingi plt Kasipidsus Edward Bagariang menerima kehadiran perwakilan FPT di aula kejaksaan beberapa saat usai aksi.
Kajari Tobasa Jeffry Maukar melalui Kasipidsus Edward Bagariang, menyampaikan, penanganan kasus yang ada di Kejari Tobasa hingga saat ini tidak pernah dihentukan. Namun penanganan kasus PKK dan bibit durian, disebutkan, tidak memenuhi alat bukti menunggu alat bukti yang dibutuhkan, dapat dibuka kembali.
“Kejari Tobasa tidak pernah melaksanakan penghentian penyelidikan, tapi tidak cukup alat bukti. Kalau ada bukti baru, sampaikan ke kami, kita akan buka kembali. Tidak ada SP3, tidak ada penghentian baik itu PKK dan bibit durian. Menurut KUHAP, unsur untuk Tindak Pidana Korupsi itu, selain perbuatan melawan hukum juga adanya kerugian negara, siapa yang bisa mengaudit? Belum ada yang diaudit,” tegas Edward.
Rudi Napitupulu, mewakili FPT menyambangi, adapun aksi itu dilakukan dengan tujuan agar Kejari Tobasa sebagai benteng terakhir dalam penegakan hukum dapat melaksanakan tugasnya. “Kita minta hukum itu duduk sama rendah berdiri sama tinggi agar kejadian kejadian seperti di atas boleh diminimalisir agar masyarakat tidak terzolimi demi kebaikan Tobasa,” ujarnya. (des)
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kota
sumut24.co MEDAN , Kepengurusan Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Medan untuk masa bakti 20262028 resmi dilantik dalam acara khidmat ya
kota
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
kota
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran ArRahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba
kota
sumut24.co JAKARTA, Langkah nyata Pemerintah Kabupaten Asahan untuk mendorong peningkatan akses pendidikan masyarakat mendapat sorotan posi
News
Menagih Janji 2029 Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia Oleholeh dari Shanghai dan FGD Great Institute Oleh Abdullah Rasyid
Profil
MEDAN Sumut24.coJelang berakhirnya masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun, sej
News
Viral! Peredaran Narkoba di Pantai Labu, Satres Narkoba Polresta Deli Serdang Gerak Cepat bekuk Pelaku"
kota
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum