Momen HUT ke 81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Serahkan JKM dan Beasiswa Pendidikan Anak
Momen HUT ke 81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Serahkan JKM dan Beasiswa Pendidikan Anak
kota
Laporan: Dame Silalahi
Baca Juga:
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof Mohamad Nasir mengatakan, tantangan revolusi industri 4.0 harus direspon secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global.
Hal ini diungkapkan Menteri Nasir dalam pembukaan acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kemenristekdikti 2018 di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Rabu (17/1).
Hadir dalam Rakernas itu, Menkeu Sri Mulyani , Gubsu HT Erry Nuradi, Rektor USU Prof Runtung Sitepu, Direktur Politeknik Negeri Medan M Syahruddin ST MT, Kopertis Wilayah I Prof Dian Armanto, Ketua panitia Rakernas Dr Farhat, Rektor Unimed Prof Syawal Gultom.
Dikatakannya, perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan penggunaan daya komputasi dan data yang tidak terbatas (unlimited), karena dipengaruhi oleh perkembangan internet dan teknologi digital yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin.
Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi.
Dikatakan menteri, pelaksanaan Rakernas 2018 terasa istimewa karena 3 Menteri Kabinet Kerja turut menghadiri acara pembukaan yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimujono.
Menristekdikti mengatakan pada Rakernas 2018 yang mengangkat tema, “Ristek Dikti di era revolusi Industri 4.0″, akan dibahas langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan Kemenristekdikti dalam mengantisipasi perubahan dunia yang kini telah dikuasai perangkat digital.
“Kebijakan strategis perlu dirumuskan dalam berbagai aspek mulai dari kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta pengembangan cyber university, risbang hingga inovasi. Saya berharap dalam Rakernas ini dapat dihasilkan rekomendasi pengembangan iptek Dikti dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” ujar Nasir.
Dijelaskan, ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan oleh Kemenristekdikti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era revolusi industri 4.0, yaitu: Persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif di perguruan tinggi seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic, mengintegrasikan objek fisik, digital dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.
Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa.
Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.
Persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
Terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung Revolusi Industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan di Perguruan Tinggi, Lembaga Litbang, LPNK, Industri, dan Masyarakat.
Terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi.
Menkeu: Kualitas Pendidikan Indonesia Masih Belum Baik
Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kualitas pendidikan Indonesia yang masih berbanding terbalik dengan alokasi anggaran Rp400 triliun lebih diberikan negara. Bahkan kualitas pendidikan Indonesia kalah dengan Vietnam yang mengalokasikan dan pendidikan sama dengan Indonesia.
“Kualitas pendidikan Indonesia masih belum baik padahal porsi anggaran dikucurkan APBN sangat besar mencapai Rp400 triliun lebih, berbeda dengan Vietnam,” kata Sri Mulyani saat menjadi ‘Keynote Speaker’ pada Rakernas Kemenristekdikti 2018 itu.
Dikatakannya, Indonesia dan Vietnam sama-sama memberikan porsi 20% dari anggaran pemerintah untuk porsi pendidikan. Tapi hasilnya sangat berbeda. “Vietnam lebih maju dari kita, hal ini menjadi PR bagi dunia perguruan tinggi khususnya,” katanya.
Sri Mulyani berharap, momentum Rakernas ini bisa mendorong seluruh PT meningkatkan kualitas SDM bangsa. Sebab, pendidikan memiliki peranan sangat penting di dalam kemajuan suatu bangsa. Karena hal itulah maka pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. PT harus menjawab semua ini.
Sri Mulyani mengatakan, anggaran pendidikan tahun 2018 adalah Rp444,13 triliun , baik untuk alokasi pusat maupun alokasi daerah. Anggaran 20% dari total APBN tersebut merupakan suatu pemihakan yang nyata bagi pendidikan dan riset Indonesia. Anggaran tersebut dialokasikan bagi program-program prioritas pendidikan dan penelitian antara lain Program Indonesia Pintar, Bidik Misi, Bantuan Operasional Sekolah, Riset, dan program lainnya.
Pengaruhi Aktivitas Ekonomi
Gubernur Sumatera Utara Dr Ir HT Erry Nuradi MSi menyakini digitalisasi menjadi kunci dan mempengaruhi banyak aktivitas ekonomi yang ada. Karenanya Gubsu menilai upaya dan respon Kemenristekdikti terhadap isu strategis seperti revolusi industri 4.0 sudah tepat
Gubsu menjelaskan bahwa kehadiran Pendidikan Tinggi berfungsi untuk mengembangkan citivitas akademikanya yang inovatif, responsifm kreatif, trampil, berdaya saing dan kooperatif melalui pelaksanaan tridharma Perguruan Tinggi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan mererapkan nilai Humaniora.
“Ini membawa harapan baru bagi kita bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat menjadi tugas perguruan tinggi untuk mengkaji secara periodik termasuk apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari fungsi dan tujuan Pendidikan Tinggi,†paparnya.
Untuk itu Gubsu berharap agar momentum Rakernas ini dapat memberikan dorongan dan masukan bagi Kemenristekdikti untuk menyusun rekomendasi pengembangan IPTEK Dikti dalam menghadapi revolusi 4.0 dalam berbagai hal, baik kelembagaan, bidang studi Kurikulum, sumber daya serta pengembangan cyber universitas, litbang dan inovasi. (C04/W03)
Momen HUT ke 81 RI, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Serahkan JKM dan Beasiswa Pendidikan Anak
kota
Polri Dukung Swasembada Pangan, Polresta Deli Serdang turut laksanakan Penanaman Bawang Putih Serentak Di 17 Provinsi
kota
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) berikan pemaparan dan edukasi kepada warga Medan Tembung un
kota
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota