Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota
Jakarta | SUMUT24 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Gerindra mengusung Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah dalam Pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2018. Presiden PKS Sohibul Iman menyebut, apakah Edy akan jadi kader partainya masih dikomunikasikan dengan Partai Gerindra.
Baca Juga:
“Resmi dikasihkan kartu anggota belum, sehingga itu ada candaan, ‘sudahlah Pak Edy ke PKS aja’,” kata Sohibul di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (4/1).
“Tapi tentu kami harus tenggang rasa sama Pak Prabowo, karena dari kemarin Beliau akan menarik ke Gerindra. Itu tinggal dibicarakan saja, siapa yang berbaju Gerindra dan siapa berbaju PKS,” jelas Sohibul.
Letjen TNI Edy Rahmayadi sebagai bakal calon gubernur Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) 2018 menghadiri kegiatan ikrar pemenangan calon kepala daerah yang diselenggarakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
Bersama Musa Rajeckshah atau Ijeck, Edy diusung PKS. Keduanya datang mengenakan pakaian atau jas khas partai dakwah tersebut.
“Insyaallah, ini sudah jadi kader PKS. Ini pakai ini (menunjukkan pin yang dipakainya),” ucap Edy.
Sedangkan untuk dukungan dalam Pilkada Sumut 2018, Edy menyebut PKS bersama Partai Gerindra, Partai Golkar, dan Partai Nasdem akan mendeklarasikan dia bersama Ijeck sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 7 Januari 2018. “Persiapan di Sumut tanggal 7 Januari 2018 kami deklarasi,” ujar dia.
Edy menyatakan, alasannya maju dalam Pilkada Sumut tidak ada bedanya dengan menjadi seorang prajurit. Hanya saja, saat jadi anggota TNI aktif dilarang berpolitik praktis.
“Kalau prajurit tidak boleh berpolitik praktis, gitu saja. Orang sipil bebas berpolitik, mau berpolitik praktis atau politik negara tidak ada masalah,” jelas Edy.
Mengenai alasannya terjun ke politik, Edy menyatakan, tidak ada bedanya saat dia masih menjadi seorang prajurit. Hanya saja, lanjut dia, saat jadi prajurit dilarang berpolitik praktis.
“Kalau prajurit tidak boleh berpolitik praktis, gitu saja. Orang sipil bebas berpolitik, mau berpolitik praktis atau politik negara, dia tidak ada masalah,” ujar Edy.
Edy menambahkan, sudah mengundurkan diri dari TNI. Surat pengunduran diri itu sudah diajukan sejak dua bulan lalu.
Saat ini Edy masih menunggu surat putusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
“Sekarang dalam rangka proses pengakhiran saya dari militer. Dalam waktu dekat saya sudah sama-sama kalian, warga negara sipil,” jelas Edy. (red)
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) berikan pemaparan dan edukasi kepada warga Medan Tembung un
kota
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota