Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Sampai saat ini belum ada pasangan Cagubsu dan Cagubsu untuk Pilgubsu 2018, karena semuanya masih kabur. Seperti halnya Japorman Saragih, Effendi Simbolon dan Djarot. Tiga nama dari PDIP mengemuka akhir pekan lalu, yakni Djarot Syaiful Hidayat (Djarot) yang baru saja letak jabatan di DKI karena kalah berhadapan dengan pasangan Anies-Uno, Japorman Saragih (Saragih) dan Effendi Muara Simbolon (Simbolon).
Ketika mengumumkan nama-nama ini Jumat (22/12), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berkata bahwa dalam menentukan calon yang akan diusung, PDI-P tidak hanya melihat dari segi ketokohan. Ada hal lain yang tidak kalah penting yaitu kekuatan mesin partai pengusung.
Nama Djarot, katanya, muncul karena ada masukan dari masyarakat, atau lebih tepatnya aspirasi dari kelompok-kelompok relawan. Dengan begitu, Hasto mengatakan, PDIP memadukan faktor ketokohan calon dengan pergerakan mesin politik partai untuk obsesi kemenangan dengan gotong royong.
“Banyak yang merasa kemungkinan Djarot dicalonkan oleh PDIP untuk pilgubsu 2018 tidak serius alias hanya sebatas manuver politik untuk membaca kekuatan lawan,” Ucap Pengamat Politik Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Rabu (3/1).
Menurutnya. itu hanya bagian dari manuver politik, masa orang yang kalah kembali dicalonkan, kan tak masuk akal.
“Memang, saya yakin, jangankan di Sumut, bahkan di seluruh tanah air yang di sana pemberitaan media dapat dimonitor, semua orang tahu Djarot, karena sangat banyak dipublikasi terutama pada momentum pilkada DKI yang melukiskan keterwakilan perhatian penuh oleh mayoritas rakyat Indonesia.Tetapi itu cuma aspek popularitas belaka. Elektibilitas belum tentu,” tambahnya.
Bahkan jika Ahok pun di bawa ke sini, sebuah pengandaian belaka, popularitasnya tak akan mengantarkannya kepada sebuah kemenangan. Ia hanya amat dicintai berlebih oleh orang-orang yang perspektif pandangan SARA-nya sama dengan dia (die hard). Akan jauh berbeda jika yang diajukan Simbolon. Ingatlah pilgubsu tahun 2013. Tak lama mempersiapkan diri, merangsek bersama Djumiran Abdi, hasilnya tak buruk, meski perolehan suara belum untuk menang.
Saat itu ada dua orang bermarga dalam satu pasangan, yakni Amri Tambunan (almarhum, muslim) dan Rustam Efendi Nainggolan (mantan Sekdaprosu, Protestan). Jika disebut-sebut akan maju lagi 2018, menurut saya semua pasangan wajib waspada daya gempurnya. Bagaimana dengan Saragih? Orang jarang menyadari bahwa Saragih adalah orang yang mengurusi partai jauh berbeda dibanding para pendahulunya.
Boleh dikatakan bahwa baru kali inilah PDIP memiliki seorang figur Ketua di Sumatera Utara pasca pemecatan Rudolf M Pardede karena mencalonkan diri atas nama partainya pada tahun 2008. Jika merujuk pakem yang dikemukakan Hasto, aspek jaringan partai adalah andalan dalam membaca peluang Saragih yang sangat santun bertutur ini, Ucapnya.(W03)
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
kota
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) berikan pemaparan dan edukasi kepada warga Medan Tembung un
kota
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
kota
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
News
sumut24.co MedanDi tengah dinamika dunia bisnis dan pendidikan modern yang bergerak serba cepat, standar kepemimpinan serta pengembangan s
kota
Medan sumut24.co Menindak lanjuti intruksi Kapolda Sumut untuk menertibkan segala bentuk perjudian dan menindak pemilik dan para pelaku ya
Hukum
Proyek Jalan Rp1,28 Miliar Disorot, Kadis SDABMBK Deli Serdang &ldquoNanti Saya Check Dulu ke PPK&rdquo
News
Barapaksi Soroti Proyek Jalan Rp1,28 Miliar di Sunggal &ldquoJangan Ada Pembiaran Jika Pekerjaan Tak Sesuai Spesifikasi&rdquo
kota
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
kota
Medan sumut24.co Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., menghadiri jamuan makan malam dengan s
kota