Jumat, 31 Juli 2026

Hilirisasi Industri Aluminium Nasional Sudah Hampir Lengkap

Administrator - Kamis, 28 September 2023 09:04 WIB
Hilirisasi Industri Aluminium Nasional Sudah Hampir Lengkap

BATUBARA l SUMUT24.co

Baca Juga:

PT Borneo Alumina Indonesia menerima kunjungan kerja Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia Kartiko Wirjoatmodjo di kawasan pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah, Kalimantan Barat. Kunjungan tersebut merupakan langkah Kementerian BUMN dalam mendukung pelaksanaan proyek strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan alumina di Indonesia. Humas PT Inalum Gilang Sukma kepada Sumut24.co,Kamis (28/9/23) menyebutkan, dalam kunjungan tersebut, Wamen Kartiko meninjau progress dari pembangunan Smelter yang sudah dimulai proses pembangunannya sejak 2019 lalu. Progress pembangunan SGAR Mempawah sudah mencapai 68%, dengan target selesai pada tahun 2024. Proyek SGAR merupakan yang akan menghubungkan rantai pasokan antara mineral bijih bauksit (Kalimantan Barat) dengan pabrik peleburan aluminium (Inalum). Jika sudah beroperasi, diperhitungkan bisa memproduksi 1 juta ton alumina per tahun (bahan baku 3.3 juta ton bauksit per tahun). Ditargetkan mulai berproduksi tahun 2024 dan mencapai full kapasitas produksi pada 2025. Selain itu, Smelter Grade Alumina Refinery yang berada di Mempawah merupakan projek strategis dijalankan secara kolaborasi Inalum dan Antam melalui anak usaha Inalum yaitu PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). SGAR Mempawah merupakan bagian dari aksi korporasi Inalum dalam menciptakan ekosistem industri aluminum yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Inalum berharap terus mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan agar cita-cita Indonesia bisa segera tercapai dan hilirisasi aluminium nasional cepat terwujud. Kegiatan kunjungan tersebut terlihat dihadiri Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo, Direktur Utama PT Inalum Danny Praditya, Direktur Pengembangan Usaha Inalum Melati Sarnita dan Direktur Utama BAI Leonard Manurung. Berikut beberapa aksi korporasi lain yang dilakukan Inalum dalam rangka peningkatan kapasitas produksi sebagai respon atas tingginya potensi pasar aluminium nasional yang saat ini memiliki permintaan hingga 1 juta ton. Antara lain, Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi yang akan selesai tahun 2023, Optimalisasi Smelter Kuala Tanjung yang ditargetkan akan meningkatkan kapasitas produksi di tahun 2024-2025 dan Proyek Diversifikasi Aluminium Remelt IAA.(Jo)

NB: Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia Kartiko Wirjoatmodjo, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo, Direktur Utama PT Inalum Danny Praditya, Direktur Pengembangan Usaha Inalum Melati Sarnita dan Direktur Utama BAI Leonard Manurung dibandingkan bersama dilokasi kawasan pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
KONI Medan Dukung The Khourt Independence Padel Tournament 2026, Wadah Lahirkan Atlet Baru
Driver Ojol Tewas Terlindas Truk Tangki Cpo di Jalan Sisingamangaraja Medan
‎Realisasi Pendapatan Asli Dareah (PAD) Sumut Sudah Terealisasi 50 Persen Lebih dari Target 2026
Sutrisno Pangaribuan Minta Bobby-Surya Hentikan Rencana Berkantor di Nias: Hanya Pencitraan dan Berpotensi Boros APBD
Bupati Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Deli Serdang, 419 Siswa Mulai Masuk Asrama
Proyek Jalan Rp164,97 Juta di Patumbak Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan
komentar
beritaTerbaru