Sampah, Energi, dan Masa Depan Indonesia Ketika Gunungan Sampah Bisa Menjadi “Tambang Energi” Baru Negara
Sampah, Energi, dan Masa Depan IndonesiaKetika Gunungan Sampah Bisa Menjadi &ldquoTambang Energi&rdquo Baru Negara
kota
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP), Japto S. Soerjosoemarno SH, menegaskan kepada seluruh anggota Pemuda Pancasila (PP) yang ada di seluruh Indonesia, khususnya Sumut, agar segera berbenah.
Jika selama ini PP dianggap negatif perilakunya oleh sebagian masyarakat, maka kini saatnya PP harus membawa pengaruh positif di masyarakat.
Secara khusus, laki-laki asal Solo itu bahkan meminta orang-orang di PP tidak perlu keberatan jika ada yang berpendapat PP dihuni oleh para bekas preman.
”Di PP ada ulama, intelektual, guru, dan ahli hukum. Tapi di PP juga ada macan, belatung, dan lipan. PP tidak keberatan disebut sebagai organisasi sosial dengan para bekas preman, penjahat, dan perampok di dalamnya. Meski begitu PP sekarang harus berperan di masyarakat untuk menuju pembangunan yang lebih baik,” tegas Japto saat berpidato di Musyawarah Wilayah (Muswil) XIII PP Sumut, Sabtu (4/3).
Namun label itu tak membuat para kader dan fungsionaris berkecil hati. Karena sepanjang perjalanan sejarah memang demikian.
”Kami tidak akan berkecil hati dengan sebutan itu. Lebih baik dikatakan organisasi dengan kader-kader haram jadah yang menuju sajadah, dari pada kader sajadah yang menjurus ke perilaku haram jadah,” lanjut Japto.
Japto mengingatkan para fungsionaris dan kader untuk memahami organisasi, menyangkut sejarah dan kiprah menuju masa depan. PP, jelasnya, berangkat dari integritasnya sebagai bagian dari komponen bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila.
Organisasi yang berdiri pada 28 Oktober 1959, atau sekitar empat bulan setelah keluar Dekrit Presiden 5 Juli 1959 itu adalah bagian dari masyarakat dan ”anak” pemerintah untuk mengisi kemerdekaan demi kemajuan bangsa.
Ia tak meminta para fungsionaris dan kader untuk tidak hanya terjebak pada kegiatan-kegiatan seremonial saja, namun tetap semangat bersama masyarakat untuk mengemban misi sosial.
”Kami minta fungsionaris dan kader semuanya sadar. Lebih baik ditempeleng oleh sahabat untuk kesadaran, dari pada disanjung tapi untuk menjerumuskan. PP memiliki jati diri yang harus menjadi pegangan kuat kader dalam bermasyarakat,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, Muswil ke- XIII PP Sumut ini digelar selama dua hari dari tanggal 4-5 Maret 2017 di Asrama Haji, Jln Abdul Haris Nasution Medan. Muswil ini diikuti oleh 1000 kader PP yang berasal dari 33 MPC PP Kabupaten/Kota se-Sumut. (w07)
Sampah, Energi, dan Masa Depan IndonesiaKetika Gunungan Sampah Bisa Menjadi &ldquoTambang Energi&rdquo Baru Negara
kota
Warga Medan Johor Tewas Tergantung di Jembatan Sungai Babura
kota
sumut24.co BALIGE, Berbekal ilmu pariwisata, mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan hadir untuk mengabdi di tengah masyarakat Ke
News
sumut24.co ASAHAN , Guna memperkuat peran dan kinerja kader di lapangan, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupat
News
Medan Sumut24.coNama Laksamana Putra Siregar mulai ramai diperbincangkan sebagai salah satu kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda)
News
Danrem 023/KS Tegas Kawal SPPG Losung Batu, Makanan Bergizi untuk Siswa Jadi Prioritas
kota
Izin Gebyar Pajak Bapenda Sumut Dipertanyakan, Jangan Bohongi Masyarakat Pembayar Pajak
kota
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus membangun hubungan kolaboratif dengan insan media melalui penyelenggaraan
News
sumut24.co MEDAN, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui dukunga
kota
sumut24.co TAPANULI TENGAH, Penantian panjang masyarakat Dusun Untemungkur, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah,
kota