Aktivis 98 Kritik Prabowo soal Karhutla: Pemilik Perusahaan Belum Tersentuh Hukum
Aktivis 98 Kritik Prabowo soal Karhutla Pemilik Perusahaan Belum Tersentuh Hukum
News
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (MPN PP), Japto S. Soerjosoemarno SH, menegaskan kepada seluruh anggota Pemuda Pancasila (PP) yang ada di seluruh Indonesia, khususnya Sumut, agar segera berbenah.
Jika selama ini PP dianggap negatif perilakunya oleh sebagian masyarakat, maka kini saatnya PP harus membawa pengaruh positif di masyarakat.
Secara khusus, laki-laki asal Solo itu bahkan meminta orang-orang di PP tidak perlu keberatan jika ada yang berpendapat PP dihuni oleh para bekas preman.
”Di PP ada ulama, intelektual, guru, dan ahli hukum. Tapi di PP juga ada macan, belatung, dan lipan. PP tidak keberatan disebut sebagai organisasi sosial dengan para bekas preman, penjahat, dan perampok di dalamnya. Meski begitu PP sekarang harus berperan di masyarakat untuk menuju pembangunan yang lebih baik,” tegas Japto saat berpidato di Musyawarah Wilayah (Muswil) XIII PP Sumut, Sabtu (4/3).
Namun label itu tak membuat para kader dan fungsionaris berkecil hati. Karena sepanjang perjalanan sejarah memang demikian.
”Kami tidak akan berkecil hati dengan sebutan itu. Lebih baik dikatakan organisasi dengan kader-kader haram jadah yang menuju sajadah, dari pada kader sajadah yang menjurus ke perilaku haram jadah,” lanjut Japto.
Japto mengingatkan para fungsionaris dan kader untuk memahami organisasi, menyangkut sejarah dan kiprah menuju masa depan. PP, jelasnya, berangkat dari integritasnya sebagai bagian dari komponen bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila.
Organisasi yang berdiri pada 28 Oktober 1959, atau sekitar empat bulan setelah keluar Dekrit Presiden 5 Juli 1959 itu adalah bagian dari masyarakat dan ”anak” pemerintah untuk mengisi kemerdekaan demi kemajuan bangsa.
Ia tak meminta para fungsionaris dan kader untuk tidak hanya terjebak pada kegiatan-kegiatan seremonial saja, namun tetap semangat bersama masyarakat untuk mengemban misi sosial.
”Kami minta fungsionaris dan kader semuanya sadar. Lebih baik ditempeleng oleh sahabat untuk kesadaran, dari pada disanjung tapi untuk menjerumuskan. PP memiliki jati diri yang harus menjadi pegangan kuat kader dalam bermasyarakat,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, Muswil ke- XIII PP Sumut ini digelar selama dua hari dari tanggal 4-5 Maret 2017 di Asrama Haji, Jln Abdul Haris Nasution Medan. Muswil ini diikuti oleh 1000 kader PP yang berasal dari 33 MPC PP Kabupaten/Kota se-Sumut. (w07)
Aktivis 98 Kritik Prabowo soal Karhutla Pemilik Perusahaan Belum Tersentuh Hukum
News
Perkuat Konsolidasi, Pendawa Sumut Perkenalkan Pengurus dan Siap Gas Program Sosial
News
Kredit BTN Rp629,8 Miliar Diusut Polri, Siapa Bertanggung Jawab? Telusuri Aliran Dana hingga ke Akar
News
sumut24.co PADANG LAWAS, PTPN IV Regional 2 menegaskan status hukum lahan seluas 65 hektare yang berada di Afdeling 8 Kebun Sosa, Kabupaten
News
Gelar Aksi Sejuta Masker, FOZ Sumut Bagikan Masker Gratis kepada Pengguna Jalan di MedanMedansumut24.co Forum Zakat (FOZ) Sumatera Utara me
Umum
Gempur Sarang Narkoba, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang dan BNNK Ungkap Kasus Shabu di Pantai Labu
News
Pererat SilahturahmiKajati Aceh dan Kajari Medan Main Bola Kaki Bersama Tim Legend
kota
PGRI Dan Bunda Guru Pasaman Barat Serahkan Bantuan Bagi Korban Galodo
News
Jakarta Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke11 PT Kereta Cepat Indonesia
News
BANDA ACEH Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh, dan Forum Pemimpin Redaksi (Pimred) Multimedi
News