Rabu, 13 Mei 2026

Pilgubsu Ajang Tarung Parpol Jelang Pemilu

Administrator - Selasa, 21 Februari 2017 04:32 WIB
Pilgubsu Ajang Tarung Parpol Jelang Pemilu

MEDAN | SUMUT24 Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) walaupun masih hitungan tahunan, Proses Pilkada dalam waktu dekat bakal terbentuk. Tapi sepertinya banyak pasangan yang akan maju baik dari tokoh Parpol maupun tokoh masyarakat sendiri.

Baca Juga:

“Yang pasti calon perseorangan dan Money Bombing banyak diminati sekaligus berpeluang untuk menang,” ujar Pengamat Sosial Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (20/2).

Hak lain penting dibahas, ujar Shohibul Anshor, yakni kekuatan lain yang dengan majunya calon perseorangan. Kali inilah pertamakali di Sumut akan muncul. “Itu dugaan saya. Mereka yang maju dari jalur ini tidak main-main. Mengantongi modal besar dan kemampuan manuever,” ujarnya.

Dalam kemasan pencitraan diri nanti akan ada bahasa yang menonjolkan agenda bersih anti korupsi. Itu dikaitkan dengan fakta beberapa KDH sudah dihukum. Tapi rakyat secara mayoritas tak percaya itu. Mereka tahu itu semua politis.

“Bahkan jika tokoh besar seperti Abdillah atau Rahudman Harahap maju, peluang menang cukup besar. Ini memang paradox, sesuai orises pembelajaran yang dialami masyarakat tentang hakekat penegakan hukum di Indinesia. Orang tak lagi begitu percaya,” ujar Shohibul Anshor.

Akhirnya rivalitas itu akan mengambil cara-cara barbar, yakni money bombing. “Yang paling berhasil mainkan uang dan kecurangan lainnya itulah pemenang. Semua modus pemenangan berbau-barbar itu makin leluasa,” tegas Shohibul Anshor Siregar. Masih sebut Shohibul Anshor, ini kental sekali kelihatan pada Pilgubsu 2018 ini, sebagai ajang Tarung Parpol Hadapi Pemilu mirip yang terjadi di DKI Jakarta.

Menurutnya, Pimpinan parpol yang berpengalaman dalam pemerintahan akan dominan. Lihatlah Erry Nuradi dan kemungkinan majunya Gus Irawan, Ngogesa Sitepu, Tuani Lumban Tobing, JR Saragih. Jika dilihat dari analisis kepartaian hanya ada peluang 4 atau 5 pasangan. Masih ada lagi calon perseorangan.

Namun saya yakin calon terbanyak nanti adalah orang Batak yang menggiringnya kembali ke capaian kecil dan kalah.

Pilgub ini sangat dekat degan pemilu, karena itu baik PDIP, Golkar, Demokrat dan Gerindra akan menjadikannya uji tarung penting seperti di DKI Jakarta.

Nanti rivalitas yang sama akan terjadi di daerah-daerah besar lainnya di Indonesia seperti Jabar, Jateng dan Jatim. Disitulah pengendalian ketat partai dari Jakarta membuat pengabaian atas aspirasi rakyat hingga calon-calonnya bisa tak begitu disukasi rakyat. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sampah, Energi, dan Masa Depan Indonesia  Ketika Gunungan Sampah Bisa Menjadi “Tambang Energi” Baru Negara
Warga Medan Johor Tewas Tergantung di Jembatan Sungai Babura
FPS Poltekpar : Kelurahan Pardede Onan Memiliki Potensi Wisata Budaya
Bupati Asahan Buka Pelatihan TP PKK Kecamatan 2026 : Wujudkan Kader yang Profesional dan Inovatif
Laksamana Putra Mulai Bergerak, Incar Kursi Sekda Medan
Danrem 023/KS Tegas Kawal SPPG Losung Batu, Makanan Bergizi untuk Siswa Jadi Prioritas
komentar
beritaTerbaru