TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
Jakarta | SUMUT24
Baca Juga:
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memasukkan nama Agus DW Martowardojo dalam agenda pemeriksaan hari ini. Gubernur Bank Indonesia yang pernah menjabat Menteri Keuangan itu akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tahun 2011-2012.
“Yang bersangkutan jadi saksi untuk tersangka IR (Irman),” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, saat dikonfirmasi, Selasa (25/10).
Ini merupakan jadwal ulang kepada Agus Martowardojo. Sebelumnya, Yuyuk mengatakan, surat pemanggilan tidak sampai ke pihak Agus. “Surat pemanggilan yang bersangkutan tidak sampai,” tutur dia.
KPK telah menetapkan dua tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tahun 2011-2012 di Kemendagri. Keduanya, yakni mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Sugiharto.
Irman dan Sugiharto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
KPK telah mendalami kasus dugaan korupsi proyek e-KTP tahun 2011-2012 ini pada tingkat penyidikan hingga dua tahun lebih. Baik Irman maupun Sugiharto, dalam sengkarut proyek senilai Rp 6 triliun itu diduga telah menyalahgunakan kewenangan sehingga merugikan keuangan negara sampai Rp 2 triliun.
Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan, mantan Ketua KPK Abraham Samad kemungkinan bakal dimintai keterangan mengenai kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP tahun 2011-2012. Pemanggilan Abraham Samad ini untuk mendalami kasus pengadaan e-KTP yang telah merugikan negara sebesar Rp2 triliun.
Sebab, ujar Agus Rahardjo, saat memimpin KPK, Abraham telah mendapat penjelasan dari Gamawan Fauzi selaku Menteri Dalam Negeri saat itu terkait proyek tersebut dalam sebuah presentasi. Saat itu, KPK meminta proyek tersebut mendapat pengawalan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah(LKPP).
Lebih lanjut dikatakan Agus Rahardjo, kemungkinan pemanggilan Abraham Samad, tergantung temuan yang didapat penyidik KPK. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih terus bekerja menelisik kasus tersebut.
“Penyidik bekerja terus, apa yang diinginkan penyidik nanti pasti di-follow-up,” ujar Agus.
Sebelumnya Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati telah menegaskan, semua pihak yang diduga memiliki informasi mengenai kasus dugaan korupsi proyek e-KTP dapat dimintai keterangannya. (int)
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
sumut24.co MedanTelkomsel resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
Ekbis
sumut24.co SUBULUSSALAM, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerin
News
sumut24.co MedanKehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta
Umum
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) guna mendukung keamanan pemb
kota
sumut24.co JakartaPerubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan terus mendorong transformasi
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Tim Evaluasi Lomba TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Asahan, Kamis (13/8/202
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupat
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News