Jumat, 19 Juni 2026

Masyarakat Mandailing Tolak Keras Webinar Internasional, Syahrir : Mandailing Tak Ada Kaitan Dengan Etnis Lain

Administrator - Senin, 01 Maret 2021 14:54 WIB
Masyarakat Mandailing Tolak Keras Webinar Internasional, Syahrir : Mandailing Tak Ada Kaitan Dengan Etnis Lain

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Akan diadakannya webinar internasional bahasa Mandailing (dulu dan Sekarang) dalam rangka HUT Pemkab Madina di salah satu kampus di Madina menuai protes keras dari berbagai kalangan dan tokoh masyarakat mandailing. Sebagai masyarakat mandailing yang punya sejarah, kita sangat menolak keras webinar internasional yang dalam waktu dekat akan digelar, yang akan mengundang Prof DR Uli Kozok. kenapa kita menolak, karena Uli Kozok masih beranggapan dan multi tafsir bahwa suku mandailing adalah sub etnis berkaitan dengan etnis lain. dan hal itu adalah tidak benar, Tegas Wakil Ketua HIKMA Sumut yang juga Tokoh Masyarakat mandailing Drs H Syahrir Nasution kepada Wartawan, Senin (1/3). Menurut Syahrir, suku mandailing tidak ada kaitannya dengan etnis lain. mandailing ya mandailing jangan dihubung- hubungkan dengan etnis lain, ucapnya.

Lebihlanjut Syahrir yang juga Deklarator KMMPI, Sah-sah aja mengundang pakar budaya internasional, tapi kan maasih ada juga budayawan asli mandailing di nusantara ini yang mempunyai pembendahaaan soal mandailing, kenapa harus orang lain yang kita besar-besarkan, ucapnya.yang jelas webinar itu kita tolak selagi menghubung-hubungkan etnis mandailing dengan etnis lainnya, tegasnya. dalam hal ini juga Bupati Madina maunya respon, kalau webinar itu menyulut kemarahan warga mandailing lebih baik dibatalkan saja. apalagi sepertinya webinar itu diduga sarat kepentingan, ucapnya. Begitujuga Statemen atau surat keberatan Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas (KMMPI) yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Mandailing yang berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merespon rencana kegiatan Webinar Internasional yang direncanaka oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Mandailing Natal ke-22 bertema “Bahasa Mandailing (dulu dan sekarang) pada tanggal 8 Maret 2021 via zoom cloud meeting, kami mendukung rencana kegiatan tersebut guna meningkatkan wawasan warga negara khususnya masyarakat Mandailing terhadap bahasa Mandailing. Namun, pemilihan pembicara yang tidak tepat akan menghasilkan pemikiran yang keliru bahkan mengarah ke pemahaman yang salah terkait penguatan identitas Mandailing itu sendiri. Secara spesifik, hemat kami pemilihan Prof. Dr Uli Kozok, MA (Pakar Bahasa Mandailing dari Universitas Honolulu, AS sebagaimana dicantumkan dalam flyer di media sosial) tidaklah tepat, dengan alasan sebagai berikut:

a. Pemikiran Prof. Dr Uli Kozok, MA tentang identitas Mandailing belum clear bahwa, Mandailing itu adalah etnis tersendiri di Negara Kesatuan Republik Indonesia, parahnya pemikiran beliau masih memasukkan Mandailing ke sub etnis tertentu. Padahal, kekeliruan pemahaman tersebut sudah diluruskan oleh para pejuang, tokoh adat, budayawan Mandailing sejak dahulu sampai sekarang. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) RI telah memisahkan etnis Mandailing dari semula tercantum sebagai sub etnis tertentu dalam pengisian kolom suku di sensus penduduk tahun 2020 menjadi “Mandailing” saja.

b. Memang benar bahwa dalam peta yang dibuat oleh Prof. Dr Uli Kozok, MA ditunjukkan bahwa aksara yang kemudian disebut-sebut sebagai “Aksara Batak” justru berkembang dari Mandailing ke belahan sub-Tapanuli lainnya. Dalam buku The Angkola-Mandailing Script: A Historical Perspective yang ditulis oleh Uli Kozok, tampak bahwa aksara rumpun bahasa daerah Tapanuli menyebar dari Selatan (Mandailing) ke Utara. Namun, sampai sekarang tidak ada karya ilmiah yang meyakinkan dari Prof. Dr Uli Kozok, MA bahwa Mandailing bukan Batak. Penegasan identitas Mandailing bukan Batak itu penting dari beliau agar kita tahu bahwa sedang berhadapan dengan pemikiran yang merugikan perjuangan pemurnian identitas Mandailing.

c. Apabila tetap dipaksakan dengan menghadirkan Prof. Dr Uli Kozok, MA sebagai pembicara, maka hemat kami kegiatan tersebut berpotensimerusak proses perjuangan pengokohan identitas Mandailing yang dibangun sejak bertahun-tahun lamanya sampai sekarang.

d. Atas hal tersebut, alangkah baiknya pihak STAIN Madina dan panitia memikirkan ulang terkait kehadiran Prof. Dr Uli Kozok, MA dalam kegiatan tersebut, meskipun secara virtual.(red)

 

 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polres Asahan Peringati HUT Bhayangkara Ke 80, Doa Bersama Lintas Agama Dan Berbagi Uuntuk Sesama
Polres Asahan Peringati HUT Bhayangkara Ke 80, Doa Bersama Lintas Agama Dan Berbagi Uuntuk Sesama
Satres Narkoba Polres Asahan Menangkap Pengedar Sabu di Sentang, 1,98 Gram Disita
Menkomdigi Gandeng Anak Muda Medan Jadi Benteng Lawan Kejahatan Siber
Ratusan Massa Pendukung Program MBG Berkumpul di Aset Pemprov Sumut, Publik Pertanyakan Penggunaan Eks Medan Club
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
komentar
beritaTerbaru