Menkomdigi Gandeng Anak Muda Medan Jadi Benteng Lawan Kejahatan Siber
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Baca Juga:
MEDAN I SUMUT24.co Akan diadakannya webinar internasional bahasa Mandailing (dulu dan Sekarang) dalam rangka HUT Pemkab Madina di salah satu kampus di Madina menuai protes keras dari berbagai kalangan dan tokoh masyarakat mandailing. Sebagai masyarakat mandailing yang punya sejarah, kita sangat menolak keras webinar internasional yang dalam waktu dekat akan digelar, yang akan mengundang Prof DR Uli Kozok. kenapa kita menolak, karena Uli Kozok masih beranggapan dan multi tafsir bahwa suku mandailing adalah sub etnis berkaitan dengan etnis lain. dan hal itu adalah tidak benar, Tegas Wakil Ketua HIKMA Sumut yang juga Tokoh Masyarakat mandailing Drs H Syahrir Nasution kepada Wartawan, Senin (1/3). Menurut Syahrir, suku mandailing tidak ada kaitannya dengan etnis lain. mandailing ya mandailing jangan dihubung- hubungkan dengan etnis lain, ucapnya.
Lebihlanjut Syahrir yang juga Deklarator KMMPI, Sah-sah aja mengundang pakar budaya internasional, tapi kan maasih ada juga budayawan asli mandailing di nusantara ini yang mempunyai pembendahaaan soal mandailing, kenapa harus orang lain yang kita besar-besarkan, ucapnya.yang jelas webinar itu kita tolak selagi menghubung-hubungkan etnis mandailing dengan etnis lainnya, tegasnya. dalam hal ini juga Bupati Madina maunya respon, kalau webinar itu menyulut kemarahan warga mandailing lebih baik dibatalkan saja. apalagi sepertinya webinar itu diduga sarat kepentingan, ucapnya. Begitujuga Statemen atau surat keberatan Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas (KMMPI) yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat Mandailing yang berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merespon rencana kegiatan Webinar Internasional yang direncanaka oleh Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Mandailing Natal ke-22 bertema “Bahasa Mandailing (dulu dan sekarang) pada tanggal 8 Maret 2021 via zoom cloud meeting, kami mendukung rencana kegiatan tersebut guna meningkatkan wawasan warga negara khususnya masyarakat Mandailing terhadap bahasa Mandailing. Namun, pemilihan pembicara yang tidak tepat akan menghasilkan pemikiran yang keliru bahkan mengarah ke pemahaman yang salah terkait penguatan identitas Mandailing itu sendiri. Secara spesifik, hemat kami pemilihan Prof. Dr Uli Kozok, MA (Pakar Bahasa Mandailing dari Universitas Honolulu, AS sebagaimana dicantumkan dalam flyer di media sosial) tidaklah tepat, dengan alasan sebagai berikut:
a. Pemikiran Prof. Dr Uli Kozok, MA tentang identitas Mandailing belum clear bahwa, Mandailing itu adalah etnis tersendiri di Negara Kesatuan Republik Indonesia, parahnya pemikiran beliau masih memasukkan Mandailing ke sub etnis tertentu. Padahal, kekeliruan pemahaman tersebut sudah diluruskan oleh para pejuang, tokoh adat, budayawan Mandailing sejak dahulu sampai sekarang. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) RI telah memisahkan etnis Mandailing dari semula tercantum sebagai sub etnis tertentu dalam pengisian kolom suku di sensus penduduk tahun 2020 menjadi “Mandailing†saja.
b. Memang benar bahwa dalam peta yang dibuat oleh Prof. Dr Uli Kozok, MA ditunjukkan bahwa aksara yang kemudian disebut-sebut sebagai “Aksara Batak†justru berkembang dari Mandailing ke belahan sub-Tapanuli lainnya. Dalam buku The Angkola-Mandailing Script: A Historical Perspective yang ditulis oleh Uli Kozok, tampak bahwa aksara rumpun bahasa daerah Tapanuli menyebar dari Selatan (Mandailing) ke Utara. Namun, sampai sekarang tidak ada karya ilmiah yang meyakinkan dari Prof. Dr Uli Kozok, MA bahwa Mandailing bukan Batak. Penegasan identitas Mandailing bukan Batak itu penting dari beliau agar kita tahu bahwa sedang berhadapan dengan pemikiran yang merugikan perjuangan pemurnian identitas Mandailing.
c. Apabila tetap dipaksakan dengan menghadirkan Prof. Dr Uli Kozok, MA sebagai pembicara, maka hemat kami kegiatan tersebut berpotensimerusak proses perjuangan pengokohan identitas Mandailing yang dibangun sejak bertahun-tahun lamanya sampai sekarang.
d. Atas hal tersebut, alangkah baiknya pihak STAIN Madina dan panitia memikirkan ulang terkait kehadiran Prof. Dr Uli Kozok, MA dalam kegiatan tersebut, meskipun secara virtual.(red)
sumut24.co MedanPemerintah secara terbuka mengakui memiliki keterbatasan dalam mengawasi pergerakan dunia maya yang kian liar. Sehebat apa
Umum
Ratusan Massa Pendukung Program MBG Berkumpul di Aset Pemprov Sumut, Publik Pertanyakan Penggunaan Eks Medan Club
kota
350 Ribu Lebih Postingan, Sihumas Polres Tapsel Tampil Terdepan di Rakernis Humas Polda Sumut
kota
HUT Bhayangkara ke80, Kepedulian Polsek Barumun Sentuh Hati Warga Padang Lawas
kota
Sah! Panguhum Nasution Duduki Kursi Sekda Padang Lawas, Bupati PMA Tekankan Kinerja dan Integritas
kota
Curi HP dan Puluhan Ikat Pinggang, Dua Pelaku Dicokok Tim Resmob Polres Padangsidimpuan
kota
Resmob Polres Padangsidimpuan Ringkus Pelaku Pencurian dengan Pemberatan, Motor dan HP Sempat Digasak dari Kantor PNM Mekar
kota
Wali Kota Padangsidimpuan Turun Tangan! Konflik TPA Batu Bola & Irigasi Batunadua Akhirnya Ada Titik Terang
kota
Sekda Padangsidimpuan Pimpin Rapat Strategis Penetapan Cagar Budaya, Dorong Pelestarian Warisan Sejarah Daerah
kota
Di Balik Proyek Fasade Stadion Teladan Rp64,13 Miliar, Publik Pertanyakan Profil PT ASP
kota