Sabtu, 23 Mei 2026

300 Ton Daging Sapi Siap Didistribusikan

Administrator - Rabu, 08 Juni 2016 06:59 WIB
300 Ton Daging Sapi Siap Didistribusikan

Medan | Sumut24

Baca Juga:

Sebanyak 300 ton daging sapi yang akan dijual dengan harga sebesar Rp80 ribu per kilogram (kg) sesuai instruksi Presiden Jokowi siap didistribusikan ke pasar-pasar tradisional Medan.

Kepala Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Utara (Sumut) Fattah Yasin mengatakan, pasokan daging itu akan tiba secara bertahap ke Medan dalam waktu dekat. Dalam minggu ini akan masuk 11 ton hingga akhirnya total 300 ton siap didistribusikan ke pasar-pasar tradisional dalam bentuk operasi pasar (OP). “Seperti hari ini sudah ada yang kami jual di kantor Bulog dengan pasokan sebanyak 600 kg namun baru laku terjual 20 kg. Selanjutnya akan disebar ke pasar-pasar tradisional di sini,” katanya Selasa (7/6).

Namun untuk lokasi pasar, lanjut dia, pihaknya belum menentukan. Pasalnya masih akan dirapatkan bersama tim pengendali inflasi daerah (TPID). Yang pasti akan disebarkan ke pasar-pasar pantuan TPID. “Pasar-pasarnya nanti ditentukan kembali. Masyarakat dipastikan bisa membeli daging dengan harga murah dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dikatakannya, daging ini merupakan impor dari Australia dan New Zealand yang sudah tiba di Jakarta baru-baru ini. Dari Jakarta kemudian disebar ke berbagai daerah termasuk Medan. Jadi harganya ditetapkan langsung dari pusat yaitu Rp80 ribu per kg. “Harganya sesuai instruksi presiden yaitu Rp80 ribu kg. Kami harap (harga) ini selanjutnya bisa diikuti pedagang dengan menurunkan harga jualnya,” jelasnya.

Wakil Ketua TPID Sumut Difi A Johansyah mengatakan, penambahan komoditas dalam OP Bulog dari selama ini hanya fokus pada bawang merah dan cabai merah diharapkan mampu menurunkan harga daging sapi yang saat ini lebih dari Rp110 ribu per kg. “OP daging sapi akan melengkapi komoditas yang selama ini sudah dijual. Dengan begitu kami yakin bisa menstabilkan harga di tingkat pasar,” katanya.

Dia yakin, langkah-langkah yang dilakukan instansi dalam TPID ini bisa membuat kebutuhan di tingkat masyarakat terpenuhi sehingga tidak lagi terbebani dengan tingginya harga komoditas di pasar saat ini. “TPID akan membantu semua langkah yang dilakukan tiap instansi. Dengan begitu ekspektasi masyarakat akan berubah sehingga harga tidak naik,” pungkasnya.(W04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Hadiri HUT ke-108 Azerbaijan, Menaker Tekankan Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan
Wali Kota Padangsidimpuan Lantik Dewan Hakim MTQ ke-25, Letnan Dalimunthe Tekankan Penilaian Harus Objektif dan Profesional
Gaspol! Pemkab Padang Lawas Pacu Persiapan Sekolah Rakyat, Semua OPD Diminta All Out
MPR Gelar Aksi Damai di Padang Lawas, Soroti Penanganan Kasus yang Dinilai Lambat
Bobby Tolak Proyek Rp 484 Miliar yang Dinilai Tak Jelas
IPM Desak BNN Tes Rambut Pejabat dan Anggota DPRD Madina Terkait Dugaan Narkoba
komentar
beritaTerbaru