Senin, 21 September 2026

Stabilitas Harga Pangan di Sumut Perlu Terus Dijaga

Administrator - Rabu, 07 September 2016 09:32 WIB
Stabilitas Harga Pangan di Sumut Perlu Terus Dijaga

Medan | Sumut24

Baca Juga:

Berbeda dengan nasional yang mencatatkan deflasi sebesar -0,02% (mtm), realisasi inflasi Sumut pada Agustus 2016 justru tercatat cukup tinggi, yaitu 0,74% (mtm) atau 4,02% (yoy), meningkat dari bulan lalu yang tercatat 0,18% (mtm) atau 3,69% (yoy).

Peningkatan tekanan inflasi ini terutama didorong oleh kenaikan harga bahan pangan seiring dengan menurunnya pasokan di pasaran. Kendala cuaca yang masih kurang memadai menyebabkan menurunnya aktivitas panen dan melaut. Hal tersebut terlihat dari dinamika harga pangan yang melonjak tajam memasuki minggu ketiga bulan Agustus 2016.

Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Sumatera Utara mengatakan  berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Nasional, harga cabai merah mengalami gejolak yang cukup ekstrim. Pada minggu pertama dan minggu kedua harga cabai merah masih tercatat menurun.

” Kenaikan harga tertinggi cabai merah terjadi pada minggu ke empat hingga mencapai 61,5% (mtm) sehingga cabai merah menjadi komoditas penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Agustus 2016,”katanya Jumat (2/9/2016).

Dengan demikian, dikatakannya, inflasi Volatile Foods meningkat dari -1,23 (mtm) atau 2,68% (yoy) menjadi 1,53% (mtm) atau 4,27% (yoy).

 “Sementara di bulan Agustus 2016, inflasi pendidikan mendorong tekanan inflasi inti seiring dengan tahun ajaran baru. Komoditas sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas merupakan komoditas dengan kenaikan tekanan inflasi yang cukup tinggi pada kelompok ini,”ujarnya.

Selain itu, kembali normalnya harga komoditas sandang seiring dengan selesainya end season sale dan diskon hari raya turut mendorong tekanan inflasi. Dengan demikian, tekanan inflasi inti meningkat dari 0,63% (mtm) menjadi 0,75% (mtm). Secara tahunan, inflasi inti mencapai6,18% atau relatif meningkat terkait dengan perbaikan daya beli yang didorong oleh kenaikan harga komoditas meski belum merata.

” Tekanan inflasi inti relatif tertahan sejalan dengan serta penguatan nilai tukar rupiah. Sementara itu, tekanan inflasiAdministered Prices tercatat deflasi -0,01% (mtm),”katanya.

Ke depan, lanjutnya, inflasi bulan September 2016 diperkirakan menurun, dengan risiko tekanan inflasi bahan pangan yang masih perlu diwaspadai. Berkaitan dengan hal tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara akan terus melakukan koordinasi dalam menjalankan rencana pada roadmap jangka pendek dan menengah TPID.

“Hal ini perlu dilakukan agar inflasi Sumatera Utara dapat stabil dan tetap di bawah angka nasional dan dapat diarahkan pada kisaran sasaran inflasi 4%±1%,”pungkasnya(W04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bawa Sabu Seberat 240 Gram ke Medan, Polisi Sergap Seorang Penumpang Travel Medan - Aceh di Jalan Williem Iskandar
Seorang Pria Pencuri Sepeda Motor Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pemadaman Karhutla di Inhu, Titik Api Masih Ditangani
Pemprov Sumut-AS Perkuat Kemitraan Strategis, Buka Peluang Investasi dan Perdagangan Baru
Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir Cata PK TNI AD Gel III, 2.171 Calon Ikuti Seleksi
Bobby Nasution Dukung Rakerwil Abpednas, Dorong Program yang Berdampak bagi Masyarakat Desa
komentar
beritaTerbaru