Nasib Naas Abdul Rahim : Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
Nasib Naas Abdul Rahim Putra Melayu Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
News
Gayo Lues | Sumut24
Baca Juga:
Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru secara resmi menututup pengelaran pacuan kuda tradisional yang diselenggarakan selama sepekan di Stadion Buntul Nege, Kecamatan Blangpegayon. Minggu (4/8/2019) kemarin.
H. Muhammad Amru dalam sambutannya mengapresiasi pihak panitia penyelengara atas terlaksanananya pacuan kuda tradisional di Kabupaten Gayo Lues yang dimulai sejak tanggal 29 Juli hingga ditutup hari ini Minggu 04 Agustus 2019 berjalan lancar dan aman.
Pengelaran pacuan kuda kali ini di ikuti empat kabupaten di wilayah tengah aceh, yakni Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tenggara, tidak hanya dijadikan sebagai hiburan semata, namun kiranya dapat dijadikan sebagai warisan budaya dan sejarah yang harus dilestarikan ujarnya.
“Kita juga berharap acara ini bisa menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat empat serumpun Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Tengara”.
Dia menambahkan, khusus untuk kelas F atau kuda lokal, tahun depan agar diganti namanya dengan Kuda Gayo, hal ini bertujuan untuk menghindari komentar miring dari masyarakat.
“Hal ini juga sebagai alternatifnya agar masyarakat lokal bisa melestarikan kuada lokal,” tegasnya.
Amru melanjutkan, hendaknya disetiap event , dilakukan rapat teknis dan seminar sebelum melaksanakan pacuan kuda agar teknisnya baku, ada kreativitas dari panitia dalam menyelenggarakan pacuan kuda, dan kedepan juga harus ada inovasi baru, misal lomba memanah dari atas kuda.
“Kedepan Gayo Lues akan menerapkan peraturan Nasional dalam melaksanakan pacuan kuda, seperti membuat sertifikat dan Regestrasi kartu kuda, saya berharap kepada pemilik kuda yang belum mendapat juara agar terus memembina kuda-kudanya,” imbuhnya.
Dalam pertandingan kali ini , 186 ekor kuda yang ikut pertandingan, yang masuk final hanya 49 ekor. Kuda dari Kabupaten Gayo Lues sebanyak 20 ekor, Aceh tengah 14 ekor, dan Bener Meriah 15 ekor, Kuda tersebut dibagi menjadi 12 kelas dari kelas A sampai kelas F. sesuai laporan dari panitia, kelas F merupakan kuda lokal. (daud)
Nasib Naas Abdul Rahim Putra Melayu Lahan Digusur Hingga Jadi Tersangka, Dr. Ramces Pertanyakan Permainan Pasal
News
Temui Konjen RRT, Asri Ludin Tambunan Bahas Peluang Investasi hingga Teknologi Pertanian
News
Pemkab Deli Serdang dan PT Pupuk Indonesia Cek Pupuk, Kendala Petani Ditindaklanjuti
News
Polda Sumut Tangkap Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
News
Polrestabes Medan Ringkus IRTPengedar Narkoba di Lembah Sunggal
News
Penumpang Bus Travel Ditangkap Bawa Sabu 480 Gram, Hendak Dikirim ke Aceh
News
Oknum TNI Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Hukum
Radiologi FK USU Beri Layanan USG Gratis bagi Warga dalam Bakti Sosial HUT TNI
News
Perkuat Sinergi Transisi Energi Regional, MKI Sumut Hadiri Electricity Connect 2026
News
Puluhan Pekerja Konstruksi Gudang 235 Sampali Keluhkan Uang Lembur Belum Dibayar
News