Kamis, 10 September 2026

Lake Toba Writers Festival 2026 Dibuka dengan Sesi dan Penghormatan Sastra yang Inspiratif

Administrator - Selasa, 08 September 2026 00:02 WIB
Lake Toba Writers Festival 2026 Dibuka dengan Sesi dan Penghormatan Sastra yang Inspiratif
LTWF 2026 foto grup, Jose Diaz, Acting Konsul AS untuk Sumatera (tengah), Amol Titus, CEO IndonesiaWISE (kanan), Prof. Dr. Erond Litno Damanik, Wakil Rektor Unimed (kiri) bersama para penulis. Foto.ist
sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Lake Toba Writers Festival (LTWF) edisi tahun 2026 dibuka di Medan pada hari Rabu, 9 September, dengan berbagai sesi dan penghormatan sastra yang inspiratif. Diselenggarakan oleh Indonesia WISE, festival ini diadakan setiap tahun pada bulan September dan merupakan festival sastra terkemuka di Sumatra.


Dalam pesannya kepada LTWF, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan: "Pemerintah provinsi sumatera utara, khususnya dinas kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, menyambut dengan antusias dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya festival literasi bertaraf internasional ini. Festival ini sungguh unik dan inspiratif.


Melalui penyelenggaraan yang menjangkau berbagai titik mulai dari Medan, bergeser ke Sibisa, hingga ke Taman Eden, festival ini merangkul masyarakat secara langsung. Kami sangat mengapresiasi inovasi yang menghadirkan sesi dalam tiga bahasa (indonesia, batak, dan inggris), serta kepedulian sosial melalui pemberdayaan umkm lokal, donasi buku, dan aksi penanaman pohon.




Inilah wujud nyata sinergi antara literasi, pariwisata, dan tanggung jawab lingkungan. Di era transformasi digital ini, kekayaan budaya kita juga memerlukan sentuhan keramahtamahan digital (digital hospitality). Keramahtamahan ini adalah sarana kita untuk menyampaikan pesona danau toba ke kancah global secara profesional. Saya berharap, puisi, diskursus, dan karya yang lahir dari festival ini dapat menjadi narasi yang kuat untuk memperkuat branding pariwisata sumatera utara di mata dunia." Pesan tersebut dibacakan oleh Dedy Siregar, Kepala Bidang Promosi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.


Dalam sambutan pembukaannya, pendiri LTWF yang juga seorang penulis dan pendidik ternama, Amol Titus, menjelaskan, "LTWF memiliki banyak keunikan. Ajang ini menyediakan wadah inklusif bagi para penulis untuk menampilkan kreativitas mereka dalam berbagai bentuk. Penulis fiksi, nonfiksi, puisi, tulisan populer, penelitian berbasis budaya, maupun jurnalisme, semuanya disambut baik. Berbeda dengan festival lain yang cenderung eksklusif dan mahal, LTWF menetapkan biaya masuk yang sangat terjangkau serta menjalin kerja sama dengan berbagai universitas untuk memastikan mahasiswa mendapatkan akses yang baik dan mudah."


Tahun ini, festival diselenggarakan di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Sekitar 200 delegasi hadir, yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pencinta budaya. Mereka disuguhi pengalaman istimewa berupa interaksi dengan penulis kontemporer serta kesempatan untuk belajar dari berbagai karya sastra yang didedikasikan bagi para tokoh legendaris.

Penghormatan pertama ditujukan kepada penulis ikonik asal Amerika, Harper Lee, yang peringatan 100 tahun kelahirannya dirayakan tahun ini. Ia adalah penulis To Kill a Mockingbird, karya yang telah terjual sebanyak 40 juta eksemplar.


Saat berbicara dalam acara tersebut, Pejabat Konsul Jenderal Amerika untuk Sumatra, Jose Diaz, mengatakan bahwa "Harper Lee menulis tentang ras dan keadilan dengan gaya yang berani dan memikat, yang menyentuh hati berbagai generasi pembaca serta menginspirasi banyak penulis." Ia memuji LTWF karena telah memberikan penghormatan yang berkesan bagi Harper Lee dan memperkenalkan karyanya kepada generasi muda Indonesia. Ia menyebut LTWF sebagai "acara yang sangat berharga" dan mendoakan kesuksesan acara tersebut di masa mendatang.


LTWF juga memberikan penghormatan istimewa kepada penyair dan dramawan ternama asal Surakarta, WS Rendra. Puisi-puisinya yang berjudul 'Tentang Mata' dan 'Sajak Seonggok Jagung' dibacakan, sementara gaya serta pesan-pesan yang kuat dalam karyanya turut dibahas. Penghormatan juga diberikan kepada Agatha Christie, penulis fiksi detektif populer asal Inggris.


"Untuk menumbuhkan kebiasaan membaca dalam bahasa Inggris, Agatha Christie adalah penulis yang menarik untuk mulai ditekuni. Karakter-karakter ciptaannya, seperti Miss Marple dan Hercule Poirot, sangat memikat. Begitu kebiasaan membaca yang baik terbentuk, karya-karya fiksi sastra dan puisi yang lebih kompleks pun dapat dinikmati dan dipahami," ujar Amol.


Wakil Rektor Unimed, Prof. Dr. Erond Litno Damanik, menyatakan bahwa "Sumatera Utara senantiasa memiliki tradisi sastra yang hebat, yang telah melahirkan para penulis ternama seperti Tengku Amir Hamzah, Chairil Anwar, Sitor Situmorang, Merari Siregar, Armijn Pane, Sanusi Pane, Iwan Simatupang, dan lain-lain.


Namun, setelah tahun 1960-an, kualitas penulisan dan puisi mengalami penurunan, tema-tema yang diangkat menjadi kurang berani, dan popularitas sastra pun meredup. Menghidupkan kembali dunia sastra merupakan hal yang sangat penting, dan LTWF adalah inisiatif luar biasa dalam upaya tersebut, sebuah inisiatif yang dengan senang hati didukung oleh Unimed sebagai mitra penyedia lokasi."


Sesi Bahasa Indonesia menghadirkan penulis senior Saut Poltak Tambunan yang juga merupakan pakar bahasa Batak serta Budi Hutasuhut dari Angkola. Seniman grafis sekaligus pakar komik, Koko Hendri Lubis, memaparkan sejarah komik yang kaya di Medan serta bagaimana medium ini turut mengangkat sejarah, legenda, dan berbagai isu di wilayah tersebut.


Selaras dengan tradisi inklusivitas yang patut diapresiasi, LTWF 2026 juga menghadirkan sesi khusus bagi penyair tunanetra Antonius Silalahi, yang membacakan lima puisinya dan mendapat sambutan hangat berupa tepuk tangan meriah.


Saat menyerahkan cendera mata khusus berupa miniatur 'Rumah Batak' kepadanya, Amol Titus mengajak hadirin untuk mencermati bahwa istilah 'disabled' (penyandang disabilitas) kini telah digantikan secara internasional dengan istilah yang lebih peka, yakni 'specially abled' individu dengan kemampuan khusus), sebagai bentuk penghormatan lebih besar terhadap mereka yang memiliki kondisi fisik tertentu. Lima pemenang lomba penulisan kreatif bagi pemuda LTWF 2026 juga diumumkan.


Terdapat masing-masing dua pemenang dari Unimed dan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, serta satu pemenang dari Universitas Sumatera Utara. Mereka menerima hadiah uang tunai dan sertifikat. Beberapa mahasiswa yang hadir mengungkapkan bahwa mereka merasa terinspirasi oleh para penulis serta peluang yang dihadirkan oleh LTWF. Acara ini semakin istimewa dengan adanya pameran khusus karya penulis legendaris dan penulis kontemporer terkemuka, tampilan kain Ulos yang penuh warna di lokasi acara, serta pertunjukan tari yang memukau oleh para penari perempuan muda berbakat.


Selain itu, dilakukan pula donasi buku kepada dua perpustakaan sebagai bentuk dukungan terhadap literasi dan pendidikan. Seorang dosen dari Politeknik Pariwisata Medan, Ikhlas Ramadhan, menyampaikan ucapan selamat kepada LTWF dan mengatakan bahwa "festival yang sangat komprehensif dan luar biasa ini dapat membantu meningkatkan kualitas pariwisata di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Danau Toba."


Koordinator program Sri Wilujeng sependapat dan menyebutkan bahwa IndonesiaWISE telah memelopori berbagai inisiatif pariwisata berkelanjutan di seluruh negeri, termasuk di Danau Toba. Festival ini mengedepankan kebiasaan ramah lingkungan, seperti meminimalkan penggunaan plastik dan sampah, serta penggunaan botol air minum isi ulang, tas kain, dan kemasan kertas daur ulang. Rangkaian LTWF kemudian berlanjut ke Kabupaten Toba, dengan berbagai acara yang akan digelar di Toba Caldera Park, Sibisa pada tanggal 11 September dan situs geologi Taman Eden pada tanggal 12 September. Berbagai sesi menarik lainnya seputar sastra dan budaya telah menanti para pengunjung di sana. Horas! (Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi
Geopark Kaldera Toba, Merawat Luka Bumi dari Tepian Danau Toba
PLN UPP SBU 4 Dan Kejari Toba Perkuat Sinergi Melalui Penandatanganan PKS Bantuan Hukum
Gencarkan Operasi Antik Toba 2026, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ungkap 80 Kasus Narkotika dan Amankan 97 Tersangka
Rayakan Idul Adha, Pemkab Toba Serahkan Kurban Sembelih
Wabup Toba Tekankan Peran Adat dan Budaya dalam Mewujudkan Toba Mantap
komentar
beritaTerbaru