Sabtu, 08 Agustus 2026

Nurfirmanwansyah Dorong Smart Village di 74 Nagari Kabupaten Solok, Siapkan Generasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045

Administrator - Sabtu, 08 Agustus 2026 16:15 WIB
Nurfirmanwansyah Dorong Smart Village di 74 Nagari Kabupaten Solok, Siapkan Generasi Digital Menuju Indonesia Emas 2045
Baca Juga:

Kota Solok I Sumut24.co

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurfirmanwansyah, Apt., MM, mempertegas komitmennya dalam mendorong transformasi digital di tingkat nagari melalui program Penguatan Smart Village Nagari se-Kabupaten Solok yang digelar di Hotel Primer Kota Solok, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas aparatur nagari, pengelola website, pegiat media sosial, serta komunitas literasi digital agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pelayanan publik.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. Nurfirmanwansyah, Apt., MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Solok yang diwakili oleh Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Yunarti Sahara, SH., MH, Wakil Rektor II Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok Dr. Nidia Anggraini Das, SE., MM, serta Dosen Terbaik UMMY Solok sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA., CSCU., CEH.

Program Smart Village yang diinisiasi melalui kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah bidang pendidikan tersebut diikuti oleh operator website dari 74 nagari di Kabupaten Solok, ditambah 26 peserta lainnya yang terdiri dari pegiat media sosial, pendamping literasi media, serta kreator digital berbasis AI. Total seratus peserta mengikuti pelatihan dan penguatan kapasitas yang berorientasi pada transformasi digital nagari.

Dalam sambutannya, Yunarti Sahara, SH., MH menyampaikan apresiasi kepada Nurfirmanwansyah yang akrab disapa Ustad Anca atas kepeduliannya terhadap pembangunan nagari di Kabupaten Solok. Menurutnya, program Smart Village sangat relevan dengan arah pembangunan digital yang sedang dikembangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui program **Creative Hub.

"Terima kasih banyak kepada Bapak Nurfirmanwansyah yang akrab disapa Ustad Anca karena telah menunjukkan kepedulian terhadap nagari-nagari di Kabupaten Solok. Program Smart Village ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Creative Hub. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan Kabupaten Solok dapat menjadi pilot project pengembangan Smart Village di Sumatera Barat," ujar Yunarti.

Ia menilai digitalisasi nagari tidak hanya menyangkut penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut perubahan pola pelayanan kepada masyarakat, transparansi pemerintahan, serta peningkatan partisipasi publik dalam pembangunan nagari.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMMY Solok, Dr. Nidia Anggraini Das, SE., MM*l, menegaskan kesiapan perguruan tinggi untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan Smart Village di Kabupaten Solok. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan UMMY merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi**, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ustad Anca atas kepercayaannya. Yendi Putra yang menjadi ketua pelaksana kegiatan ini merupakan salah satu dosen terbaik di UMMY Solok. Kami siap berkolaborasi karena program seperti ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan nagari dan daerah," ungkap Dr. Nidia.

Menurutnya, sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat transformasi digital di tingkat desa dan nagari, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat.

Ketua Pelaksana kegiatan, Yendi Putra, S.Kom., M.Kom., MTA., CSCU., CEH, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan website nagari, literasi digital, keamanan informasi, pemanfaatan media sosial, serta penerapan teknologi AI dalam mendukung pelayanan pemerintahan dan pembangunan masyarakat.

"Terima kasih kepada Pak Anca yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari operator website 74 nagari se-Kabupaten Solok, ditambah 26 peserta dari kalangan pegiat media sosial, pendamping literasi media, dan kreator digital AI. Kami ingin membangun ekosistem digital yang kuat hingga ke tingkat nagari," jelas Yendi.

Ia berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikan berbagai teknologi digital di nagari masing-masing sehingga website nagari dapat berkembang menjadi pusat informasi dan pelayanan masyarakat yang aktif.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Drs. Nurfirmanwansyah, Apt., MM, menekankan bahwa perkembangan teknologi saat ini tidak dapat dihindari. Masyarakat, pemerintah nagari, dan seluruh elemen pembangunan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman agar tidak tertinggal dalam era transformasi digital.

"Hari ini perkembangan zaman bergerak sangat cepat. Kita sudah beririsan dengan AI atau kecerdasan buatan. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi. Smart Village bukan hanya tentang memiliki website, tetapi bagaimana website nagari benar-benar menjadi instrumen pelayanan publik yang efektif, cepat, transparan, dan berbasis digital," tegas Nurfirmanwansyah.

Ia menjelaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik di tingkat nagari akan memberikan banyak manfaat, mulai dari kemudahan akses informasi bagi masyarakat, efisiensi administrasi pemerintahan, transparansi penggunaan anggaran, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada warga. Menurutnya, nagari harus menjadi garda terdepan dalam transformasi digital karena pemerintahan nagari merupakan unit pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

"Pelayanan publik hari ini harus berbasis digital. Website nagari harus berkembang menjadi pusat layanan masyarakat, pusat informasi pembangunan, promosi potensi nagari, dan ruang partisipasi warga. Dengan demikian, nagari tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.

Nurfirmanwansyah juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi Peraturan Daerah bidang pendidikan**, sehingga peningkatan kapasitas digital masyarakat menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Solok.

"Kita berharap IPM Kabupaten Solok terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan IPM bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Pendidikan, literasi digital, kemampuan teknologi, dan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," katanya.

Menurutnya, bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam dua dekade mendatang harus dipersiapkan sejak sekarang melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan teknologi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global. Karena itu, program Smart Village menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul hingga ke tingkat nagari.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi mengenai pengelolaan website nagari, pemanfaatan AI untuk pelayanan publik, strategi penguatan literasi digital, serta peluang kolaborasi antara pemerintah nagari, perguruan tinggi, dan komunitas digital. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan narasumber mengenai tantangan implementasi transformasi digital di nagari masing-masing.

Melalui program Penguatan Smart Village Nagari se-Kabupaten Solok, Nurfirmanwansyah berharap seluruh nagari di Kabupaten Solok mampu menjadi nagari yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki sistem pelayanan publik berbasis digital, serta mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi informasi. Kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan nagari yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing menuju **Indonesia Emas 2045.(YOSE)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kementan Apresiasi Kecepatan Penanganan Pascabencana Sektor Pertanian Kabupaten Solok.
Wali kota Solok Ramadhani Kirana Putra Resmian Grand Opening Solok Arena Mini Soccer.
Pemkab Solok Perkuat Sinergi Pelayanan Publik, Teken MoU dengan Kemenag dan Pengadilan Agama
Balerong Silek Tuo Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya Minangkabau.
Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Rapat Asistensi dan Monitoring Penyesuaian APBD Pemanfaatan Tambahan Dana Transfer ke Daerah TA 2026 di Hadiri Bupati Solok
komentar
beritaTerbaru