Sabtu, 19 September 2026

Badan Pengelola Toba Caldera dan Besarnya Harapan Masyarakat

Administrator - Sabtu, 19 September 2026 00:11 WIB
Badan Pengelola Toba Caldera dan Besarnya Harapan Masyarakat
Ist
MEDAN — Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark memang terdengar besar. Di dalamnya melekat nama lokal sekaligus identitas internasional. Tak heran, berbagai persoalan yang terjadi di kawasan Danau Toba kerap dikaitkan dengan lembaga tersebut.

Baca Juga:

Danau keruh, Badan Pengelola Toba Caldera dicari. Terjadi kebakaran, Toba Caldera dipanggil. Gempa bumi, kembali mencari Toba Caldera. Sampah berserakan, Toba Caldera ditanya. Ikan mati mengambang, Toba Caldera dikejar.


Bahkan, secara berseloroh, ketika ada anjing tertabrak di jalan, Toba Caldera pun bisa ikut disebut. Yang terakhir tentu saja hanya candaan.
Fenomena tersebut menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat terhadap keberadaan Badan Pengelola Toba Caldera. Dalam persepsi publik, seolah-olah berbagai persoalan di kawasan Danau Toba menjadi tanggung jawab lembaga ini, sementara perangkat kedinasan pemerintah lainnya seakan berada di luar persoalan.


Namun, kondisi tersebut justru menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk memahami bagaimana kelembagaan dan persepsi masyarakat berkembang. Persepsi terhadap sebuah lembaga dapat menjadi kanal aspirasi yang dinamis dan perubahannya tidak selalu mudah dipahami.


Perlahan, masyarakat mulai memahami fungsi dan kapasitas Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark.


Badan Pengelola Toba Caldera bukanlah lembaga yang memiliki kekuasaan atas seluruh persoalan di kawasan Danau Toba. Lembaga ini juga bukan pemegang tunggal kepemimpinan dalam pengelolaan kawasan.


Sebaliknya, Badan Pengelola Toba Caldera hadir sebagai sahabat dalam memilih dan membangun protokol pengelolaan kawasan geopark.
Toba Caldera UNESCO Global Geopark merupakan salah satu mata rantai dalam jaringan berbagai komponen sosial yang bekerja bersama. Perannya berada di tengah-tengah jejaring tersebut: membangun dialog, menghimpun gagasan, dan merumuskan formulasi untuk kemudian dikerjakan melalui semangat kolaborasi.


Tujuannya adalah membangun pengelolaan kawasan yang selaras dengan prinsip-prinsip taman bumi atau geopark.


Karena itu, besarnya harapan masyarakat juga harus dijawab dengan peningkatan kapasitas kelembagaan. Badan Pengelola Toba Caldera perlu terus memperkuat kompetensi, pengetahuan, serta kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.


Pada akhirnya, pengelolaan Toba Caldera UNESCO Global Geopark bukanlah pekerjaan satu lembaga. Ia merupakan kerja bersama yang membutuhkan dialog, gagasan, koordinasi, dan kolaborasi dari berbagai komponen masyarakat.


Oleh: Tikwan Raya Siregar
Tim Badan Pengelola Toba Caldera

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Lake Toba Writers Festival 2026 Dibuka dengan Sesi dan Penghormatan Sastra yang Inspiratif
Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi
Geopark Kaldera Toba, Merawat Luka Bumi dari Tepian Danau Toba
PLN UPP SBU 4 Dan Kejari Toba Perkuat Sinergi Melalui Penandatanganan PKS Bantuan Hukum
Gencarkan Operasi Antik Toba 2026, Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Ungkap 80 Kasus Narkotika dan Amankan 97 Tersangka
Rayakan Idul Adha, Pemkab Toba Serahkan Kurban Sembelih
komentar
beritaTerbaru