Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Baca Juga:
Indramayu – Sejumlah mahasiswa dari Taiwan melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Juntiweden, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai bagian dari MOE Overseas & New Southbound Internship Program. Program ini merupakan upaya pemerintah Taiwan untuk mempererat hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Migrant CARE Indramayu bertindak sebagai tuan rumah yang memfasilitasi seluruh rangkaian aktivitas para mahasiswa selama berada di Indonesia. Indramayu dipilih karena dikenal sebagai salah satu daerah pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia.
Kepala Desa Juntiweden, Carsudi, menyambut hangat kedatangan rombongan mahasiswa asal Taiwan. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat desa untuk saling belajar dan bertukar pengalaman.
"Saya berharap warga dan komunitas di Desa Juntiweden bisa belajar banyak dari teman-teman Taiwan ini. Semoga para mahasiswa betah dan kerasan tinggal di sini," ujar Carsudi saat penyambutan di Balai Desa Juntiweden.
Sementara itu, pembimbing kegiatan, Prof. Li-fang Liang dari National Dong Hwa University (NDHU), berharap para mahasiswa memperoleh pengalaman berharga selama tinggal bersama masyarakat Indonesia selama hampir satu bulan.
"Terlepas dari berbagai kegiatan yang akan kami lakukan di sini, kesempatan ini sangat berharga bagi kami untuk belajar langsung dari masyarakat Indonesia," kata Li-fang. Dosen NDHU tersebut telah puluhan tahun meneliti isu migrasi, termasuk kehidupan pekerja migran Indonesia di Taiwan.
Program pengabdian masyarakat ini terbagi dalam dua fokus utama, yakni pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.
Pada sektor pemberdayaan masyarakat, sasaran kegiatan meliputi komunitas pekerja migran, mantan pekerja migran yang tergabung dalam Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), calon pekerja migran, hingga anak-anak pekerja migran yang ditinggalkan orang tuanya.
Berbagai kegiatan disiapkan, di antaranya workshop migrasi aman yang membahas hak-hak pekerja migran di Taiwan, perbedaan budaya Indonesia dan Taiwan, serta sosialisasi mengenai kesehatan mental.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu menjadi agen edukasi bagi calon pekerja migran Indonesia, khususnya yang akan bekerja di Taiwan. Mereka dibekali pemahaman agar tidak mudah terjebak bujuk rayu calo, menghindari praktik kerja paksa, memahami hak-haknya sebagai pekerja, serta mengetahui langkah yang harus ditempuh ketika menghadapi persoalan di negara tujuan.
Program ini disusun berdasarkan berbagai temuan yang menunjukkan masih banyak pekerja migran belum memahami perbedaan antara memperjuangkan hak dan dianggap melawan majikan. Akibatnya, tidak sedikit yang menerima upah di bawah standar, dipaksa mengerjakan pekerjaan di luar kontrak, hingga memilih jalur keberangkatan ilegal karena kurangnya informasi.
Selain itu, mahasiswa Taiwan juga akan memberikan pelatihan mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di Taiwan. Mereka turut dijadwalkan berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus bersama masyarakat Desa Juntiweden.
Di bidang pendidikan, program dilaksanakan bekerja sama dengan SDN Juntiweden II. Para siswa diperkenalkan dengan budaya Taiwan melalui kegiatan membuat kaligrafi Mandarin, membaca buku berbahasa Mandarin, hingga bermain board game edukatif bersama mahasiswa.
Melalui interaksi tersebut, diharapkan para pelajar memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk membuka peluang belajar ke luar negeri, bukan semata-mata bekerja di sektor informal.
Program ini juga menjadi respons atas fenomena menurunnya minat sebagian pelajar di Indramayu untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Banyak di antara mereka lebih memilih bekerja ke luar negeri karena dianggap menawarkan penghasilan lebih besar meski tanpa pendidikan tinggi.
Melalui kolaborasi ini, mahasiswa Taiwan tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun pertukaran budaya dan memperkuat hubungan masyarakat Indonesia–Taiwan melalui pendekatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan perlindungan pekerja migran.
Penulis: Vanny El Rahman, Peneliti Doktoral Asia-Pacific Regional Studies, National Dong Hwa University (NDHU), Taiwan.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Mahasiswa Taiwan Gelar Pengabdian Masyarakat di Indramayu, Perkuat Edukasi Migrasi Aman dan Pendidikan
kota
Sosok Gus Irawan Pasaribu di Mata Anto Genk Dari Anak Pedagang Beras Menjadi Bankir, Legislator, hingga Bupati Tapanuli Selatan
Politik
sumut24.co ASAHAN, Keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat tidak bisa diemban sendirian oleh kepolisian semata. Menyadari hal itu, Pol
News
Ketua BAKOPAM Sumut Ibnu Hajar Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih, Teguhkan Semangat Nasionalisme
kota
Rapat finalisasi seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI
kota
Sekda menjadi Pembina Upacara Pembukaan Pemusatan Latihan Calon Pasukan Paskibraka
kota
NADI JKN Solusi Menjaga Keaktifan Peserta JKN
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina melepas 12 personel yang terdiri dari 10 anggota Satuan Polisi
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mempercepat penataan aset daerah.Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersa
News
sumut24.co MEDAN, Bupati Kabupaten Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Ba
Kota