sumut24.co -Labuhanbatu, Kepiawaian Balga bertahun - tahun mulus mengedarkan narkoba jenis sabu -sabu di wilayah di beberapa desa di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu terbilang handal.
Baca Juga:
Pasalnya, sudah beberapa kali berganti
KasatNarkoba Polres Labuhanbatu, berganti juga Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir, Balga tidak pernah bisa ditangkap.Hal itu dikatakan salah seorang warga yang tidak berkenan ditulis namanya di pemberitaan kepada awak media ini, Rabu, (22/07/2026) di Negeri Lama.
sumber mengatakan, Balga saat ini sebagai bandar besar di Kecamatan Bilah Hilir mengedarkan narkoba di Desa Kampung Bilah dan di beberapa desa lainnya yang dikendalikan oleh "kios"nya sudah begitu meresahkan."Keresahan masyarakat disampaikan kepada media dan sudah dipublikasikan berulang kali, dengan harapan ada respon cepat aparat kepolisian menangkap Balga, tetapi ekspektasi warga itu belum tercapai, masih jauh api dari panggang,"ujar sumber
Masih kata sumber, sekira 2 bulan lalu, Marihot "kios" narkoba Balga terbesar di Sei Bomban, Lingkungan Titi Panjang Hulu, Kelurahan Negeri Lama berhasil ditangkap oleh Satres
Narkoba Polres Labuhanbatu.Penangkapan terhadap Marihot yang diketahui selama ini mengedarkan narkoba ke beberapa desa/ Kelurahan sebagai "anak main" Balga menuai respon positif dan negatif dari masyarakat setempat.
"Respon positifnya Marihot berhasil ditangkap, respon negatifnya kenapa kios dapat ditangkap sementara Balga selaku bandar tidak juga bisa ditangkap hingga saat ini, baik oleh Satres
Narkoba mau pun Satreskrim Polsek Bilah Hilir,"imbuh sumber.Sumber menilai, eksistensi Balga yang hingga saat ini tidak bisa ditangkap menimbulkan opini miring terhadap kinerja aparat kepolisian, khususnya Satres
Narkoba Polres Labuhanbatu dan Satreskrim Polsek Bilah Hilir.
"Kita lihat pemberitaan kemarin, Zul Fadli alias Bagong bandar narkoba yang buron ke Riau berhasil ditangkap Satres
Narkoba, beberapa bandar di Kecamatan Pangkatan juga berhasil diciduk Satreskrim Polsek Bilah Hilir, tetapi Balga dan bandar lainnya yang lebih dekat, masih berada di Kecamatan Bilah Hilir tidak juga bisa ditangkap,"ungkap sumber kembali.Terpisah, Ketua Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Labuhanbatu Agus Kusdarwanto, diminta tanggapannya terkait Balga yang tidak bisa juga ditangkap, Agus berharap keseriusan aparat kepolisian agar tidak terbangun opini miring terhadap kinerja aparat kepolisian.
"Bila yang jauh dapat diburu, sedangkan yang dekat tidak dapat disentuh,wajar hal itu melahirkan interpretasi negatif di masyarakat terhadap kinerja aparat kepolisian,"ucap Agus.Ditegaskan Agus kembali, pergantian kepemimpinan di Satres
Narkoba mau pun bergantinya Kapolsek dan Kanit Reskrim di wilayah pesisir, selayaknya memberikan "warna baru" dalam bentuk low enforcement memberantas para bandar/ pengedar narkoba di wilayah hukumnya.
"Peredaran narkoba sebagai bentuk kejahatan extra ordinary, merusak mental dan moralitas seseorang, karena itu tindakan low enforcement dari aparat kepolisian sangat dibutuhkan. Saya menganalogikan ada perintah memadamkan api, jangan dijadikan kesempatan api itu untuk merebus atau memasak nasi di rumah,"ucap Agus tegas.Agus menilai, kinerja aparat kepolisian di unit sektor Polsek Bilah Hilir, Panai Tengah, Panai Hilir belum bisa menunjukkan sebuah prestasi dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukumnya.
"Kita mencermati, hingga saat ini tidak ada seorang pun bandar besar di wilayah hukum mereka yang dapat ditangkap, masih kelas kecil atau kios kios yang tertangkap. Sebagai ketua GANN Labuhanbatu saya menilai belum ada prestasi besar yang didapat oleh para kapolsek yang bertugas di daerah pesisir,"tukasnya.Lebih parahnya lagi, lanjut Agus, beredar rumor atau suara sumbang tentang istilah "titik" terhadap eksistensi bandar narkoba yang menjalankan bisnis haram di daerah pesisir.
Rumor istilah titik itu sampai ke saya, kalau bukan titik pasti disikat aparat kepolisian. Seolah - olah yang disebut titik itu ada rekom tanpa tertulis bisa menjalankan peredaran narkoba aman dan mulus. Bila itu benar, siapa yang memberi rekom tersebut? Hal itu perlu ditelusuri secara real dan komprehensif, agar tidak melahirkan fitnah terhadap aparat penegak hukum,"bebernya.Di tempat yang sama, Humas GANN Kabupaten Labuhanbatu Kirman Dewantoro mengatakan, tidak tertangkapnya para bandar besar di daerah pesisir, Kirman meragukan keseriusan aparat kepolisian serius dalam hal memberantas narkoba.
"Ketika masuk kurir membawa narkoba ke daerah itu bisa ditangkap, tetapi bandar besarnya belum ada satu pun yang bisa ditangkap. Para bandar besar di wilayah Panai Tengah, Panai Hilir dan Bilah Hilir, tetapi satu pun belum ada yang ditangkap, karena itu saya meragukan keseriusan kinerja Satres
Narkoba,"sebut Kirman.Di akhir perbincangan Kirman menyebutkan ,kritikan terhadap kinerja aparat kepolisian dari warga mau pun dari lembaga bukanlah bentuk sebuah kebencian, melainkan bertujuan agar aparat kepolisian lebih serius menjalankan tugasnya sehingga tidak terbangun opini negatif dari masyarakat.
"Kita mendesak agar para bandar itu dapat ditangkap, karena keseriusan itu direalisasikan dalam bentuk kerja nyata apa yang menjadi keluhan masyarakat. Bebasnya para bandar di daerah pesisir yang belum bisa ditangkap tunjukkanlah keseriusan kinerja Satres
Narkoba,"pungkasnya mengakhiri.
KasatNarkoba Polres Labuhanbatu AKP Hardiyanto,SH,MH, dikonfirmasi awak media ini via WhatsApp, apa tanggapannya terkait diragukan keseriusan kinerja Satres
Narkoba oleh lembaga aktivis narkoba, terlihat contreng 2 biru tanda WhatsApp sudah dibaca, namun
KasatNarkoba AKP Endryanto hingga berita ini dikirim ke redaksi belum berkenan memberikan balasan.
Tidak berbeda pula dengan
KasatNarkoba, Kapolres Labuhabatu AKBP Wahyu Endrajaya SH, MH, SIK, diminta tanggapannya via WhatsApp tentang keluhan warga, beberapa kali berganti
KasatNarkoba, Kapolsek dan Kanit Reskrim di wilayah pesisir, tetapi belum ada seorang pun bandar besar narkoba yang bisa ditangkap, hingga berita ini belum berkenan memberikan balasan. (Jok).
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News