sumut24.co -MEDAN, Universitas Sumatera Utara (
USU) menerima kunjungan Bank Tabungan Negara (
BTN) dalam rangka peninjauan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
USU yang berlokasi di Jalan Tridarma, Pintu IV
USU, Kamis, 9 Juli 2026. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka kolaborasi
USU dan
BTN dalam program diseminasi model teknologi pengolahan sampah ke kabupaten-kabupaten sekitar
Danau Toba.
Baca Juga:
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan
BTN, yaitu Kepala Kantor Wilayah Sumatera
BTN, Vidy Aryo Fajar, dan Branch Manager
BTN KCP
USU, Shindy Zara. Dari pihak
USU, hadir Direktur Kerja Sama dan Internasionalisasi, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH, Sp.ParK; Direktur Direktorat
Inovasi, Pembangunan Berkelanjutan, dan Kawasan Sains Teknologi, Dr. Ir. Noverita Sprinse Vinolina, M.P.; serta Ketua PUI Circularity Center
USU, Zaid Perdana Nasution, M.T., Ph.D.Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan inovasi perguruan tinggi dengan program keberlanjutan industri.
BTN selama ini menanamkan prinsip keberlanjutan pada setiap kebijakan, produk, dan layanan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Pendekatan tersebut memastikan bahwa pertumbuhan usaha tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan.
Komitmen
BTN terhadap keberlanjutan diwujudkan melalui penerapan prinsip 5P, yaitu Planet, People, Peace, Partnership, dan Prosperity, yang menjadi dasar pengembangan keuangan berkelanjutan. Berbagai inisiatif seperti rumah rendah emisi, peningkatan inklusi keuangan, pengembangan ekonomi sirkular, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan menunjukkan upaya
BTN dalam mengintegrasikan nilai berkelanjutan ke dalam setiap aspek kehidupan, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG.Dalam konteks tersebut, TPST
USU dinilai memiliki potensi besar sebagai model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat dikembangkan bersama. Melalui TPST,
USU tidak hanya mengelola sampah kampus, tetapi juga mengembangkan riset, edukasi, dan hilirisasi produk olahan sampah, seperti kompos, maggot, tepung maggot, kasgot, Refuse-Derived Fuel atau RDF, bahan bakar hasil pirolisis, serta aplikasi pencatatan persampahan.
Kepala Kantor Wilayah Sumatera
BTN, Vidy Aryo Fajar, menyampaikan bahwa kunjungan ke TPST
USU menjadi langkah awal untuk melihat secara langsung potensi kolaborasi yang sejalan dengan arah keberlanjutan
BTN."
BTN memiliki komitmen untuk terus mendorong program keberlanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui prinsip 5P, kami ingin memastikan bahwa setiap kolaborasi tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan komunitas. Model TPST
USU ini menarik karena mampu menghubungkan edukasi, teknologi, dan ekonomi sirkular dalam satu ekosistem yang dapat direplikasi," ujar Vidy.
Ia menambahkan, pengalaman
BTN dalam mengembangkan inisiatif ekonomi sirkular, termasuk program yang mengubah sampah menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat, memiliki keselarasan dengan model pengelolaan sampah yang dikembangkan
USU."Kami melihat ada irisan yang kuat antara program keberlanjutan
BTN dan pengembangan TPST
USU. Sampah dapat dikelola menjadi sumber nilai baru jika didukung dengan teknologi, edukasi, dan partisipasi masyarakat. Karena itu, peluang diseminasi teknologi ini ke kabupaten sekitar
Danau Toba menjadi sangat relevan, terutama untuk mendukung kawasan wisata yang bersih, produktif, dan berkelanjutan," tambahnya.
Direktur Kerjasama dan Internasionalisasi
USU, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH, Sp.ParK, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan
BTN membuka peluang penting bagi
USU untuk memperluas manfaat inovasi kampus ke masyarakat."TPST
USU tidak hanya kami tempatkan sebagai fasilitas pengolahan sampah, tetapi sebagai laboratorium hidup yang mengintegrasikan riset, edukasi, pengabdian masyarakat, dan hilirisasi inovasi. Melalui kerja sama dengan
BTN, kami berharap model ini dapat dikembangkan lebih luas, khususnya untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan di kabupaten sekitar
Danau Toba," ujarnya.
Ketua PUI Circularity Center
USU, Zaid Perdana Nasution, M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan di TPST
USU dirancang agar dapat diterapkan secara sederhana dan adaptif di berbagai konteks masyarakat."Prinsipnya adalah bagaimana sampah dipilah, diolah, dicatat, lalu dikembangkan menjadi produk yang memiliki manfaat. Model ini dapat diterapkan di kawasan kampus, desa wisata, sekolah, pasar, permukiman, maupun komunitas sekitar
Danau Toba. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi pengolahan sampah dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan," ujarnya.
Program diseminasi yang dibahas dalam kunjungan tersebut diarahkan pada pelatihan, pendampingan, replikasi teknologi pengolahan sampah sederhana, penguatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan model ekonomi sirkular berbasis komunitas. Kabupaten sekitar
Danau Toba dipandang sebagai wilayah strategis karena memiliki nilai ekologis, pariwisata, budaya, dan ekonomi yang perlu didukung dengan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.Melalui kolaborasi ini,
USU dan
BTN dapat membangun model kerja sama antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah. Dari TPST
USU, teknologi pengolahan sampah diharapkan dapat direplikasi ke kawasan
Danau Toba; dari kolaborasi
USU dan
BTN, ekonomi sirkular diharapkan dapat tumbuh; dan dari pengelolaan sampah yang lebih baik, masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara langsung. (C04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News