Soliditas dan Gotong Royong Jadi Tradisi Kader, Balitbang Partai Golkar Rayakan Milad ke-63 Prof. Ganjar Razuni
Soliditas dan Gotong Royong Jadi Tradisi Kader, Balitbang Partai Golkar Rayakan Milad ke63 Prof. Ganjar Razuni
kota
Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) secara resmi mencanangkan dan melepas pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah strategis dalam membangun basis data ekonomi yang akurat dan komprehensif.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, dalam Apel Gabungan yang berlangsung di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Rabu (17/6/2026).
Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas perencanaan pembangunan berbasis data. Melalui sensus ini, pemerintah berharap dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa dan pelaku usaha terkecil.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan H. Sofyan Adil Siregar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tapanuli Selatan Frits Fahridws Damanik, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tapsel, para staf ahli, asisten daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), petugas sensus, serta jajaran aparatur pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang kembali menyelenggarakan Sensus Ekonomi sebagai instrumen penting dalam memotret perkembangan ekonomi nasional maupun daerah.
Menurutnya, data yang akurat dan terpercaya merupakan pondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini sangat penting karena akan menghasilkan data ekonomi yang berkualitas untuk mendukung penyusunan program pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan," ujar Gus Irawan.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan investasi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, hingga pengentasan kemiskinan membutuhkan data yang valid agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Gus Irawan menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki nilai strategis yang lebih besar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Pasalnya, untuk pertama kalinya pendataan juga mencakup sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut sangat relevan dengan karakteristik Kabupaten Tapanuli Selatan yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
"Ini menjadi sangat penting bagi Tapanuli Selatan karena sektor pertanian dan perkebunan merupakan penggerak utama ekonomi masyarakat. Dengan data yang lebih lengkap, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat dalam mendukung kesejahteraan petani dan pelaku usaha," katanya.
Bupati juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Tapanuli Selatan melalui berbagai komoditas unggulan daerah.
Beberapa sektor yang menjadi andalan masyarakat antara lain perkebunan karet, kelapa sawit, kopi, salak, hingga berbagai jenis usaha mikro yang tersebar di seluruh kecamatan.
Menurut Gus Irawan, seluruh potensi tersebut membutuhkan dukungan data yang kuat agar pengembangannya dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Dengan adanya data yang lengkap, pemerintah dapat mengetahui tantangan yang dihadapi pelaku usaha sekaligus menentukan program prioritas yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal.
Selain mendukung pembangunan daerah, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga diyakini akan menjadi salah satu referensi penting bagi investor yang ingin menanamkan modal di Tapanuli Selatan.
Data yang akurat mengenai jumlah usaha, potensi ekonomi, tenaga kerja, hingga sektor unggulan akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai peluang investasi di daerah.
Karena itu, Gus Irawan mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan data yang benar dan sesuai kondisi di lapangan.
"Kami berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dan memberikan informasi yang akurat kepada petugas sensus. Data yang diberikan hari ini akan menjadi dasar pembangunan Tapanuli Selatan di masa depan," tegasnya.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui data yang diperoleh, pemerintah dapat memetakan kondisi ekonomi daerah secara lebih detail, mengidentifikasi potensi yang perlu dikembangkan, sekaligus merumuskan kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.zal
Soliditas dan Gotong Royong Jadi Tradisi Kader, Balitbang Partai Golkar Rayakan Milad ke63 Prof. Ganjar Razuni
kota
Di Balik Pujian Pensi AlHikmah, Wakil Wali Kota Medan Beri Warning Soal Narkoba dan Judol
kota
Medan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan kembali berhasil membongkar praktek pembuatan narkotika jenis vape, atau yang le
Hukum
sumut24.co ASAHAN, Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Kepolisian Resor Asahan menggelar kegiatan bakti kesehatan berupa donor
News
Bupati Madina Saipullah Nasution Minta Perusahaan Sawit Buka Data, CSR Harus Kembali untuk Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
kota
Sawah Sudah Direhabilitasi, Air Belum Mengalir Bupati Madina Saipullah Nasution Minta Irigasi Batang Gadis Segera Dikeruk
kota
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai, Bupati Tapsel Gus Irawan Bidik Pembangunan Lebih Tepat Sasaran
kota
Kapolda Sumut Dorong Humas Polri Kuasai Ruang Digital dan Rebut Kepercayaan Publik
kota
Sambut Hari Bhayangkara ke80, Kapolres Tapsel Datangi Gereja dan Masjid, Tebar Pesan Persatuan dan Kepedulian
kota
Pesan Menyentuh H. Purnadi untuk 23 Santri AlShoulatiyah Jangan Berhenti Belajar!
kota