Baca Juga:
P.Siantar l Sumut24.co
Tagisan histeris dari seorang ibu, seakan tak terbendung lagi, melihat video anaknya yang dibantai oleh beberapa okn IPK hingga tewas kamis (28/6) di depan kantor Walikota.
Ibu itu tak lain adalah Dahlia Br Siallagan (56), ibu dari Jaka Janes Malau warga Medan ditemui di Pujisera Kecamatan Siantar Utara, Rabu (17/6/2026).
"Ini tidak lagi pengeroyokan melainkan pembantaian kepada anak saya dan tidak manusiawi lagi," tangis Dahlia.
Menurut Dahlia, dirinya tak tahan melihat penyiksaan yang dilakukan oleh anggota IPK tidak lagi punya hati nurani dan sudah tergolong biadap. Karena tindakan mereka seakan tidak memperdulikan nyawa orang lain.
"Apakah para oknun IPK Siantar yang membunuh anak saya, sudah kebal hukum dan tidak punya pendidikan," tegasnya.
Dikatakan Dahlia, ketidak manusiawinya para penyiksa anak saya, seakan dilindungi oleh petinggi penegak hukum yang tak lain adalah Kapolres Siantar.
"Dia bilang anak saya pembuat tato, dari mana bukti Kapolres Siantar, pembuat tato. Ini harus dipertangung jawabkan Kapolres Siantar," tangis Dahlia.
Dengan ini, Lanjut Dahlia, Kapolres Siantar tidak transparan dengan kematian Jaka J Malau. Karena pelaku tidak dilakukan penangkapan melainkan yang diserahkan oleh organisasi IPK.
"Hal ini seakan membingungkan saya selakh orang tua Jaka, masa petugas kepolisian Siantar tidak gerak cepat melakukan penangkapan kepada 5 orang lagi, yang ikut membantai anak saya," cetusnya.
Kuat dugaan, lanjut Dahlia, bahwa Polres Siantar melindungi para penganiaya terhadap Jaka. "Masa di saat konfrensi pres yang dilakukan Kapolres beberapa minggu yang lalu, pelaku dikatakan 6 orang, sementara dari informasi yang saya ketahui ada 7 pelaku dan 2 telah diamankan, satu 1 rumah sakit. Jadi kemana 4 orang lagi," imbuhnya. (Tim)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News