Seorang Oknum Perwira Brimob Diduga Pukul Pedagang Monza di Tanjungbalai
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
Baca Juga:
- Jalin Sinergitas, Ketua Pewarta Polrestabes Medan Silaturahmi ke Kasat Narkoba Polresta Deliserdang Kompol Ferry Kusnadi SH MH
- Fee 25% Rp 2,7 Miliar Disunat Sejak Awal, Proyek Irigasi Rp11 Miliar di Asahan Diduga Jadi Sapi Perah Oknum Ketua Partai
- Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
MEDAN – Kapolsek Medan Sunggal Kompol Mhd Yunus Tarigan dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumatera Utara oleh keluarga korban kasus kematian seorang asisten rumah tangga (ART) asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/6/2026).
Laporan tersebut disampaikan Maximus Sone, paman dari Kresentia Hoess (21), ART yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di rumah majikannya di Kompleks Evergreen, Medan Sunggal, pada Maret 2026 lalu.
Pengaduan tersebut terdaftar melalui layanan pengaduan online Propam Polri berbasis QR Code dengan nomor registrasi 260609000027.
Maximus mengatakan, laporan itu dibuat karena pihak keluarga merasa keberatan terhadap proses penanganan perkara, terutama terkait belum diterimanya hasil autopsi jenazah Kresentia Hoess.
"Saya keberatan terhadap Kompol M Yunus Tarigan selaku Kapolsek Medan Sunggal dan penyidik pembantu Polsek Medan Sunggal," ujar Maximus usai membuat laporan di Mapolda Sumut.
Ia menjelaskan, autopsi terhadap jenazah Kresentia telah dilakukan oleh Polsek Medan Sunggal pada 18 Maret 2026. Namun, hingga kini keluarga mengaku belum menerima hasil pemeriksaan tersebut.
Menurut Maximus, keluarga juga belum mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan/Penyidikan (SP2HP) terkait perkembangan perkara.
"Sampai saat ini kematian keponakan saya belum diketahui secara pasti apa sebab akibatnya," katanya.
Ia menilai penanganan kasus tersebut berjalan lambat dan meminta adanya pemeriksaan terhadap proses penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan Polsek Medan Sunggal.
Maximus juga mempertanyakan transparansi penanganan perkara serta menyebut pihak keluarga merasa belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai perkembangan kasus.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur DPW Sumatera Utara Devis Abuimau Karmoy yang mendampingi Maximus mengatakan, pengaduan ke Propam merupakan bentuk upaya keluarga untuk mendapatkan keadilan.
"Kapolsek layak diperiksa karena penanganan perkara ini sudah menjadi perhatian publik, baik masyarakat di Sumatera Utara maupun di NTT," ujar Devis.
Ia menegaskan, Forum Pemuda NTT akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga memperoleh kejelasan.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Medan sumut24.co Seorang oknum perwira Brimob berinisial NL diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pedagang di pasar Jalan D.I Panjai
Hukum
Jakarta Sumut24.co PT PLN Indonesia Power Services, PT Barata Indonesia (Persero), dan Technofit Sdn Bhd Malaysia sepakat mengembangkan pu
News
Sosok Ipda Yayat Sudrajat, Diduga Miliki Belasan Aset Mewah yang Dipantau KPK dan Fakta Pernah Diperiksa Propam
News
Bank Sumut Raih Penghargaan OJK sebagai Bank Teraktif Melakukan Literasi Keuangan ke Sekolah
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Bank Sumut Cabang Kisaran menggelar kegiatan Gathering Kredit Pra Pensiun Kabupaten
News
sumut24.co ASAHAN, Lembaga Penegakan Supremasi Hukum (LPSH) Cabang Asahan kembali mengirimkan surat resmi ke Kejaksaan Agung maupun Kejaksa
News
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperkuat agenda keberlanjutan melalui inovasi di sektor lingkung
News
Kejar Target PAD 2026, Wagub Sumut Minta OPD dan BUMD Bergerak Bersama
News
Penanganan Bencana di Solok Pemko Payakumbuh Kirim 56 Personel dan Peralatan Bantu
News
2 Maling AC Ditangkap Polsek Medan Area
Hukum