Minggu, 07 Juni 2026

Sosiolog UMSU Medan Rekomendasikan Hukuman Mati bagi Koruptor Program MBG

Administrator - Minggu, 07 Juni 2026 00:20 WIB
Sosiolog UMSU Medan Rekomendasikan Hukuman Mati bagi Koruptor Program MBG
Baca Juga:

Medan – Kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) menuai sorotan tajam. Modus dugaan markup pengadaan barang hingga triliunan rupiah, termasuk motor listrik senilai Rp1 triliun, serta praktik "jual beli titik" dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai telah merusak Program Makan Bergizi Gratis (MBG), program prioritas nasional.

Shohibul Anshor Siregar, sosiolog dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, merekomendasikan agar pemerintah dan penegak hukum menunjukkan political will yang kuat dengan menuntut serta menjatuhkan hukuman mati.

Menurut Siregar, korupsi di program MBG merupakan pengkhianatan berat terhadap rakyat Indonesia, khususnya anak-anak dari keluarga miskin yang bergantung pada nutrisi dasar. "Ini bukan korupsi biasa. Ini merampok makanan anak-anak stunting dan menghambat upaya Indonesia Emas 2045," ujar Siregar dalam pernyataannya.


Dasar Hukum yang Kuat

Siregar menjelaskan bahwa Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Tipikor memberikan ruang bagi pidana mati dalam "keadaan tertentu". Korupsi MBG memenuhi syarat tersebut karena menyerang program strategis nasional yang menyangkut hajat hidup orang banyak, dengan kerugian negara yang sangat besar dan dampak sistemik terhadap penurunan stunting serta kesejahteraan rakyat.

"Jaksa juga dapat mengoptimalkan Pasal 603 jo Pasal 20 KUHP baru yang sudah digunakan dalam penyidikan. Hakim memiliki kewenangan menafsirkan secara progresif bahwa korupsi program sosial prioritas setara extraordinary crime," tambahnya.


Alasan Politik, Moral, dan Dukungan Publik

Dari perspektif sosiologis, Siregar menekankan dampak sosial yang luar biasa. "Jika dibiarkan dengan hukuman ringan, kepercayaan publik terhadap program unggulan pemerintahan akan hancur total," katanya.

Ia juga menyoroti perlunya efek jera yang nyata. "Hukuman penjara puluhan tahun selama ini terbukti tidak cukup. Hukuman mati menjadi sinyal politik tegas bahwa korupsi program rakyat adalah kejahatan luar biasa setara pengkhianatan bangsa," tegas Siregar.

Menurutnya, momentum saat ini sangat tepat. Tindakan Presiden Prabowo harus diikuti tuntutan maksimal. "Dukungan publik sangat kuat. Masyarakat sudah muak dengan korupsi," ujarnya.


Menjawab Kritik dan Tantangan

Siregar juga merespons kritik dari sisi HAM. "Hak hidup memang dijamin konstitusi, tetapi korupsi skala besar juga melanggar hak kolektif rakyat atas pangan dan kesejahteraan. Hukuman mati di sini adalah ultimum remedium untuk kejahatan luar biasa, dengan proses peradilan yang ketat untuk menghindari kesalahan," jelasnya.

Ia meyakini bahwa dengan bukti yang sedang didalami Kejaksaan Agung, kasus ini dapat menjadi preseden penting.


Rekomendasi Langkah Konkret

Shohibul Anshor Siregar merekomendasikan:

(-) Kejagung segera melengkapi berkas dengan argumen "keadaan tertentu" dan menuntut hukuman mati.

(-) Pengadilan Tipikor memprioritaskan vonis maksimal.

(-) Pemerintah dan DPR mendukung secara politik serta memperkuat regulasi Perpres MBG dan perampasan aset.

(-) Masyarakat dan media terus mengawal proses agar tetap transparan dan akuntabel.

"Hukuman mati bagi koruptor MBG adalah pilihan politik yang berani dan mendesak. Ini bukan balas dendam, melainkan perlindungan terhadap masa depan bangsa dari parasit korupsi," pungkas Shohibul Anshor Siregar.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
MBG
beritaTerkait
HMI Padang Lawas Dorong Audit Program MBG, Transparansi Pelaksanaan SPPG Jadi Sorotan
Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Terkait Dugaan Korupsi Program MBG
MBG di Kabupaten Toba Belum Adil dan Merata
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna Ikuti Zoom Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Ekonomi Desa
Heboh Dugaan Makanan Berulat pada Program MBG di Penggorengan Madina, Wali Murid Soroti Kualitas dan Higienitas
Pemko Tanjungbalai Perkuat Pengawasan Program MBG, Dua Dapur SPPG Ditinjau Langsung
komentar
beritaTerbaru