Senin, 15 Juni 2026

Peternak Puyuh di Padangsidimpuan Menjerit, Program MBG Diharapkan Jadi Nafas Baru Usaha Rakyat

Administrator - Rabu, 10 Juni 2026 14:18 WIB
Peternak Puyuh di Padangsidimpuan Menjerit, Program MBG Diharapkan Jadi Nafas Baru Usaha Rakyat
Baca Juga:

Padangsidimpuan | Sumut24.co

Harapan besar kini disematkan para peternak puyuh di Kota Padangsidimpuan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Program tersebut dinilai berpotensi menjadi solusi untuk meningkatkan serapan hasil peternakan lokal sekaligus membantu keberlangsungan usaha rakyat yang tengah menghadapi berbagai tantangan.

Di Kelurahan Palopat Pijor Koling Lingkungan I, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, deretan kandang puyuh milik warga masih terus beroperasi meski berada di tengah tekanan biaya produksi yang semakin tinggi. Salah satu peternak yang masih bertahan adalah Joko Suprianto (53), yang telah menggeluti usaha peternakan puyuh selama lebih dari 22 tahun.

Bagi Joko, usaha yang dibangunnya bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan sumber penghidupan utama bagi keluarganya. Setiap hari, ia bersama anggota keluarga menjalankan berbagai aktivitas mulai dari memberi pakan, membersihkan kandang, memantau kesehatan ternak, hingga mengumpulkan telur yang siap dipasarkan.

Saat ini, kandang miliknya memiliki kapasitas hingga 12 ribu ekor puyuh. Namun karena keterbatasan modal dan tingginya biaya operasional, hanya sekitar 4 ribu ekor puyuh petelur yang dipelihara. Akibatnya, sebagian besar ruang kandang terpaksa dibiarkan kosong.

Dari 4 ribu ekor puyuh tersebut, Joko mampu memproduksi sekitar 3 ribu butir telur setiap hari. Hasil produksi kemudian dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional dan dijual kepada masyarakat dengan harga sekitar Rp250 per butir.

Meski produksi berjalan stabil, keuntungan yang diperoleh peternak semakin menipis. Penyebab utamanya adalah kenaikan harga pakan yang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Joko, harga pakan pabrikan yang sebelumnya berkisar Rp400 ribu per sak kini telah mencapai sekitar Rp450 ribu per sak. Kondisi tersebut membuat biaya operasional usaha meningkat signifikan.

"Kenaikan harga pakan sangat memengaruhi biaya produksi. Sementara harga telur di pasaran tidak selalu stabil, sehingga keuntungan yang diperoleh semakin kecil," ujar Joko saat menerima kunjungan anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Purnadi, SE, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, kebutuhan operasional peternakan setiap hari dapat mencapai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. Angka tersebut mencakup pembelian pakan, perawatan kandang, serta kebutuhan lainnya yang harus dipenuhi agar produksi tetap berjalan.

Kondisi ini membuat banyak peternak harus berpikir keras untuk mempertahankan usahanya. Tidak sedikit yang mengurangi jumlah ternak karena keterbatasan modal dan tingginya biaya produksi.
Di tengah situasi tersebut, Program Makan Bergizi Gratis dinilai dapat menjadi peluang baru bagi peternak puyuh lokal. Apabila telur puyuh dapat masuk dalam rantai pasok program tersebut, maka permintaan pasar berpotensi meningkat dan memberikan kepastian penyerapan hasil produksi peternak.

Selain meningkatkan pendapatan peternak, keterlibatan produk lokal dalam Program MBG juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis usaha rakyat.

Para peternak berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor peternakan rakyat melalui kebijakan yang berpihak, termasuk dukungan akses pasar, bantuan pakan, serta pelibatan produk lokal dalam berbagai program strategis nasional.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
MBG
beritaTerkait
Sosiolog UMSU Medan Rekomendasikan Hukuman Mati bagi Koruptor Program MBG
HMI Padang Lawas Dorong Audit Program MBG, Transparansi Pelaksanaan SPPG Jadi Sorotan
Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Terkait Dugaan Korupsi Program MBG
MBG di Kabupaten Toba Belum Adil dan Merata
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Wira Prayatna Ikuti Zoom Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Ekonomi Desa
Heboh Dugaan Makanan Berulat pada Program MBG di Penggorengan Madina, Wali Murid Soroti Kualitas dan Higienitas
komentar
beritaTerbaru