Senin, 10 Agustus 2026

Bupati Saipullah Tegaskan Pancasila Jadi Benteng Persatuan Bangsa di Tengah Ancaman Perpecahan

Administrator - Selasa, 02 Juni 2026 09:09 WIB
Bupati Saipullah Tegaskan Pancasila Jadi Benteng Persatuan Bangsa di Tengah Ancaman Perpecahan
Istimewa
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan penuh khidmat di pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur Aek Godang, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Senin (1/6/2026).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia". Momentum tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan zaman.

Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, bertindak langsung sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, ia membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga menjadi kekuatan moral yang selama ini mampu menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman.

"Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan," ujar Saipullah saat membacakan amanat.

Ia menjelaskan, Indonesia hingga kini terus menunjukkan peran aktif di tingkat internasional melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam penyelesaian konflik regional, hingga konsisten menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda.

Saipullah menilai, kemajuan teknologi tanpa dibarengi nilai moral dapat membawa dampak negatif bagi masyarakat. Karena itu, Pancasila harus dijadikan sebagai falsafah hidup dan pedoman dalam membangun karakter bangsa.

"Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan publik agar mampu menghadirkan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak kelompok kecil, dan memastikan tidak ada rakyat yang merasa ditinggalkan," tambahnya.

Di akhir amanat, Bupati Madina mengajak seluruh peserta upacara untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan serta menjaga persatuan demi masa depan Indonesia yang damai dan berkeadilan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, moralitas, toleransi, dan semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Upacara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran ASN Pemkab Madina, TNI-Polri, tokoh masyarakat, pelajar, hingga berbagai elemen masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh semangat nasionalisme.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bupati Madina Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran, Data Warga Miskin Bakal Diverifikasi Langsung
Perang terhadap Tambang Ilegal Dimulai! Wabup Atika Terapkan Strategi 3 Tahap di Madina
Bupati Saipullah Bangga Madina Tampil Maksimal di PRSU ke-50 Meski Dihimpit Keterbatasan Anggaran
Dari Kopi Mandailing hingga Gordang Sambilan, Bupati Saipullah Tunjukkan Kekayaan Madina di PRSU
Doa dari Tanah Suci untuk Madina! Bupati Saipullah Lepas 45 Jamaah Umroh Cahaya Rizki
Tokoh Masyarakat Pantai Barat Madina H. Syahrir Nasution: Jika Pemerintah Terus Abai, Rakyat Siap Perjuangkan Bergabung ke Sumatera Barat
komentar
beritaTerbaru