Baca Juga:
MEDAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MIN 6 Kota Medan mendadak terhenti. Kondisi ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan orang tua murid maupun siswa sekolah yang berada di Jalan Balam No. 52, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal tersebut.
Sekolah yang saat ini dipimpin oleh Isna Fitriani Harahap, S.Pd.I., M.M. selaku kepala sekolah disebut sudah hampir satu minggu tidak lagi mendistribusikan MBG kepada para siswa. Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka yang disampaikan pihak sekolah terkait alasan penghentian program tersebut.
Situasi ini pun memicu kekecewaan dari sejumlah orang tua murid. Mereka menilai penghentian MBG dilakukan secara sepihak tanpa adanya komunikasi maupun pemberitahuan resmi kepada wali murid.
Padahal, program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang menjadi perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.
"Dengan adanya MBG, kami sebagai orang tua sangat terbantu. Apalagi ekonomi kami pas-pasan. Anak kami bisa sarapan atau makan siang di sekolah. Tapi sekarang tiba-tiba dihentikan begitu saja tanpa penjelasan," ujar salah seorang orang tua murid kepada tim media.
Kekecewaan masyarakat semakin besar lantaran penghentian MBG dinilai berdampak langsung terhadap kebutuhan harian siswa, khususnya bagi keluarga kurang mampu.
"Kalau MBG berhenti, otomatis kami harus keluar uang tambahan lagi untuk bekal atau makan anak. Sementara kondisi ekonomi sekarang tidak mudah," lanjut orang tua murid lainnya.
Yang menjadi sorotan, di sekitar wilayah sekolah disebut terdapat beberapa dapur MBG yang masih aktif beroperasi. Karena itu, masyarakat mempertanyakan mengapa distribusi tidak segera dialihkan atau dikoordinasikan agar siswa tetap menerima manfaat program tersebut.
"Sekolah lain masih dapat MBG. Kenapa di MIN 6 malah dihentikan? Ada apa sebenarnya? Kalau memang ada kendala, seharusnya kepala sekolah mencari solusi, bukan malah siswa yang jadi korban kebijakan," ujar salah satu wali murid.
Informasi yang berkembang di lingkungan sekolah menyebut penghentian MBG diduga berkaitan dengan persiapan ujian maupun aktivitas internal sekolah. Namun alasan tersebut justru dinilai tidak masuk akal oleh sebagian orang tua murid.
"Kalau alasannya karena ujian atau mau libur sekolah, itu bukan alasan yang tepat. Program MBG kan untuk kebutuhan gizi anak. Harusnya ada jalan keluar, bukan langsung dihentikan," kata N.R, salah seorang orang tua siswa.
Sementara itu, para siswa juga mengaku kecewa karena tidak lagi menerima makanan bergizi seperti biasanya.
"Kami berharap MBG bisa kembali dibagikan setiap hari. Dengan adanya MBG kami jadi lebih semangat dan bisa merasakan pola hidup sehat," ujar salah seorang siswa.
Kini masyarakat menunggu penjelasan resmi dari pihak MIN 6 Kota Medan terkait alasan penghentian distribusi MBG tersebut.
Publik juga berharap pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota maupun Badan Gizi Nasional (BGN), segera turun tangan agar program yang menyangkut kebutuhan dasar siswa itu tidak terhenti terlalu lama.
Sebab di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit, penghentian MBG tanpa kejelasan dinilai bukan sekedar persoalan administrasi sekolah, melainkan menyangkut hak dan kebutuhan gizi anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News