Madina | Sumut24.co
Baca Juga:
Bupati Mandailing Natal (Madina), Saipullah Nasution, mengajak generasi muda untuk lebih percaya diri dalam mempraktikkan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, rasa takut melakukan kesalahan justru menjadi penghambat utama dalam menguasai bahasa internasional tersebut.
Pesan itu disampaikan Saipullah saat membuka kegiatan 6th English Festival Tadris Bahasa Inggris di Kompleks STAIN Mandailing Natal, Panyabungan, Senin (25/5/2026).
Di hadapan peserta festival yang terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA, Saipullah menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak bisa diperoleh secara instan, melainkan harus dibangun melalui latihan setiap hari.
"If you would like to fluently in English, you must every day practice. Jangan takut bikin salah. Enggak perlu takut karena ini bukan bahasa kita, ini bahasa orang lain," ujar Saipullah disambut antusias peserta.
Festival tahun ini mengusung tema "Master the Language, Own the Stage" dan menjadi salah satu ajang pengembangan kemampuan bahasa asing bagi generasi muda di Mandailing Natal.
Dalam sambutannya, Saipullah menjelaskan bahwa bahasa Inggris kini memiliki peran penting sebagai bahasa internasional yang digunakan dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, perdagangan global, hingga pertahanan.
Karena itu, ia menilai penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu modal utama bagi generasi muda untuk mampu bersaing di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Bupati juga mengapresiasi penyelenggaraan English Festival yang dinilai mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Madina. Menurutnya, kegiatan semacam ini turut berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mandailing Natal yang saat ini masih berada pada kategori rendah di Sumatera Utara.
"Manfaatkan festival ini sebaik-baiknya. Berani mencoba, berani salah, berani tampil. Dari panggung kecil inilah lahir kreator, penulis, dan pemimpin masa depan," katanya.
Saipullah menegaskan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan terus mendukung program-program pendidikan yang mendorong peningkatan kapasitas generasi muda, termasuk kegiatan pengembangan bahasa Inggris.
Ia berharap English Festival STAIN Madina dapat digelar lebih sering sehingga menjadi ruang pembinaan bakat dan kemampuan bahasa bagi anak-anak muda di Bumi Gordang Sambilan.
"Pemkab Madina berkomitmen penuh mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia. Kita ingin anak-anak Madina mampu tampil di panggung nasional maupun internasional tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua STAIN Mandailing Natal, Mara Samin Lubis, mengatakan perguruan tinggi tersebut terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan mahasiswa, namun tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.
Ia menyebutkan saat ini STAIN Madina memiliki lebih dari 3.700 mahasiswa aktif yang mengikuti proses perkuliahan.
Terkait pelaksanaan festival, Mara Samin mengungkapkan peserta berasal dari berbagai sekolah di Mandailing Natal, termasuk dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Madina. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang menjadi bukti bahwa pengembangan kemampuan bahasa Inggris terbuka untuk semua kalangan.
Menurutnya, English Festival bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah membangun rasa percaya diri, kreativitas, serta kemampuan komunikasi generasi muda.
"Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi contoh bahwa STAIN Madina mampu menjadi pusat pengembangan bahasa dan kreativitas generasi muda di Mandailing Natal," pungkasnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News