Minggu, 10 Mei 2026

Jalur Legendaris Pastap Julu–Sigantang Segera Dibuka, Madina dan Pasbar Bersatu Bangun Konektivitas

Administrator - Sabtu, 09 Mei 2026 22:45 WIB
Jalur Legendaris Pastap Julu–Sigantang Segera Dibuka, Madina dan Pasbar Bersatu Bangun Konektivitas
Istimewa
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mulai menjajaki pembukaan jalur penghubung Pastap Julu–Sigantang yang selama ini dikenal sebagai rute bersejarah masyarakat Mandailing dan Minangkabau di kawasan perbatasan Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan resmi antara Bupati Madina H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Pasaman Barat HM Ihpan di Kantor Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pemerintah daerah sepakat untuk memperkuat kerja sama melalui nota kesepahaman serta membawa aspirasi pembukaan jalur tersebut kepada Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Sumatera Barat sebelum diteruskan ke Pemerintah Pusat.

Langkah ini dinilai penting mengingat jalur yang direncanakan berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), sehingga membutuhkan kajian teknis dan lingkungan secara mendalam agar tetap sesuai regulasi yang berlaku.

Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengatakan, pembukaan jalur Pastap Julu–Sigantang bukan sekadar proyek konektivitas biasa, tetapi juga upaya menghidupkan kembali jalur historis yang pernah menjadi akses utama masyarakat di masa lalu.

"Kedua pemerintah daerah akan melakukan kajian teknis secara mendalam agar tetap mematuhi aturan lingkungan. Aspirasi ini nantinya juga akan dibawa ke tingkat gubernur Sumut dan Sumbar untuk diteruskan kepada pemerintah pusat agar menjadi bagian dari kebijakan nasional," ujar Saipullah.

Menurutnya, jalur tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat karena sejak dahulu digunakan masyarakat Mandailing dan Minangkabau sebagai akses utama penghubung antardaerah.

"Jalur Sigantang–Pastap merupakan jalan legendaris yang digunakan turun-temurun oleh masyarakat Minang dan Mandailing. Pasaman Barat juga sangat berharap kolaborasi ini bisa segera terwujud," katanya.

Selain aspek sejarah, pembukaan akses ini juga diproyeksikan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan. Jalur baru tersebut diperkirakan mampu memangkas jarak tempuh hingga 50 sampai 70 kilometer.

Dengan jarak perjalanan yang lebih singkat, biaya transportasi dan konsumsi bahan bakar masyarakat dipastikan akan jauh lebih efisien.

Saipullah menyebut langkah tersebut sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto yang mendorong efisiensi konektivitas dan penguatan ekonomi daerah di seluruh Indonesia.

"Efisiensi transportasi tentu akan berdampak langsung terhadap daya saing ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan," lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan sosial dan ekonomi antara Madina dan Pasaman Barat selama ini sudah terjalin erat, terutama pada sektor perkebunan sawit, perdagangan, hingga pendidikan masyarakat lintas daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman Barat HM Ihpan mengapresiasi sambutan positif dari Pemkab Madina terhadap rencana pembukaan jalur tersebut.

Menurutnya, pembangunan akses penghubung antardaerah tidak dapat dilakukan secara sepihak dan membutuhkan dukungan lintas pemerintahan serta kajian teknis yang matang.

"Jalur ini merupakan rute legendaris yang sering diceritakan oleh para leluhur sebagai penghubung utama antarwilayah. Kami akan melibatkan tim teknis untuk mengkaji seluruh aspek regulasi dan teknis agar nantinya sesuai dengan aturan yang berlaku," ungkap Ihpan.

Ia menambahkan, hasil pertemuan tersebut akan segera dilaporkan kepada Bupati Pasaman Barat agar tindak lanjut pembahasan bisa dilakukan lebih konkret dalam waktu dekat.

Rencana pembukaan jalur Pastap Julu–Sigantang kini menjadi harapan baru bagi masyarakat perbatasan Sumut dan Sumbar. Selain membuka akses konektivitas yang lebih cepat, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat hubungan sosial budaya, dan membuka peluang investasi baru di kawasan tersebut.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru